Sep 17, 2026
Hukum

AS dan Tiongkok Siap Bahas Potensi Risiko Bersama Teknologi AI

Di tengah sengitnya perlombaan teknologi global, kabar mengejutkan datang dari arena diplomasi internasional. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keterbu

AS dan Tiongkok Siap Bahas Potensi Risiko Bersama Teknologi AI

Di tengah sengitnya perlombaan teknologi global, kabar mengejutkan datang dari arena diplomasi internasional. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keterbukaannya untuk menggelar dialog tingkat tinggi bersama Tiongkok guna membahas potensi risiko bersama (shared risks) dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Pertemuan krusial ini dijadwalkan berlangsung pekan ini di New York City, menghadirkan para pejabat senior dari kedua negara adidaya tersebut.

Langkah diplomatik ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam keterangannya kepada Axios. Meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya secara tegas menolak desakan pelaku industri untuk memperlambat laju inovasi AI demi memenangkan kompetisi melawan Tiongkok, dialog ini membuka celah baru bagi kerja sama keselamatan teknologi di tingkat global.

Diplomasi Ekonomi dan Keamanan AI di New York

Pertemuan maraton yang dirancang berlangsung selama beberapa jam di New York tersebut memuat agenda yang sangat strategis. Selain Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer juga menjadi figur kunci dari pihak Amerika Serikat. Sementara itu, delegasi Tiongkok dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Diskusi intensif ini tidak hanya terbatas pada sektor AI, tetapi juga mencakup isu perdagangan internasional, rantai pasok logam tanah jarang (rare earths), hingga stabilitas ekonomi makro kedua negara.

"Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin utama dalam teknologi AI. Namun, kami sangat terbuka untuk berdiskusi guna menghindari risiko bersama dan mencegah terjadinya bifurkasi atau pemisahan total antara kedua sistem kita. Kami berharap diskusi ini mencakup model kecerdasan buatan berarsitektur terbuka maupun tertutup," tegas Scott Bessent.

Pernyataan Bessent tersebut menyoroti kekhawatiran terbesar para analis geopolitik: risiko bifurkasi teknologi, di mana dunia terancam terpecah menjadi dua ekosistem AI yang sama sekali terisolasi, beroperasi tanpa standar keselamatan universal, dan memicu potensi konflik siber yang tak terkendali.

Fokus Utama dan Poin Pembahasan AS-Tiongkok

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika perundingan diplomasi teknologi ini, berikut adalah poin-poin utama yang menjadi materi pembahasan antara Washington dan Beijing:

Topik Pembahasan Fokus Utama Target yang Ingin Dicapai
Risiko AI (Open & Closed Weight) Standar keselamatan model AI terbuka dan tertutup Mencegah kegagalan sistemik dan potensi kegunaan ganda (dual-use) yang berbahaya
Bifurkasi Teknologi Kompatibilitas dan komunikasi ekosistem digital Menjaga stabilitas pasar global tanpa isolasi teknologi penuh
Tanah Jarang & Logam Kritis Akses rantai pasok komponen manufaktur canggih Mengurangi ketegangan perang tarif dan pembatasan ekspor

Meskipun agenda pertemuan dirancang secara fleksibel untuk menampung berbagai isu mendesak, sumber-sumber internal mengonfirmasi bahwa pertemuan di tingkat teknis kemungkinan besar akan berlanjut hingga awal pekan depan. Kehadiran Bessent dan Greer menegaskan bahwa pemerintahan AS saat ini menempatkan AI bukan sekadar sebagai produk komersial, melainkan instrumen geopolitik dan ketahanan nasional yang utama.

Peran Kunci Bessent dalam Catur Teknologi Dunia

Scott Bessent sendiri memainkan peran yang kian central dalam perumusan kebijakan AI Amerika Serikat. Rekam jejaknya mencatat bahwa ia merupakan salah satu pejabat kabinet yang mendampingi Presiden Trump pada KTT G7, di mana Washington memelopori pengarahan standar AI internasional bersama para pimpinan tertinggi perusahaan teknologi dunia.

Selain diplomasi luar negeri, Bessent juga aktif meredakan ketegangan domestik antara Gedung Putih dan laboratorium riset AI terkemuka seperti Anthropic. "Dinamika ini membuktikan bahwa diplomasi teknologi memerlukan pendekatan pragmatis yang menyeimbangkan antara kompetisi sengit dan mitigasi risiko krisis," ujar pakar hubungan internasional.

Melalui dialog langsung ini, Amerika Serikat berusaha menunjukkan kepemimpinannya: tetap tancap gas dalam inovasi kecerdasan buatan, sembari memastikan bahwa teknologi tersebut tidak membawa bahaya bencana yang merugikan seluruh peradaban manusia.

Pemerintahan AS menyatakan terbuka untuk berdialog dengan Tiongkok terkait risiko keselamatan AI dan pencegahan bifurkasi teknologi. Pertemuan tingkat tinggi ini dipimpin Menkeu AS Scott Bessent dan Wabup Tiongkok He Lifeng. Baca berita selengkapnya hanya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User