Sep 19, 2026
Nasional

DPR Panggil Empat Pakar Bahas RUU Keuangan Negara

Suasana di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, mendadak hangat ketika Komisi XI DPR RI resmi menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait pembahas

DPR Panggil Empat Pakar Bahas RUU Keuangan Negara

Suasana di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, mendadak hangat ketika Komisi XI DPR RI resmi menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keuangan Negara. Langkah krusial ini diambil guna merombak postur tata kelola anggaran publik agar lebih tahan banting dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Tidak tanggung-tanggung, wakil rakyat langsung menghadirkan empat pakar ekonomi senior untuk membedah arah kebijakan fiskal nasional ke depan.

Fokus utama dalam pembahasan kali ini tertuju pada optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta tata kelola Sumber Daya Alam (SDA). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya bergantung pada penerimaan sektor perpajakan konvensional. Kekayaan alam melimpah yang dimiliki tanah air dinilai harus mampu memberikan kontribusi secara langsung dan signifikan bagi kas negara.

Fokus Penguatan PNBP dan Tata Kelola SDA

Selama ini, potensi kebocoran dan minimnya nilai tambah dari sektor ekstraktif kerap menjadi sorotan publik. Reformasi undang-undang ini dipandang sebagai momentum emas untuk mengunci celah hukum yang rawan merugikan penerimaan negara.

"Kita butuh fondasi hukum yang jauh lebih responsif. Potensi PNBP dari kekayaan alam kita luar biasa besar, namun sistem pemungutan dan pengawasannya masih sering kedodoran. RUU ini harus menjadi instrumen penegak kedaulatan fiskal kita," ujar Mukhamad Misbakhun tegas di sela-sela memimpin rapat.

Para pakar ekonomi menekankan bahwa pengelolaan SDA memerlukan integrasi data yang transparan antara kementerian teknis dan Kementerian Keuangan. Tanpa transparansi data produksi, potensi royalti negara rawan menguap begitu saja.

Sektor Penerimaan Tantangan Utama Saat Ini Rekomendasi Perbaikan RUU
PNBP Pertambangan & Mineral Pelaporan produksi mandiri rawan manipulasi Digitalisasi sistem audit terintegrasi secara real-time
Kehutanan & Kelautan Pengawasan wilayah terpencil masih lemah Penerapan tarif royalti berbasis zonasi ekosistem
Layanan Publik & BUMN Dividen belum optimal dan efisiensi rendah Standarisasi target kontribusi kas negara yang terukur

Catatan Kritis dari Pakar Ekonomi

Keempat ekonom yang hadir memberikan sederet usulan strategis untuk memperkuat draf RUU Keuangan Negara. Beberapa poin vital yang disepakati oleh para ahli meliputi:

  • Digitalisasi Sistem Pengawasan: Mengintegrasikan sistem pelaporan hasil tambang dan komoditas SDA dengan database perpajakan serta bea cukai secara otomatis.
  • Revisi Skema Royalti SDA: Menyesuaikan skema royalti mengikuti fluktuasi harga komoditas global agar negara mendapatkan keuntungan optimal saat terjadi commodity boom.
  • Penegakan Hukum Fiskal: Pemberlakukan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang sengaja menunda atau memanipulasi pembayaran kewajiban PNBP kepada negara.
  • Penguatan Tata Kelola BUMN: Memastikan seluruh penyehatan modal dan dividen BUMN berorientasi penuh pada peningkatan pendapatan publik yang berkelanjutan.

Menuju Transparansi Fiskal Masa Depan

Diskusi maraton ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan RUU yang komprehensif sebelum disahkan menjadi undang-undang resmi. Para anggota legislator di Komisi XI sepakat bahwa reformasi keuangan negara bukan sekadar urusan menaikkan angka di APBN, melainkan tentang bagaimana keadilan sosial dan kemakmuran rakyat bisa terwujud nyata lewat instrumen hukum yang adil.

Ke depan, DPR berencana menggelar seri konsultasi publik lanjutan dengan melibatkan pelaku usaha serta akademisi dari berbagai daerah. Langkah inklusif ini diambil agar aturan baru tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga aplikatif di lapangan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User