Sep 19, 2026
Hukum

Bursa Saham Seoul Pangkas Pelemahan di Tengah Sentimen Inflasi Global

Pasar saham Korea Selatan sempat mengalami tekanan cukup berat pada awal perdagangan akhir pekan ini. Kendati demikian, indeks acuan KOSPI perlahan bangkit

Bursa Saham Seoul Pangkas Pelemahan di Tengah Sentimen Inflasi Global

Pasar saham Korea Selatan sempat mengalami tekanan cukup berat pada awal perdagangan akhir pekan ini. Kendati demikian, indeks acuan KOSPI perlahan bangkit dan berhasil memangkas sebagian besar kerugiannya menjelang jeda sesi siang, didorong oleh aksi beli selektif investor pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global dan potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral dunia sejatinya masih membayangi langkah para pelaku pasar. Namun, masuknya arus modal pada sektor teknologi dan manufaktur mampu menahan laju penurunan indeks lebih dalam.

Kronologi Pergerakan Pasar Saham Sepanjang Pagi

Pergerakan indeks KOSPI menunjukkan dinamika yang menarik sejak bel pembukaan berdentang. Berikut adalah rangkuman linimasa pergerakan bursa Seoul pada perdagangan hari ini:

  1. Pukul 09.00 KST (Pembukaan Pasar): Indeks KOSPI dibuka melemah tajam, tertekan sentimen negatif dari Wall Street dan rilis data inflasi global yang memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan.
  2. Pukul 10.15 KST (Tekanan Jual Memuncak): Investor asing sempat mencatatkan aksi jual bersih (net sell), menekan saham-saham sektor perbankan dan energi hingga indeks menyentuh titik terendah harian.
  3. Pukul 11.30 KST (Aksi Beli Murah Masuk): Pemburu saham murah (bargain hunters) mulai memborong saham raksasa teknologi, membuat indeks secara bertahap memangkas pelemahan hingga mendekati level stagnan.

Sektor Teknologi Jadi Penahan Kejatuhan Indeks

Kekuatan utama yang menopang pemulihan bursa Seoul berasal dari ketahanan sektor semikonduktor dan teknologi. Saham berbobot berat seperti Samsung Electronics dan SK hynix berhasil keluar dari zona merah setelah investor domestik memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi portofolio.

"Meskipun bayang-bayang inflasi dan ketidakpastian suku bunga The Fed masih menahan optimisme pasar, valuasi saham teknologi di Seoul dinilai sudah sangat menarik bagi investor jangka panjang," ujar salah satu analis pasar modal di Seoul.

Selain sektor teknologi, beberapa saham produsen baterai kendaraan listrik dan otomotif juga menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, membantu meredam kepanikan pasar.

Faktor Pemicu Kekhawatiran Inflasi

Kendati pasar berhasil rebound tipis, para analis mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi terjadi. Ada sejumlah faktor utama yang saat ini terus dipantau ketat oleh para pelaku pasar modal internasional:

  • Kenaikan Harga Energi: Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang membebani neraca perdagangan negara-negara importir energi seperti Korea Selatan.
  • Kebijakan Suku Bunga: Sikap bank sentral global yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk meredam laju inflasi.
  • Nilai Tukar Mata Uang: Pelemahan nilai tukar won terhadap dolar AS yang dapat menekan margin laba emiten domestik.

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, pelaku pasar tampak memilih bersikap lebih hati-hati sambil menunggu rilis indikator ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat dan kawasan Asia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User