Aug 25, 2026
Nasional

Atasi Trauma Korban Gempa di Sikka, Kemensos Beri Dukungan Psikososial

Kementerian Sosial luncurkan Layanan Dukungan Psikososial untuk korban gempa di Sikka. Fokus pada kelompok rentan, dengan asesmen dan pendampingan terstruktur.]]>

Atasi Trauma Korban Gempa di Sikka, Kemensos Beri Dukungan Psikososial

Atasi Trauma Korban Gempa di Sikka, Kemensos Beri Dukungan Psikososial

Gempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik pada infrastruktur, tetapi juga dampak psikologis yang mendalam bagi para korban dan masyarakat setempat. Merespons kondisi ini, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia turun tangan memberikan dukungan psikososial guna membantu korban mengatasi trauma yang dialami.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Sikka pada 4 Desember 2022 lalu telah mengakibatkan puluhan rumah rusak, dua orang tewas, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Selain korban langsung, ratusan warga juga terpaksa mengungsi ke tengah kondisi bencana yang mengejutkan tersebut.

Dukungan Komprehensif dari Kemensos

Kemensos melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Sosial (Dirjen Rehapslas) telah mengirimkan tim psikolog dan tenaga sosial profesional untuk memberikan bantuan psikososial kepada para korban. Tim ini terdiri dari para psikolog klinis, konselor, dan relawan berpengalaman yang telah dilatih khusus dalam penanganan bencana.

"Kita tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tapi juga pada pemulihan psikologis korban. Kondisi trauma pasca bencana dapat berdampak jangka panjang jika tidak segera ditangani," ujar Deputi Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Sosial Kemensos, dalam keterangannya, Minggu (15/1/2023).

Dukungan psikososial ini dilakukan melalui berbagai macam pendekatan, mulai dari layanan konseling individu, kelompok, hingga psikoedukasi bagi masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan asesmen dini untuk mengidentifikasi korban yang memerlukan intervensi khusus, terutama anak-anak, lansia, dan korban dengan kondisi medis khusus.

Fokus pada Kelompok Rentan

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis pasca bencana. Mereka seringkali mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, kecemasan, hingga penurunan konsentrasi. Untuk itu, Kemensos bekerja sama dengan UNICEF dan lembaga kemanusiaan lainnya mengadakan kegiatan pemulihan psikososial berbasis bermain (play therapy) untuk membantu anak-anak mengekspresikan trauma mereka secara sehat.

"Melalui bermain, anak-anak bisa mengekspresikan perasaan mereka yang sulit diungkapkan secara verbal. Ini menjadi sarana penting dalam proses penyembuhan psikis mereka," jelas Kepala Bidang Pelayanan Sosial Khusus Dirjen Rehapslas Kemensos.

Bagi para lansia, tim psikososal memberikan pendekatan yang lebih personal dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis mereka yang telah memasuki masa tua. Bantuan ini tidak hanya berupa dukungan psikologis, tetapi juga perhatian terhadap kebutuhan kesehatan dan sosial mereka.

Pemulihan Jangka Panjang

Menurut Kemensos, dukungan psikososial yang diberikan bukanlah program jangka pendek, melainkan bagian dari upaya pemulihan jangka panjang. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Sikka hingga mereka benar-benar pulih secara fisik maupun psikologis.

Sejalan dengan upaya ini, Kemensos juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dalam membangun sistem dukungan psikososal yang terintegrasi dengan layanan kesehatan mental yang ada di Puskesmas dan rumah sakit.

Tanggapan Positif dari Masyarakat

Respons dari masyarakat terhadap bantuan psikososal ini cukup positif. Banyak warga yang merasa lega setelah bisa berbagi cerita dan perasaan mereka dengan para tenaga profesional.

"Sebelumnya, saya sering mengalami mimpi burul tentang gempa. Setelah beberapa kali konseling, perasaan takut saya mulai berkurang. Saya bisa tidur lebih nyenyak," kata salah satu korban, Maria (45), warga Desa Wuring, Kecamatan Aesesa, Sikka.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Drs. Yosep Nuba Beta, M.Si, mengapresiasi langkah yang diambil Kemensos. Menurutnya, dukungan psikososal sangat penting bagi proses pemulihan masyarakat pasca bencana.

"Selain kerusakan fisik, dampak psikologis seringkali luput dari perhatian. Padahal, ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat untuk bangkit kembali. Dengan dukungan dari Kemensos, kita yakin masyarakat Sikka akan bisa pulih secara utuh," ujarnya.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan para korban gempa di Sikka dapat mengatasi trauma yang dialami dan kembali bangkit untuk membangun kehidupan yang lebih baik di tengah tantangan yang ada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User