Sep 18, 2026
Jawa Barat

BOGOR — Pemkab Bogor Gelar Festival Ratu dan Raja Buah 2026

Suasana riuh dan aroma manis buah-buahan segar menyeruak di kawasan Pasar Petani Cibinong, Kabupaten Bogor. Ratusan pengunjung dari berbagai wilayah mendat

BOGOR — Pemkab Bogor Gelar Festival Ratu dan Raja Buah 2026

Suasana riuh dan aroma manis buah-buahan segar menyeruak di kawasan Pasar Petani Cibinong, Kabupaten Bogor. Ratusan pengunjung dari berbagai wilayah mendatangi lokasi untuk menyaksikan sekaligus menikmati festival buah tahunan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, secara resmi membuka gelaran Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor 2026 sebagai langkah nyata mengangkat harkat dan nilai jual produk hortikultura asli daerah.

Acara ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli buah biasa, melainkan sebuah pesta rakyat berbasis agrowisata yang memamerkan keanekaragaman kekayaan alam Bogor. Mulai dari durian lokal bertekstur legit hingga manggis manis berair, seluruh hasil panen terbaik dipamerkan langsung oleh para petani lokal yang membudidayakannya dengan penuh dedikasi.

Ajang Memamerkan Buah Unggulan dan Inovasi Petani Lokal

Dalam kompetisi tahun ini, sebutan "Raja Buah" disematkan pada mahakarya durian lokal Bogor yang memiliki aroma tajam, daging tebal, serta rasa manis-pahit yang khas. Sementara itu, gelar "Ratu Buah" ditujukan untuk komoditas unggulan lainnya seperti manggis manis premium dan alpukat miki yang kini semakin populer di pasar nasional. Dewan juri yang terdiri dari pakar hortikultura menilai setiap sampel buah berdasarkan tingkat kemanisan, ketebalan daging, keharuman, hingga persentase ukuran biji.

"Festival ini menjadi wadah pembuktian bahwa kualitas buah lokal Bogor tidak kalah dari produk impor. Kami ingin masyarakat semakin mencintai dan bangga mengonsumsi buah hasil keringat petani kita sendiri," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor di sela-sela pembukaan acara.

Kehadiran festival ini juga memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya keanekaragaman hayati dan teknik budi daya tanaman buah yang berkelanjutan. Para petani tidak hanya menjual produk mentah, tetapi juga memperlihatkan inovasi olahan buah berbasis UMKM, seperti keripik durian, olahan manggis, hingga bibit buah unggulan yang sudah tersertifikasi.

Dampak Ekonomi dan Penguatan Pasar Buah Lokal

Festival tahunan ini menjadi angin segar bagi perekonomian para petani di wilayah Kabupaten Bogor. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, para petani dapat menjual hasil panen mereka secara langsung kepada konsumen akhir dengan harga yang lebih adil dan menguntungkan.

Berikut adalah beberapa indikator dampak positif dari pelaksanaan Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor 2026 dibanding tahun sebelumnya:

Indikator Capaian Festival Tahun 2025 Target Festival 2026
Jumlah Kelompok Tani Terlibat 45 Kelompok 75 Kelompok
Estimasi Transaksi Penjualan Rp 350 Juta Rp 600 Juta
Jumlah Pengunjung Akhir Pekan 5.000 Orang 10.000+ Orang

Melalui data tersebut, terlihat adanya lonjakan partisipasi yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap produk hortikultura lokal terus meningkat dari tahun ke tahun.

Mendorong Ketahanan Pangan dan Agrowisata Berkelanjutan

Langkah Pemkab Bogor mengintegrasikan Pasar Petani Cibinong dengan agenda agrowisata dipandang sebagai strategi jitu dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Penguatan produk pertanian lokal dinilai mampu menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

Para ahli pertanian menekankan bahwa kontinuitas pasokan dan konsistensi rasa menjadi kunci utama agar buah lokal terus memenangi hati konsumen. "Kualitas tanah dan iklim Bogor sangat mendukung hasil pertanian kelas atas, tinggal bagaimana penanganan pascapanen dan pemasaran terus ditingkatkan secara profesional," tutur salah seorang pengamat agribisnis Jawa Barat yang hadir di lokasi.

Dengan suksesnya pembukaan festival ini, Pemkab Bogor berharap agenda tahunan Festival Ratu dan Raja Buah dapat terus menjadi ikon pariwisata yang membanggakan, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi pedesaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan para petani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User