Di tengah derasnya arus informasi yang mengalir tanpa henti di era digital saat ini, masyarakat kerap kali dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Berbagai kabar, baik yang benar maupun yang belum terverifikasi, beredar dengan sangat cepat melalui jejaring media sosial dan aplikasi pesan instan. Menanggapi dinamika tersebut, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memberikan panduan krusial agar publik tetap memiliki jernih pikir dalam menyikapi setiap perkembangannya.
Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI, Timothy Ivan Triyono, menekankan pentingnya menjaga kesadaran kolektif di tengah maraknya potensi disinformasi. Menurutnya, respons masyarakat terhadap suatu informasi sangat menentukan stabilitas dan kedamaian di ruang publik.
Tiga Pegangan Utama untuk Masyarakat
Dalam keterangan resminya, Timothy membagikan tiga prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh seluruh lapisan masyarakat saat menerima berita atau kabar yang berpotensi memicu keraguan. Tiga panduan ini dirancang untuk menjadi filter awal sebelum sebuah informasi direspons atau disebarkan lebih luas.
"Karena itu, ada tiga pesan penting yang perlu menjadi pegangan bersama: tetap tenang, tetap waspada, dan ikuti informasi resmi," tegas Timothy Ivan Triyono saat memberikan arahan terkait strategi komunikasi publik.
Ia menjelaskan bahwa sikap tetap tenang diperlukan agar masyarakat tidak terbawa emosi atau mengambil tindakan gegabah yang berlandaskan rasa panik. Sementara itu, sikap tetap waspada menjadi kompas bagi warga untuk selalu menguji kebenaran setiap pesan yang diterima. Adapun langkah mengikuti informasi resmi merupakan kunci mutlak agar publik memperoleh fakta yang akurat dan terkonfirmasi langsung dari otoritas berwenang.
Membedakan Informasi Valid dan Desinformasi
Sebagai langkah edukasi, Bakom RI juga menyoroti perbedaan mendasar antara informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah dengan desinformasi atau hoaks yang kerap beredar liar di masyarakat. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk mencegah meluasnya kepanikan massal.
| Kategori | Informasi Resmi (Valid) | Desinformasi / Hoaks |
|---|---|---|
| Sumber Data | Kementerian, Lembaga, atau Bakom RI | Tidak jelas, anonim, atau mencatut nama instansi secara ilegal |
| Gaya Bahasa | Objektif, terukur, dan informatif | Provokatif, sensasional, dan menguras emosi |
| Kanal Penyebaran | Situs web resmi dan media sosial terverifikasi | Pesan berantai (broadcast) tanpa tautan valid |
Bakom RI mencatat bahwa stabilitas nasional di era informasi sangat bergantung pada literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kanal-kanal komunikasi resmi terus dilakukan agar akses terhadap data tepercaya semakin mudah dijangkau oleh publik di seluruh pelosok tanah air.
Langkah Praktis Menyaring Informasi
Guna memastikan masyarakat dapat menerapkan tiga pesan utama tersebut secara efektif, Timothy membagikan beberapa panduan praktis yang bisa dilakukan sehari-hari:
- Periksa Kredibilitas Sumber: Selalu pastikan berita berasal dari media massa yang terdaftar atau saluran komunikasi resmi pemerintah.
- Saring Sebelum Sharing: Tahan diri untuk tidak membagikan ulang pesan yang belum dipastikan kebenarannya, meskipun pesan tersebut datang dari kerabat dekat.
- Cek Tanggal Terbit: Perhatikan konteks waktu, sebab tak jarang berita lama diunggah kembali untuk membingungkan publik.
- Laporkan Konten Mencurigakan: Manfaatkan fitur aduan ke platform media sosial atau saluran aduan pemerintah jika menemukan indikasi hoaks.
Mengakhiri pernyataannya, Timothy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas ruang digital Indonesia. Menurutnya, menjaga keamanan informasi bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga negara.
"Mari kita bangun ruang publik yang menyejukkan. Jangan biarkan isu-isu yang tidak jelas merusak ketenteraman yang sudah kita jaga bersama," tutup Timothy dengan nada optimistis.
Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI, Timothy Ivan Triyono, menekankan pentingnya menjaga kesadaran kolektif di tengah maraknya disinformasi. 3 Pegangan Utama Publik: 1. Tetap tenang 2. Tetap waspada 3. Ikuti informasi resmi Baca berita selengkapnya untuk tahu cara membedakan berita valid dan hoaks!
Comments (0)