Sep 19, 2026
Hukum

BUENOS AIRES — Film 'The Victors' Dobrak Retorika Perang Malvinas

Di tengah memanasnya kembali klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Malvinas (Falkland), sebuah karya sinematik hadir menembus kabut retorika politik. F

BUENOS AIRES — Film 'The Victors' Dobrak Retorika Perang Malvinas

Di tengah memanasnya kembali klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Malvinas (Falkland), sebuah karya sinematik hadir menembus kabut retorika politik. Film dokumenter bertajuk The Victors (judul asli: Los vencedores) karya sutradara Pablo Aparo muncul di saat yang sangat tepat sekaligus menantang. Di saat industri film independen Argentina kerap membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sekadar mendapat layar penayangan di bioskop, film ini mendadak menjadi perbincangan hangat publik karena keberaniannya merekam sisi kemanusiaan yang selama ini terabaikan.

Momen perilisannya terbilang sangat krusial. Hanya beberapa hari setelah Presiden Argentina, Javier Milei, menyampaikan pidato berapi-api yang mempertegas klaim kedaulatan negara atas Kepulauan Malvinas dengan nada militeristik, The Victors justru hadir membawa perspektif sebaliknya. Film ini menanggalkan slogan-slogan diplomatik yang kosong dan menggantinya dengan potret kehidupan nyata warga yang mendiami kepulauan sengketa tersebut.

Momentum Politik dan Perspektif Baru

Pengambilan gambar film ini dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni antara tahun 2020 hingga 2024. Sutradara Pablo Aparo berulang kali melangkah ke Kepulauan Malvinas untuk mengamati dari dekat, mendengar bisikan ketakutan, serta merekam ingatan para penghuni pulau. Hasilnya adalah sebuah dokumenter yang jujur dan tak terduga, jauh dari persepsi umum masyarakat Argentina selama ini.

"Film ini hadir bukan untuk memperpanjang permusuhan politik, melainkan membongkar stereotip lama dan memperlihatkan manusia-manusia yang hidup di tengah sejarah yang mengimpit mereka."

Berbeda dengan narasi arus utama yang kerap mengedepankan romantisme perang atau klaim wilayah semata, Aparo memilih untuk memotret dinamika sosial serta kecemasan warga lokal. Pendekatan ini membuat The Victors tidak hanya sekadar tontonan visual, tetapi juga sebuah kritik tajam terhadap retorika perang institusional yang kerap dipakai para politisi untuk memupuk popularitas.

Sabet Penghargaan Bergengsi di BAFICI

Keberanian Aparo dalam menyajikan sudut pandang langka ini membuahkan hasil manis di ajang Festival Film Independen Buenos Aires (BAFICI). Dokumenter The Victors berhasil memboyong dua penghargaan tertinggi sekaligus, yaitu Hadiah Utama (Great Prize) untuk film terbaik di seluruh kategori kompetisi dan penghargaan Sutradara Terbaik dalam kompetisi internasional.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa publik dan kritikus merindukan narasi yang lebih emosional dan obyektif. Berikut adalah perbandingan singkat antara pendekatan konvensional versus pendekatan yang diusung oleh film The Victors:

Aspek Narasi Pendekatan Konvensional Pendekatan Film 'The Victors'
Fokus Utama Sengketa wilayah dan simbol militer Kehidupan sehari-hari dan emosi warga pulau
Sudut Pandang Elit politik dan sejarah pertempuran Masyarakat lokal dan penyintas sejarah
Pesan Kunci Retorika kedaulatan mutlak Kemanusiaan, ingatan, dan refleksi ke depan

Menantang Stereotip dan Membuka Ruang Dialog

Banyak penonton mengaku tersentak saat menyaksikan bagaimana orang-orang di Kepulauan Malvinas menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Keberanian Aparo untuk mengusik zona nyaman penonton Argentina menjadi nilai jual utama film ini. Ia tidak takut memperlihatkan ketakutan, harapan, dan pandangan warga pulau terhadap Argentina maupun Inggris.

Pada akhirnya, The Victors bukan cuma kisah tentang pulau yang diperebutkan, melainkan cermin bagi bangsa Argentina untuk melihat kembali bagaimana propaganda perang dibentuk. Di tengah atmosfer politik yang makin memanas di bawah pemerintahan Milei, hadirnya film ini seolah menjadi pengingat dingin bahwa di balik setiap sengketa geopolitik, ada jiwa-jiwa manusia yang merindukan kedamaian tanpa harus terus dijadikan komoditas politik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User