Sep 19, 2026
Nasional

Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 Jam Usai Hina MUI Jatim

Dunia hiburan rakyat di Jawa Timur sempat dihebohkan oleh aksi kontroversial salah satu pengusaha sistem pengeras suara raksasa, atau yang lebih populer de

Bos Sound Horeg Dimarahi Istri 24 Jam Usai Hina MUI Jatim

Dunia hiburan rakyat di Jawa Timur sempat dihebohkan oleh aksi kontroversial salah satu pengusaha sistem pengeras suara raksasa, atau yang lebih populer dengan sebutan sound horeg. Setyo Budi Mularso, sosok yang dikenal sebagai bos pemilik industri sound system tersebut, mendadak menjadi perbincangan panas publik di berbagai platform media sosial. Pasalnya, sebuah ucapan tak pantas berujung fatal saat ia melontarkan kata-kata kasar yang menyinggung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dalam sebuah siaran acara televisi nasional.

Namun, gelombang kritik pedas dari netizen di media sosial ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan dengan 'badai' yang harus ia hadapi di dalam rumahnya sendiri. Usai kepulangannya dari studio siaran, Setyo harus menerima konsekuensi domestik yang sangat tak terduga: ia dimarahi sang istri secara terus-menerus selama 24 jam penuh tanpa henti akibat tindakan cerobohnya tersebut.

Penyesalan yang Datang Usai Ocehan Kontroversial

Kejadian bermula ketika perdebatan mengenai keberadaan fenomena sound horeg mencapai puncaknya. Penggunaan sound system berkekuatan ribuan watt ini memang kerap memicu polemik di tengah masyarakat, mulai dari keluhan warga soal kaca rumah yang retak hingga gangguan kenyamanan ibadah. MUI Jawa Timur pun merespons kondisi ini dengan mengeluarkan imbauan serta panduan agar pawai pengeras suara tersebut ditertibkan demi menjaga etika sosial dan ketenteraman umum.

Sayangnya, respons yang ditunjukkan oleh Setyo saat diundang sebagai narasumber di televisi justru di luar kendali emosi. Dengan nada tinggi, ia melontarkan umpatan yang dinilai sangat merendahkan marwah lembaga ulama tersebut. Ucapannya langsung memicu kemarahan luas dari publik dan tokoh agama.

"Saya benar-benar khilaf dan emosi saat itu. Saya tidak membayangkan dampaknya akan sebesar ini, terutama bagi nama baik keluarga saya sendiri," ungkap Setyo saat memberikan klarifikasi dengan nada penyesalan yang mendalam.

Drama 24 Jam di Rumah dan Tekanan Domestik

Reaksi publik atas tindakan Setyo memang sangat keras, namun omelan dari sang istri justru menjadi pukulan yang jauh lebih berat baginya. Sang istri merasa sangat malu dan kecewa atas kecerobohan suaminya di hadapan layar kaca yang disaksikan oleh jutaan pasang mata di seluruh Indonesia.

"Ternyata amukan netizen masih kalah mengerikan dibanding kemarahan istri di rumah," aku Setyo secara jujur. Selama sehari semalam penuh, suasana rumah tangganya berubah tegang. Sang istri tak berhenti menegur keras sikap emosionalnya yang dianggap telah mencoreng nama baik keluarga serta berpotensi menyeret mereka ke ranah hukum.

Pengalaman pahit dimarahi istri tanpa henti ini akhirnya menjadi titik balik bagi sang pengusaha sound horeg. Kesadaran akan kesalahannya membuat Setyo melunak, mengesampingkan ego, dan memilih untuk segera memohon maaf secara terbuka.

Permohonan Maaf Resmi dan Komitmen Bertobat

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Setyo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang ditunjukkan kepada jajaran pengurus MUI Jawa Timur, para ulama, serta seluruh umat Islam yang merasa tersinggung atas ucapannya. Ia menegaskan telah bertobat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa depan.

Berikut adalah perbandingan dinamika perubahan sikap Setyo Budi Mularso dari awal kejadian hingga proses klarifikasi:

Fase Kejadian Sikap & Tindakan Setyo Dampak yang Diterima
Saat Siaran Acara TV Emosional dan melontarkan kata kasar ke MUI Jatim Gelombang kecaman luas dari masyarakat dan ulama
Pasca Acara (Di Rumah) Menyadari kesalahan setelah ditegur keras oleh keluarga Dimarahi istri secara intensif selama 24 jam penuh
Tahap Klarifikasi Meminta maaf secara terbuka dan mengumumkan tobat Meredam ketegangan publik dan komitmen perbaikan diri

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku industri kreatif dan hiburan rakyat di Jawa Timur. Ke depannya, para pengusaha pengeras suara diharapkan dapat lebih bijak, baik dalam menyampaikan pendapat di ruang publik maupun dalam menggelar acara yang tetap memperhatikan norma kemasyarakatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User