Sep 20, 2026
Nasional

DPR Sebut Latihan Super Garuda Shield Buktikan Posisi Strategis Indonesia

Keterlibatan puluhan negara mitra dalam latihan militer bersama berskala internasional membuktikan bahwa Indonesia memegang peranan kunci dalam menjaga sta

DPR Sebut Latihan Super Garuda Shield Buktikan Posisi Strategis Indonesia

Keterlibatan puluhan negara mitra dalam latihan militer bersama berskala internasional membuktikan bahwa Indonesia memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa kehadiran 21 negara dalam agenda Super Garuda Shield (SGS) merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan dan posisi diplomasi pertahanan Indonesia.

Menurut Amelia, latihan gabungan bersama ribuan prajurit multinasional tersebut bukan sekadar unjuk kekuatan alutsista semata, melainkan instrumen diplomasi preventif yang efektif. Indonesia dinilai berhasil memosisikan diri sebagai jembatan dialog sekaligus jangkar perdamaian di tengah dinamika geopolitik global yang kian dinamis.

"Keikutsertaan 21 negara dengan ribuan personel militer di Super Garuda Shield menunjukkan betapa strategisnya posisi tawar Indonesia di mata internasional. Ini adalah bukti bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif kita dihormati dan mampu merangkul berbagai kekuatan dunia secara konstruktif," ujar Amelia Anggraini dalam keterangan resminya di Jakarta.

Kronologi dan Dinamika Penyelenggaraan Latihan

Latihan militer gabungan ini berkembang secara bertahap dari skema bilateral menjadi latihan multilateral terbesar di kawasan. Berikut rekam jejak perkembangannya:

  1. Transformasi Format Latihan: Dimulai dari latihan bilateral tahunan antara TNI dan militer Amerika Serikat, ajang ini resmi bertransformasi menjadi Super Garuda Shield dengan mengundang negara-negara mitra di kawasan Asia Pasifik dan Eropa.
  2. Ekspansi Peserta: Jumlah negara peserta dan pengamat terus bertambah signifikan hingga mencapai 21 negara, melibatkan ribuan personel dari matra darat, laut, udara, hingga pasukan operasi khusus.
  3. Pelaksanaan Manuver Lapangan: Skenario latihan mencakup operasi amfibi, operasi lintas udara, simulasi pertahanan siber, hingga latihan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR).

Diplomasi Bebas Aktif di Tengah Ketegangan Kawasan

Amelia menekankan bahwa konsistensi Indonesia dalam menyelenggarakan latihan militer bersama multi-pihak ini menjadi sinyal penting bahwa Jakarta menolak polarisasi kekuatan. Indonesia terus membuktikan komitmennya untuk tidak memihak pada salah satu pakta pertahanan tertutup, melainkan mengedepankan kerja sama inklusif yang berbasis pada hukum internasional.

Melalui forum latihan gabungan terbuka ini, Indonesia mampu merangkul negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Inggris, hingga negara anggota ASEAN untuk saling bertukar doktrin taktis dan membangun rasa saling percaya (confidence-building measures).

Dampak Nyata bagi Kesiapsiagaan Prajurit TNI

Di samping nilai politis dan diplomatik, Komisi I DPR RI menggarisbawahi sejumlah manfaat langsung yang diperoleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari keterlibatan 21 negara tersebut:

  • Peningkatan Interoperabilitas: Prajurit TNI terbiasa beroperasi bersama pasukan asing dengan standar prosedur internasional yang teruji.
  • Transfer Pengetahuan Taktis: Mempercepat adaptasi teknologi militer mutakhir, terutama pada skenario perang modern, pertempuran siber, dan pertahanan wilayah kepulauan.
  • Kesiapan Tanggap Darurat: Memperkuat kecepatan respons bersama saat menghadapi krisis kemanusiaan lintas batas dan bencana alam skala masif di kawasan.

Ke depan, DPR mendorong Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI untuk terus mempertahankan kualitas diplomasi militer ini guna memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User