Sep 19, 2026
Nasional

Bandara Husein Sastranegara Kembali Dibuka Usai Terpapar Abu Krakatau

Kabar melegakan akhirnya datang bagi para pengguna jasa transportasi udara di Jawa Barat. Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandun

Bandara Husein Sastranegara Kembali Dibuka Usai Terpapar Abu Krakatau

Kabar melegakan akhirnya datang bagi para pengguna jasa transportasi udara di Jawa Barat. Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, resmi dibuka kembali setelah sempat lumpuh akibat guyuran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Langit Bandung yang sempat tampak kelabu dan berdebu kini perlahan mulai kembali jernih seiring membaiknya jarak pandang dan arah hembusan angin.

Sebelumnya, penutupan bandara terpaksa dilakukan demi keselamatan operasional penerbangan. Partikel abu vulkanik yang sangat halus dan tajam dinilai sangat berbahaya jika sampai terhisap ke dalam turbin mesin pesawat. Langkah antisipasi cepat langsung diambil oleh pihak pengelola bandara dan otoritas navigasi penerbangan untuk menghindari potensi risiko kecelakaan udara.

Normalisasi Jadwal Penerbangan Pascapembersihan Runway

Pihak otoritas bandara bersama petugas pemadam kebakaran dan tim teknis telah melakukan pembersihan menyeluruh pada landasan pacu (runway), taxiway, dan apron sejak pagi hari. Proses penyemprotan air dilakukan berkali-kali untuk memastikan tidak ada sisa endapan abu vulkanik yang menempel di permukaan aspal.

"Kami mengutamakan keselamatan penumpang di atas segalanya. Setelah dilakukan uji kelayakan dan paper test yang menunjukkan hasil nihil sebaran abu di area bandara, operasional langsung kami buka kembali secara bertahap," ujar perwakilan otoritas bandara dalam keterangan resminya.

Dengan dibukanya kembali fasilitas penerbangan ini, sejumlah maskapai yang sebelumnya sempat menunda (delay) atau membatalkan penerbangannya mulai mengatur ulang jadwal keberangkatan serta kedatangan penumpang. Calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui layanan pelanggan masing-masing maskapai.

Dampak Sebaran Abu Vulkanik bagi Warga Bandung

Hujan abu tipis yang sempat menyelimuti wilayah Kota Bandung dan sekitarnya sempat mengejutkan warga. Banyak kendaraan bermotor dan atap rumah yang tertutup lapisan debu putih kecokelatan. Fenomena ini terjadi akibat tiupan angin kencang di lapisan atmosfer atas yang membawa material vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda melintasi wilayah Jawa Barat bagian barat.

Melihat kondisi tersebut, dinas kesehatan dan lembaga kebencanaan setempat bergerak cepat membagikan masker serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Abu vulkanik diketahui mengandung silika bebas yang berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta iritasi mata jika terpapar secara langsung.

Langkah Penting Menghadapi Paparan Abu Vulkanik

Meskipun operasional penerbangan telah berjalan normal, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan. Beberapa langkah pencegahan yang perlu diterapkan antara lain:

  • Gunakan masker medis atau masker N95 saat harus beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring partikel debu mikro.
  • Gunakan kacamata pelindung dan hindari pemakaian lensa kontak guna mencegah iritasi pada kornea mata.
  • Tutup rapat tempat penampungan air serta wadah makanan agar tidak terkontaminasi zat kimia berbahaya dari abu vulkanik.
  • Segera bersihkan kendaraan dan teras rumah dengan menyiram air terlebih dahulu agar debu tidak berterbangan kembali ke udara.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama BMKG terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan arah angin secara real-time untuk memastikan keselamatan publik dan jalur transportasi nasional tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User