Sep 19, 2026
Hukum

Bernardo Stamateas: Sindrom Burnout Berakar dari Kebiasaan Selalu Tampil Kuat

Pernahkah kamu merasa sangat lelah menjalani rutinitas harian, bukan hanya karena beban fisik yang menumpuk, tetapi karena merasa lelah harus terus-menerus

Bernardo Stamateas: Sindrom Burnout Berakar dari Kebiasaan Selalu Tampil Kuat

Pernahkah kamu merasa sangat lelah menjalani rutinitas harian, bukan hanya karena beban fisik yang menumpuk, tetapi karena merasa lelah harus terus-menerus bersikap tegar? Fenomena kelelahan mental atau burnout belakangan kian marak dialami banyak orang di tengah tuntutan hidup yang serbacepat. Psikolog sekaligus penulis ternama, Bernardo Stamateas, mengingatkan bahwa keinginan untuk selalu terlihat kuat sebenarnya sering kali merupakan mekanisme pertahanan diri bawah sadar yang berbahaya bagi kesehatan jiwa.

Menurut Stamateas, banyak orang terjebak dalam ilusi bahwa mereka wajib menyelesaikan semua masalah seorang diri tanpa boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun. Pola pikir inilah yang akhirnya memicu ledakan stres berkepanjangan.

"Sindrom burnout pada dasarnya adalah kondisi di mana tubuh tidak berhenti bertindak dan kepala tidak berhenti berpikir. Istirahat yang sesungguhnya adalah ketika kita berhenti bersiap sedia 24 jam penuh setiap hari untuk orang lain," ungkap Bernardo Stamateas.

Tiga Jebakan Psikologis Pemicu Kelelahan Kronis

Stamateas menguraikan bahwa dorongan untuk selalu kuat biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak atau remaja akibat kondisi tertentu. Ketika seseorang terbiasa memikul tanggung jawab di luar usianya, ada tiga mekanisme psikologis yang perlahan mengakar dan memicu kelelahan emosional:

  • Adaptasi Berlebihan (Sobreadaptación): Terjadi saat anak dipaksa tumbuh dewasa terlalu cepat, misalnya karena harus merawat orang tua atau adik-adiknya. Mereka belajar menelan perasaan sendiri demi menjadi penyelesai masalah keluarga.
  • Kemandirian Ekstrem (Hiperindependencia): Kebiasaan mengandalkan diri sendiri membuat seseorang takut bergantung pada orang lain. Mereka menolak meminta bantuan karena merasa harus selalu menjadi penyelamat bagi lingkungan sekitarnya.
  • Kebutuhan Kontrol Mutlak: Keinginan agar segala sesuatu berjalan sempurna sesuai kendali pribadi. Kendati memberi rasa aman sesaat, kontrol berlebih justru menghabiskan energi psikis dan memicu keputusasaan ketika hal tak terduga terjadi.

Seni Melepaskan Beban dan Istirahat Sejati

Memulihkan diri dari jeratan burnout membutuhkan keberanian untuk meruntuhkan ego dan mengakui keterbatasan diri. Stamateas menekankan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membutuhkan ruang untuk berbagi beban. Menolak bantuan bukan tanda kekuatan, melainkan bentuk ketakutan akan kerentanan emosional.

Langkah awal untuk keluar dari lingkaran setan ini adalah berani menetapkan batasan yang sehat. Berhenti merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang dan mulailah mendengarkan sinyal tubuh yang membutuhkan jeda. Mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja bukanlah tanda kekalahan, melainkan langkah paling berani untuk menyelamatkan kesehatan mental kita sendiri.

Psikolog Bernardo Stamateas mengungkapkan bahwa kebiasaan selalu tampil tangguh sering kali berakar dari masa kecil yang dipaksa mandiri terlalu cepat. Kondisi ini memicu hiperindependensi dan kebutuhan kontrol yang berujung pada sindrom burnout. Pelajari cara melepaskan beban dan meraih istirahat sejati dalam artikel lengkap berikut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User