Oct 10, 2026
Hukum

FFRF Selidiki Kantor Agama Baru Pentagon Hegseth

Washington, Beritaseputar.com — Keputusan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth membentuk kantor baru yang menangani urusan keagamaan di lingkungan m

FFRF Selidiki Kantor Agama Baru Pentagon Hegseth

Washington, Beritaseputar.com — Keputusan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth membentuk kantor baru yang menangani urusan keagamaan di lingkungan militer langsung menuai reaksi keras dari kelompok advokasi sekuler. Freedom From Religion Foundation (FFRF), organisasi nirlaba yang berbasis di Wisconsin, mengumumkan akan membuka penyelidikan terhadap Office of Religious Affairs (ORA) yang baru saja diperkenalkan Pentagon.

Langkah FFRF ini bukan tanpa alasan. Mereka menuntut transparansi penuh soal pendanaan, operasional, hingga rencana kantor tersebut untuk menilai apa yang disebut sebagai "kebugaran spiritual" para prajurit. Istilah itu sendiri sudah cukup membuat kalangan pegiat kebebasan beragama mengernyitkan dahi.

Kantor Baru di Tengah Era "Political Correctness"

Dalam pidato State of the Force di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Hegseth menyatakan Pentagon mendirikan ORA untuk merespons apa yang ia gambarkan sebagai kemunduran komunitas religius di tubuh militer. Menurutnya, hal itu terjadi akibat era political correctness yang terlalu lama membelenggu institusi pertahanan.

Hegseth menegaskan bahwa kepala kantor baru tersebut nantinya akan berperan sebagai penasihat utama urusan keagamaan bagi menteri dan wakil menteri. Posisi itu menempatkan ORA cukup strategis dalam struktur pengambilan keputusan Pentagon.

"Kami ingin tahu dari mana uangnya berasal, bagaimana kantornya beroperasi, dan apa dasar hukum penilaian spiritual terhadap personel militer."

— Pernyataan FFRF terkait rencana penyelidikan ORA

Kekhawatiran Soal Netralitas dan Kebebasan Beragama

Bagi FFRF, keberadaan kantor semacam ini berpotensi menyeret militer ke wilayah yang seharusnya netral. Mereka menilai penilaian "kebugaran spiritual" bisa membuka pintu diskriminasi tidak langsung terhadap prajurit yang tidak beragama atau menganut kepercayaan minoritas.

Organisasi itu juga menyoroti kebutuhan memastikan tidak ada anggaran federal yang dipakai untuk mempromosikan satu keyakinan tertentu di atas yang lain. Dalam sistem konstitusi AS, negara memang dilarang melegalkan agama tertentu melalui institusinya.

  • Transparansi anggaran: FFRF menuntut rincian sumber dana dan alokasi ORA.
  • Operasional harian: Bagaimana kantor ini bekerja dan siapa saja yang mengawasi.
  • Penilaian spiritual: Dasar hukum dan metode penilaian kebugaran spiritual prajurit.
  • Risiko diskriminasi: Potensi perlakuan berbeda terhadap personel non-religius.

Konteks Kebijakan yang Lebih Luas

Pembentukan ORA ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan pemerintahan yang lebih luas, di mana simbol-simbol keagamaan semakin sering muncul di ruang publik dan tempat kerja federal. Sebelumnya, Gedung Putih dilaporkan mengizinkan karyawan menampilkan Alkitab di lingkungan kerja.

Kombinasi kebijakan itu membuat kelompok sekuler seperti FFRF semakin vokal. Mereka menilai ada pola sistematis untuk mendorong visibilitas agama tertentu dalam institusi negara, termasuk militer yang seharusnya berdiri di atas semua golongan.

Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas rencana penyelidikan FFRF. Namun jika penyelidikan itu berjalan, bukan tidak mungkin ORA menghadapi gugatan hukum atau permintaan dokumen resmi melalui jalur kebebasan informasi.

Yang jelas, perdebatan soal seberapa jauh agama boleh masuk ke dalam institusi pertahanan AS baru saja memasuki babak baru. Dan seperti biasa, Pentagon kini berada di bawah sorotan — bukan karena rudal atau jet tempur, melainkan karena doa dan keyakinan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User