Oct 10, 2026
entertainment

Di Balik Kacamata Ruben Onsu, Ada Perjuangan yang Tak Pernah Ia Ceritakan

Di sudut ruangan studio yang terang benderang itu, Ruben Onsu duduk tenang sambil sesekali menyentuh bingkai kacamatanya. Bagi banyak orang, aksesori itu mungkin hanya pelengkap penampilan. Namun bagi...

Di Balik Kacamata Ruben Onsu, Ada Perjuangan yang Tak Pernah Ia Ceritakan

Di sudut ruangan studio yang terang benderang itu, Ruben Onsu duduk tenang sambil sesekali menyentuh bingkai kacamatanya. Bagi banyak orang, aksesori itu mungkin hanya pelengkap penampilan. Namun bagi pria kelahiran Jakarta 37 tahun silam ini, kacamata telah menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang yang penuh liku — sebuah perjalanan yang jarang ia bagikan di depan kamera.

Ada momen-momen ketika tubuhnya seolah memberi sinyal untuk berhenti. Namun di saat yang sama, ada tanggung jawab, ada keluarga, dan ada mimpi yang masih ingin ia kejar. "Saya sering berpikir, sampai kapan saya bisa terus seperti ini. Tapi kalau saya berhenti, siapa yang akan melanjutkan?" ujarnya suatu ketika, dengan suara yang pelan namun mantap, seperti dikutip dari wawancara eksklusifnya.

Kacamata yang Menyimpan Cerita

Kacamata yang selalu ia kenakan bukan sekadar gaya. Di balik lensa bening itu, tersimpan kisah tentang kelelahan yang ia sembunyikan rapi. Sinar lampu studio yang menyilaukan, jam kerja yang tak mengenal waktu, dan tekanan industri hiburan yang tak pernah surut — semua itu membuat matanya kerap terasa perih. Ia pun memilih untuk terus memakai kacamata, bukan untuk terlihat lebih pintar atau lebih tua, tetapi karena itu satu-satunya cara agar ia tetap bisa bekerja tanpa mengeluh.

"Setiap kali saya pakai kacamata, saya ingat bahwa ini bukan tentang saya saja. Ini tentang orang-orang yang bergantung pada saya," tuturnya sambil tersenyum tipis. Senyum yang sama yang selalu muncul di layar kaca, namun kini terasa berbeda — lebih dalam, lebih jujur.

Momen Mengharukan di Balik Panggung

Siapa sangka, di balik tawa dan canda yang ia suguhkan setiap hari, Ruben pernah melewati masa-masa sulit yang membuat air matanya jatuh tanpa suara. Ada saatnya ia harus menelan kecewa ketika proyek yang ia rintis tidak berjalan sesuai rencana. Ada pula saatnya ia merasa lelah secara mental, namun tetap harus tampil prima di hadapan penonton yang menunggu.

"Saya tidak pernah ingin orang tahu saya sedang tidak baik-baik saja. Bukan karena saya sombong, tapi karena saya ingin mereka melihat saya sebagai orang yang bisa diandalkan," kenangnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Momen paling mengharukan mungkin terjadi beberapa tahun lalu, ketika ia harus berada di tengah-tengah jadwal padat sambil memikirkan kondisi keluarganya. Ia mengisahkan bagaimana ia pernah menangis di dalam mobil sebelum masuk ke studio, menyeka air mata, lalu tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. "Itu bukan akting. Itu bertahan hidup," ujarnya lirih.

Bangkit dari Setiap Kejatuhan

Perjalanan Ruben Onsu memang tidak selalu mulus. Ia pernah merasakan pahitnya ditinggalkan, diragukan, bahkan diremehkan. Namun dari semua itu, ia belajar satu hal penting: bahwa bangkit bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan memilih untuk berdiri lagi meski kaki terasa lemas.

Kini, Ruben tak hanya dikenal sebagai presenter atau pengusaha. Ia adalah simbol ketangguhan bagi banyak orang yang melihatnya dari layar kaca. Di balik kacamatanya, tersimpan harapan bahwa suatu hari nanti ia bisa beristirahat tanpa rasa bersalah, dan menikmati hasil jerih payahnya bersama orang-orang tercinta.

"Saya ini bukan siapa-siapa tanpa doa dan dukungan orang-orang di sekitar saya. Kalau hari ini saya masih bisa berdiri, itu karena ada yang selalu menguatkan," pungkasnya, dengan tatapan yang teduh, seolah sedang menyampaikan pesan kepada dirinya sendiri.

Di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang tak pernah tidur, sosok Ruben Onsu mengingatkan kita bahwa di balik setiap senyum yang kita lihat, selalu ada cerita yang tidak kita ketahui. Ada perjuangan, ada air mata, dan ada mimpi yang terus dijaga — semua tersimpan rapi di balik sepasang kacamata yang sederhana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User