Oct 14, 2026
entertainment

Di Balik Video Pesta Itu, Betrand Peto Buka Suara

Suasana malam di sebuah kedai kopi kecil di kawasan Jakarta Selatan terasa hening. Betrand Peto duduk di sudut ruangan, jemarinya menggenggam cangkir yang sudah lama dingin. Matanya menatap layar pons...

Di Balik Video Pesta Itu, Betrand Peto Buka Suara

Suasana malam di sebuah kedai kopi kecil di kawasan Jakarta Selatan terasa hening. Betrand Peto duduk di sudut ruangan, jemarinya menggenggam cangkir yang sudah lama dingin. Matanya menatap layar ponsel, tempat ribuan komentar berseliweran menyoal sebuah video yang belakangan ini membuat namanya kembali diperbincangkan. Bukan karena prestasi, melainkan karena sepotong rekaman pesta yang mendadak viral di media sosial.

"Aku cuma pengin menjelaskan, bukan membela diri," ujarnya pelan, suaranya hampir tenggelam oleh gemuruh musik dari balik dinding kedai. "Karena yang tahu kebenarannya cuma aku dan orang-orang yang ada di sana malam itu."

Video berdurasi pendek itu memperlihatkan keramaian sebuah acara, gelas-gelas di atas meja, dan tawa yang lepas. Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk merangkai cerita sendiri. Tuduhan mengalir deras, seolah potongan gambar bisa bercerita lebih lengkap daripada kenyataan. Betrand mengaku sempat terdiam, membaca satu per satu cibiran yang datang bertubi-tubi.

Ketika Sebuah Potongan Gambar Bicara Lebih Keras

Pemuda yang tumbuh besar di bawah sorotan kamera ini mengisahkan bahwa malam itu adalah perayaan sederhana bersama teman-teman dan keluarga. Ia menyebut tak ada yang salah dari pertemuan itu, kecuali cara orang lain membaca gambarnya. "Aku nggak menyangkal ada acara, ada teman, ada tawa. Tapi konteksnya jauh dari yang dituduhkan," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa gelas yang terlihat di meja bukanlah miliknya. Ada banyak orang di sana, dan kamera hanya menangkap sudut tertentu. "Kalau aku bilang nggak terjadi apa-apa, orang mungkin nggak percaya. Tapi aku nggak bisa bohong cuma buat menyenangkan mereka yang sudah punya kesimpulan sendiri," lanjutnya dengan rahang mengeras.

"Aku belajar bahwa ketenaran itu bukan cuma soal panggung. Kadang kamu harus berjuang menjelaskan hal yang bahkan nggak pernah kamu lakukan."

Air Mata di Balik Layar Ponsel

Di balik klarifikasi yang ia sampaikan, Betrand tak menampik bahwa tekanan itu sempat membuatnya goyah. Ia mengisahkan momen ketika ia memilih menyendiri, menutup pintu kamar, dan membiarkan air mata jatuh tanpa suara. "Aku manusia biasa. Bukan patung yang bisa diam saja saat dikata-katai," tuturnya.

Namun dari situ pula ia bangkit. Ia menyadari bahwa perjalanan seorang anak muda di industri hiburan tak pernah lepas dari ujian. Ada masa ketika namanya dielu-elukan, ada pula masa ketika ia harus berdiri tegak menghadapi badai komentar. "Aku nggak mau membenci siapa pun. Aku cuma ingin mereka tahu cerita sebenarnya," ucapnya lirih.

Pelajaran dari Sebuah Malam Panjang

Kisah Betrand adalah cermin dari zaman ketika sebuah video bisa berubah makna dalam hitungan detik. Ia berharap publik lebih berhati-hati sebelum menghakimi. "Konteks itu penting. Jangan sampai satu potongan gambar menghancurkan mimpi seseorang," pesannya.

Kini ia memilih melangkah maju. Fokusnya kembali ke musik, ke mimpi yang sudah ia bangun sejak kecil, dan ke orang-orang yang setia mendukungnya tanpa syarat. "Buat yang masih percaya sama aku, terima kasih. Buat yang meragukan, aku akan buktikan lewat karya, bukan lewat perdebatan," tutupnya.

Malam di kedai kopi itu pun usai. Betrand bangkit dari kursinya, mengulurkan senyum tipis, lalu melangkah keluar menembus keramaian kota yang tak pernah tidur. Di balik semua perbincangan, ia tetap seorang pemuda yang berjuang, yang sederhana, dan yang tak ingin kehilangan dirinya hanya karena sorotan layar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User