Aug 25, 2026
entertainment

Di Balik Riasan Natural Kendall Jenner, Ada Tangan Hangat Mary Phillips

Di sebuah ruang rias yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk karpet merah dan kilatan kamera, sepasang tangan bergerak perlahan di atas wajah seorang perempuan muda. Tidak ada sapuan tebal yang menutup rap...

Di Balik Riasan Natural Kendall Jenner, Ada Tangan Hangat Mary Phillips

Di sebuah ruang rias yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk karpet merah dan kilatan kamera, sepasang tangan bergerak perlahan di atas wajah seorang perempuan muda. Tidak ada sapuan tebal yang menutup rapat. Tidak ada topeng yang menyembunyikan wajah aslinya. Yang ada hanya sentuhan lembut, seolah sang perias sedang membangunkan cahaya dari dalam kulit, bukan menempelkannya dari luar.

Tangan itu milik Mary Phillips, perias yang selama ini berada di balik layar wajah segar Kendall Jenner dan Hailey Bieber. Namanya mungkin tak sebesar para kliennya, tetapi karyanya terasa di setiap penampilan mereka yang tampak berseri tanpa terlihat berlebihan. Bagi Mary, merias wajah bukan sekadar pekerjaan. Ia mengisahkan bahwa setiap wajah yang datang kepadanya membawa kisahnya sendiri — kelelahan, kecemasan, hingga mimpi yang ingin dipancarkan ke dunia.

Perjalanan Menemukan Cara yang Lebih Jujur

Perjalanan Mary di dunia kecantikan tidak selalu berjalan mulus. Di industri yang kerap menuntut kesempurnaan instan, ia sempat berjuang menemukan gayanya sendiri. Ketika banyak perias berlomba menghadirkan riasan dramatis, ia justru memilih jalan yang lebih sederhana: membiarkan kulit bernapas dan membiarkan wajah bercerita apa adanya.

Pilihan itu bukan tanpa risiko. Ada masa ketika gayanya dianggap terlalu polos, terlalu apa adanya untuk panggung besar. Namun ia bertahan, karena baginya riasan bukan tentang menyembunyikan, melainkan tentang merayakan. Dari keyakinan itulah lahir teknik yang kini dikenal luas sebagai underpainting — sebuah cara merias yang justru dimulai dari balik layar kulit.

Riasan terbaik adalah riasan yang membuat seseorang merasa menjadi dirinya sendiri — hanya saja lebih bercahaya.

Apa Itu Underpainting?

Secara sederhana, underpainting adalah teknik mengaplikasikan kontur, perona pipi, dan concealer sebelum alas bedak. Urutan ini terbalik dari cara konvensional yang selama ini umum dilakukan, di mana alas bedak selalu menjadi langkah pertama. Hasilnya sungguh berbeda: dimensi wajah yang tampak alami, seolah bayangan dan cahaya memang tumbuh dari dalam kulit, bukan ditempelkan di atasnya.

Teknik inilah yang membuat wajah Kendall dan Hailey selalu tampak segar, seolah baru bangun tidur dengan kulit yang sehat bercahaya. Bagi banyak perempuan, ini menjadi momen mengharukan tersendiri — sebuah pengingat lembut bahwa cantik tidak harus berarti tertutup rapat oleh lapisan demi lapisan produk.

Lebih dari itu, teknik ini membawa pesan inspirasi: bahwa fondasi terbaik justru dibangun diam-diam, jauh sebelum dunia melihat hasil akhirnya. Seperti kehidupan itu sendiri, bukan?

Langkah Sederhana yang Bisa Dicoba di Rumah

Kabar baiknya, cara ini bisa dipraktikkan siapa saja, bahkan oleh pemula yang baru belajar merias wajah. Pertama, pastikan kulit sudah terhidrasi dengan baik, karena kulit yang lembap adalah kanvas terbaik. Kedua, pulaskan kontur berbahan krim di area yang ingin diberi bayangan — garis rahang, pelipis, dan bagian bawah tulang pipi.

Ketiga, tambahkan concealer di titik-titik yang membutuhkan pencerahan, seperti bawah mata dan sudut hidung, lalu sempurnakan dengan perona pipi krim untuk kesan merona yang alami. Keempat, barulah sapukan alas bedak tipis di atasnya — cukup untuk meratakan warna kulit tanpa menghapus dimensi yang sudah dibangun sebelumnya. Terakhir, rapikan semuanya dengan spons atau kuas hingga menyatu seperti kulit kedua.

Kuncinya ada pada kesabaran dan tangan yang ringan. Jangan terburu-buru, dan jangan takut wajahmu terlihat apa adanya.

Lebih dari Sekadar Teknik

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan untuk tampil sempurna, teknik ini mengingatkan kita pada satu hal yang menyentuh: kecantikan tidak harus rumit. Ia bisa lahir dari kesabaran, dari keberanian tampil sederhana, dari keikhlasan mencintai wajah sendiri sebelum meminta dunia mencintainya.

Mungkin ada air mata di balik setiap perjalanan menuju percaya diri. Mungkin ada masa ketika kita ingin bersembunyi di balik riasan tebal. Namun dari tangan hangat Mary Phillips, kita belajar untuk bangkit — bahwa cahaya terbaik bukanlah yang ditambahkan dari luar, melainkan yang berani keluar dari dalam.

Dan di sanalah letak keajaibannya. Mary tidak pernah mengubah wajah seseorang. Ia hanya membantu cahaya yang sudah lama ada, agar berani menyapa dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User