Sep 18, 2026
Nasional

Bulog Optimalkan Tata Kelola Gudang Demi Jaga Mutu Beras

Halo pembaca Beritaseputar.com! Masalah ketahanan dan kualitas pangan selalu menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Perum Bulog kembali menegaskan k

Bulog Optimalkan Tata Kelola Gudang Demi Jaga Mutu Beras

Halo pembaca Beritaseputar.com! Masalah ketahanan dan kualitas pangan selalu menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, lembaga pangan negara ini secara masif melakukan optimalisasi tata kelola dari hulu hingga hilir guna memastikan beras yang sampai di tangan masyarakat tetap segar, aman, dan berkualitas tinggi.

Langkah ini diambil mengingat pentingnya stabilitas pasokan beras di tengah tantangan iklim global dan fluktuasi harga pasar. Pengelolaan pasokan beras skala nasional yang mencapai jutaan ton memerlukan sistem tata kelola modern agar tidak terjadi penurunan mutu (degradasi kualitas) selama masa penyimpanan di gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

Langkah Kronologis Optimalisasi Manajemen Beras Bulog

Dalam membenahi sistem tata kelola cadangan beras pemerintah, Perum Bulog menerapkan serangkaian strategi terstruktur. Pembenahan ini tidak hanya berfokus pada kuantitas stok yang diserap, melainkan juga standar mutu ketat yang dipantau secara berkala. Berikut adalah urutan tahapan optimalisasi yang dijalankan Bulog:

  1. Pengetatan Standar Penyerapan Gabah/Beras: Tim pemeriksa mutu Bulog diturunkan langsung ke tingkat petani dan mitra penggilingan untuk memastikan kadar air maksimal 14% dan butir patah sesuai standar kualitas premium/medium CBP.
  2. Digitalisasi dan Modernisasi Pergudangan: Penerapan sistem Warehouse Management System (WMS) berbasis digital untuk memantau kondisi suhu, kelembapan, serta durasi penyimpanan beras secara real-time.
  3. Penerapan Metode First In First Out (FIFO): Memastikan beras yang masuk lebih awal dikeluarkan lebih dulu untuk program penyaluran bantuan pangan maupun Operasi Pasar (SPHP).
  4. Perawatan Berkala dan Fumigasi Ramah Lingkungan: Melakukan pemeliharaan stok beras dengan teknologi pembasmian hama (fumigasi) modern tanpa merusak kandungan nutrisi dan kualitas rasa beras.

Analisis Perbandingan: Manajemen Lama vs Tata Kelola Baru Bulog

Optimalisasi tata kelola yang digaungkan oleh Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membawa perubahan signifikan terhadap efisiensi dan tingkat kerusakan beras. Berikut adalah tabel perbandingan antara pola pengelolaan tradisional dengan tata kelola modern yang tengah diterapkan:

Parameter Pengelolaan Sistem Manajemen Lama Tata Kelola Baru (Teroptimalisasi)
Potensi Kerusakan (Loss Rate) Mencapai 3% - 5% per tahun Ditekan hingga di bawah 1% per tahun
Monitoring Stok & Mutu Pencatatan manual / berkala Digital real-time terintegrasi (WMS)
Pengolahan Pasca-Panen Bergantung pada sarana konvensional Menggunakan Modern Rice Milling Plant (MRMP)
Rotasi Stok Cadangan Risiko penumpukan stok lama Sistem FIFO ketat & distribusi terukur

Menjaga Kepercayaan Publik dan Stabilitas Harga Pangan

Peningkatan mutu beras bukan sekadar masalah teknis pergudangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap jaminan pangan nasional. Saat masyarakat menerima beras bantuan pangan atau membeli beras SPHP di pasar tradisional, mereka harus mendapatkan kualitas terbaik yang layak konsumsi.

"Optimalisasi tata kelola ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional Bulog kepada rakyat Indonesia. Kami memastikan bahwa beras CBP yang disimpan di seluruh gudang Bulog terjaga kualitasnya dan siap didistribusikan kapan saja dalam kondisi prima," tegas Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurut pengamat kebijakan pangan, komitmen perbaikan tata kelola ini sangat krusial. "Tanpa manajemen gudang dan rotasi stok yang presisi, risiko kerugian negara akibat beras rusak sangat tinggi. Langkah modernisasi yang dilakukan Bulog saat ini menjadi fondasi penting bagi kedaulatan pangan nasional," tutur sang ahli.

Dengan stok cadangan nasional yang terus dijaga pada level aman, yakni di atas 1,5 juta ton hingga 2 juta ton, Bulog optimis mampu meredam gejolak harga pangan sekaligus menjamin ketersediaan beras bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia sepanjang tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User