Sep 19, 2026
Nasional

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Suasana kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan bakal semakin dinamis dan terukur. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, baru saj

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Suasana kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan bakal semakin dinamis dan terukur. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, baru saja membeberkan pembaruan penting terkait penyaluran insentif operasional untuk dapur pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar mengenai alokasi anggaran hingga Rp6 juta per hari tersebut kini mengalami penyesuaian skema yang jauh lebih rinci, transparan, dan berbasis pada efisiensi kerja di lapangan.

Langkah strategis ini diambil demi memastikan bahwa setiap rupiah dana negara yang digelontorkan benar-benar berdampak langsung pada mutu sajian untuk siswa sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya. Sudaryono menekankan bahwa bantuan operasional harian tersebut tidak akan lagi disamaratakan begitu saja tanpa memperhitungkan beban kerja riil serta kualitas penyajian dari masing-masing dapur pengelola.

Skema Baru Berbasis Kapasitas dan Kualitas Layanan

Dalam aturan yang diperbarui oleh Badan Gizi Nasional, besaran insentif yang bakal dikucurkan kepada setiap SPPG disesuaikan dengan dua indikator utama: kapasitas produksi harian dan tingkat kualitas mutu layanan. Dapur yang memiliki kemampuan menyajikan ribuan porsi makanan sesuai standar kebersihan dan gizi tinggi berhak memperoleh insentif pada rentang tertinggi.

"Kita tidak ingin insentif ini dibagikan tanpa tolok ukur keberhasilan yang jelas. Nilai hingga Rp6 juta per hari itu merupakan batas atas untuk dapur dengan skala penuh dan performa terbaik. Jadi, semakin tinggi kapasitas dan semakin prima kualitas layanannya, apresiasi operasional yang diberikan negara tentu akan sepadan," ungkap Kepala BGN Sudaryono saat memberikan rincian pembaruan skema tersebut.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai pembagian insentif berdasarkan skala operasional dapur MBG, berikut adalah perincian skema estimasi yang diterapkan:

Skala Kapasitas Dapur Estimasi Porsi / Hari Skema Insentif Harian
Skala Rintisan (Kecil) 500 - 1.000 porsi Proporsional (Rp1,5 - Rp2,5 Juta)
Skala Menengah 1.001 - 2.500 porsi Proporsional (Rp3,0 - Rp4,5 Juta)
Skala Utama (Besar) Lebih dari 2.500 porsi Maksimal (Hingga Rp6,0 Juta)

Ketentuan Ketat Standar Kebersihan dan Pemenuhan Gizi

Bukan sekadar mengejar kuantitas porsi yang dimasak, BGN juga menetapkan standar pengawasan ketat terhadap kebersihan serta kandungan nutrisi makanan. Evaluasi lapangan akan dilakukan secara berkala untuk menilai kelayakan fasilitas dapur hingga pemenuhan standar sanitasi penyiapan makanan.

Beberapa poin evaluasi kunci yang memengaruhi besaran nilai pencairan insentif dapur MBG meliputi:

  • Keseimbangan Kelayakan Gizi: Kesesuaian porsi karbohidrat, protein, serta serat buah dan sayur yang diverifikasi oleh tim ahli gizi.
  • Sanitasi dan Kebersihan Dapur: Penggunaan APD lengkap bagi para juru masak, kebersihan alat masak, serta pengelolaan limbah sisa makanan.
  • Ketepatan Waktu Distribusi: Makanan harus tiba di sekolah sasaran sebelum jam istirahat dalam kondisi segar, aman, dan hangat.
  • Pemberdayaan Pangan Lokal: Tingkat penyerapan bahan baku mentah dari petani, peternak, dan pedagang pasar tradisional sekitar lokasi SPPG.

Mendorong Persaingan Sehat dan Dampak Ekonomi Lokal

Pembaruan skema insentif ini dinilai mampu menciptakan iklim kompetisi yang positif di antara para pengelola dapur SPPG. Dengan adanya bonus operasional berbasis kinerja, pengelola dapur terdorong untuk terus meningkatkan standar higienitas dan cita rasa masakan yang disajikan kepada para siswa.

Di samping itu, keterlibatan rantai pasok lokal dalam pemenuhan bahan baku dapur MBG menjadi angin segar bagi perekonomian daerah. BGN berharap program nasional ini tak hanya sukses menekan angka tengkes (stunting) dan meningkatkan konsentrasi belajar anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat di sekitar wilayah operasional dapur.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan bahwa insentif harian untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini berbasis kinerja. Dapur yang melayani kapasitas besar dan menjaga mutu kebersihan berhak mendapat insentif maksimal. Simak rincian dan ketentuannya hanya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User