Oct 15, 2026
entertainment

Di Balik Panggung: Kasih Sayang Ruben Onsu dan Betrand Peto

Di sudut sebuah ruang latihan yang sederhana, terdengar alunan suara seorang remaja yang sedang menyanyikan sebuah lagu. Matanya terpejam, tubuhnya bergoyang pelan mengikuti irama. Tak jauh dari sana,...

Di Balik Panggung: Kasih Sayang Ruben Onsu dan Betrand Peto

Di sudut sebuah ruang latihan yang sederhana, terdengar alunan suara seorang remaja yang sedang menyanyikan sebuah lagu. Matanya terpejam, tubuhnya bergoyang pelan mengikuti irama. Tak jauh dari sana, seorang pria paruh baya duduk memperhatikan dengan tatapan penuh haru. Pria itu adalah Ruben Onsu, dan remaja yang sedang bernyanyi adalah Betrand Peto Putra Onsu, anak yang telah ia anggap sebagai darah dagingnya sendiri.

Pemandangan itu bukanlah adegan yang jarang terlihat. Hampir setiap hari, keduanya menghabiskan waktu bersama, baik untuk berlatih maupun sekadar berbincang ringan. Namun, di balik rutinitas tersebut, tersimpan sebuah perjalanan panjang yang penuh liku, sebuah kisah tentang bagaimana dua insan dari latar belakang berbeda dipersatukan oleh cinta dan ketulusan.

Sebuah Awal yang Tak Terduga

Pertemuan pertama mereka bukanlah sesuatu yang direncanakan. Betrand, yang saat itu masih seorang anak kecil dari Nusa Tenggara Timur, datang ke Jakarta dengan mimpi besar. Ia ingin menjadi penyanyi terkenal, ingin membahagiakan keluarganya di kampung halaman. Namun, jalan menuju impian itu tidaklah mulus. Betrand harus melewati berbagai rintangan, termasuk rasa rindu yang mendalam pada orang tua dan kampung halamannya.

Ruben, yang saat itu sudah dikenal sebagai salah satu presenter ternama, tak menyangka bahwa pertemuannya dengan Betrand akan mengubah hidupnya. "Saya melihat anak ini punya bakat luar biasa, tapi yang lebih penting, saya melihat ketulusan di matanya," kenang Ruben suatu ketika. Sejak saat itu, keduanya mulai sering terlihat bersama, dan perlahan tapi pasti, ikatan di antara mereka semakin kuat.

"Saya tidak pernah berpikir akan memiliki anak lagi. Tapi Tuhan punya rencana indah. Betrand adalah anugerah terbesar dalam hidup saya," ujar Ruben dengan mata berkaca-kaca.

Perjuangan di Balik Sorotan

Menjadi bagian dari keluarga Ruben Onsu tentu membawa konsekuensi tersendiri bagi Betrand. Ia harus menghadapi sorotan publik, tekanan menjadi anak seorang selebriti, dan ekspektasi yang tinggi. Namun, di balik semua itu, Betrand menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Ia terus belajar, berlatih, dan berusaha menjadi yang terbaik.

"Ada kalanya saya merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi Papa selalu ada untuk menyemangati saya. Dia bilang, jangan pernah takut untuk bermimpi," kisah Betrand suatu hari. Air mata sering kali menetes ketika ia mengingat perjuangannya dari kampung halaman hingga bisa berdiri di panggung-panggung besar. Namun, air mata itu bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti betapa besar perjuangan yang telah ia lalui.

Ruben sendiri tak pernah lelah memberikan dukungan. Ia rela meluangkan waktu di tengah kesibukannya yang padat untuk menemani Betrand berlatih, menghadiri acara, atau sekadar mendengarkan curahan hati anaknya. "Bagi saya, keluarga adalah segalanya. Tidak ada yang lebih penting daripada melihat anak-anak saya bahagia," tegasnya.

Momen yang Mengharukan

Salah satu momen paling mengharukan bagi keduanya terjadi ketika Betrand berhasil merilis single perdananya. Di studio rekaman, Ruben duduk di sudut ruangan, menyaksikan anaknya menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. Tanpa terasa, butiran air mata mengalir di pipinya. "Saya bangga sekali. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, bukan hanya untuk Betrand, tapi juga untuk saya sebagai ayahnya," ujarnya lirih.

Betrand pun tak mampu menyembunyikan harunya. "Papa adalah pahlawan saya. Tanpa dia, saya mungkin tidak akan pernah sampai di titik ini. Saya ingin membahagiakan Papa, ingin membuat dia bangga," katanya dengan suara bergetar.

Kisah Ruben dan Betrand adalah bukti bahwa cinta tidak selalu terikat oleh darah. Terkadang, ikatan yang paling kuat justru lahir dari ketulusan hati. Di tengah dunia yang sering kali keras dan penuh tuntutan, kisah mereka menjadi pengingat bahwa keluarga dapat ditemukan di tempat yang paling tak terduga.

Kini, Betrand terus tumbuh menjadi remaja yang berbakat dan rendah hati. Ia tak pernah lupa pada akarnya, pada kampung halamannya, dan pada sosok pria yang telah menjadi ayahnya. Sementara Ruben, dengan segala kesederhanaannya, terus mendampingi setiap langkah anaknya, memberikan cinta yang tak pernah surut.

"Saya hanya ingin Betrand tahu, bahwa dia selalu punya tempat untuk pulang. Apa pun yang terjadi, Papa akan selalu ada di sini," pungkas Ruben, seraya tersenyum hangat.

Di sudut ruang latihan itu, suara Betrand masih terdengar. Kali ini ia menyanyikan sebuah lagu tentang cinta dan keluarga. Dan di matanya, terlihat kilau harapan, sebuah mimpi yang terus menyala, ditemani sosok ayah yang selalu setia menemani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User