Sep 19, 2026
Nasional

BMKG Tegaskan Tangkapan Layar Medsos Sekretariat Kabinet Hasil Rekayasa

Kabar bohong kembali menguji ketenangan warganet di jagat maya. Kali ini, sebuah gambar tangkapan layar yang mencatut akun media sosial resmi Sekretariat K

BMKG Tegaskan Tangkapan Layar Medsos Sekretariat Kabinet Hasil Rekayasa

Kabar bohong kembali menguji ketenangan warganet di jagat maya. Kali ini, sebuah gambar tangkapan layar yang mencatut akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) mendadak viral dan memicu kebingungan publik. Menyikapi kegaduhan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat meluruskan informasi dan menegaskan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa digital alias hoaks.

Isu yang beredar luas ini menyangkut informasi peringatan dini cuaca dan potensi bencana yang dikemas seolah-olah dirilis langsung oleh lembaga kepresidenan. Padahal, baik BMKG maupun Sekretariat Kabinet tidak pernah memproduksi atau mempublikasikan narasi bernada panik sebagaimana terlihat pada tangkapan layar palsu tersebut.

Kronologi Beredarnya Tangkapan Layar Manipulatif

Penyebaran informasi sesat ini berlangsung secara masif melalui berbagai platform pesan instan dan jejaring sosial dalam kurun waktu singkat. Berikut rangkaian peristiwa munculnya disinformasi tersebut:

  1. Penyebaran Awal di Grup Percakapan: Tangkapan layar mulai beredar pada pagi hari di grup-grup WhatsApp warga, menampilkan format cuitan Twitter/X dengan logo Setkab dan BMKG.
  2. Amplifikasi di Media Sosial: Beberapa akun anonim mengunggah ulang gambar tersebut tanpa proses verifikasi, sehingga menarik ratusan komentar dan spekulasi liar.
  3. Verifikasi Internal BMKG: Tim komunikasi publik BMKG segera melakukan penelusuran digital dan memastikan unggahan tersebut sepenuhnya palsu.
  4. Penerbitan Klarifikasi Resmi: BMKG merilis pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran masyarakat serta meluruskan fakta sebenarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tangkapan layar yang beredar tanpa mengecek langsung ke kanal resmi. Informasi yang beredar tersebut jelas hasil rekayasa dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas perwakilan humas BMKG dalam keterangan tertulisnya.

Modus Rekayasa Digital yang Meresahkan Publik

Dari hasil investigasi awal tim digital BMKG, tangkapan layar yang beredar memiliki sejumlah kejanggalan visual yang khas dari hasil suntingan gambar. Di antaranya adalah perbedaan tata letak font huruf, ketidaksinkronan stempel waktu publikasi, serta ketiadaan riwayat jejak digital pada server resmi Sekretariat Kabinet maupun BMKG.

Penyebaran disinformasi mengenai potensi bencana alam dinilai sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kepanikan massal, mengganggu aktivitas ekonomi, dan merusak kepercayaan publik terhadap otoritas kebencanaan resmi. Oleh karena itu, langkah tegas klarifikasi diambil guna mencegah kepanikan yang lebih meluas di tengah masyarakat.

Panduan Menghindari Hoaks Kebencanaan

BMKG mengingatkan masyarakat agar senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian digital saat menerima pesan berantai. Untuk memastikan validitas setiap informasi cuaca, iklim, maupun gempa bumi, publik disarankan berpatokan pada saluran resmi berikut:

  • Aplikasi resmi @infoBMKG yang dapat diunduh gratis melalui App Store dan Google Play Store.
  • Situs resmi BMKG di laman www.bmkg.go.id.
  • Kanal media sosial terverifikasi bercentang biru milik BMKG dan Sekretariat Kabinet (@kemensetneg.ri / @setkabgoid).
  • Layanan call center 24 jam BMKG di nomor 196.

Dengan bersikap lebih kritis dan menyaring sebelum membagikan informasi, masyarakat turut serta menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan bebas dari fitnah atau kepanikan yang tidak berdasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User