Sep 19, 2026
Hukum

Argentina Selidiki Dugaan Pembunuhan Uskup Ponce de León Setelah 49 Tahun

Keadilan bagi mendiang Uskup San Nicolás, Carlos Horacio Ponce de León, akhirnya menemui titik terang baru setelah hampir lima dekade berlalu. Pengadilan F

Argentina Selidiki Dugaan Pembunuhan Uskup Ponce de León Setelah 49 Tahun

Keadilan bagi mendiang Uskup San Nicolás, Carlos Horacio Ponce de León, akhirnya menemui titik terang baru setelah hampir lima dekade berlalu. Pengadilan Federal Argentina secara resmi mengaktifkan kembali penyelidikan atas kematian sang uskup pada masa kediktatoran militer, sebuah peristiwa kelam yang selama 49 tahun lamanya diklaim rezim penguasa sebagai insiden kecelakaan lalu lintas biasa.

Langkah bersejarah ini memicu gelombang dukungan luas dari kalangan Gereja Katolik Argentina, khususnya kelompok curas villeros (para pastor yang melayani kawasan permukiman miskin dan kumuh). Mereka menyambut baik pemanggilan saksi kunci dan menyerukan doa bersama di seluruh negeri demi terungkapnya kebenaran hukum yang hakiki.

Panggilan Pemeriksaan Terhadap Agen Intelijen Militer

Hakim Federal Carlos Alberto Vera Barros telah menetapkan jadwal pemeriksaan terhadap dua orang warga sipil yang memiliki relasi erat dengan dinas intelijen militer Angkatan Darat Argentina pada masa kediktatoran. Keduanya dijadwalkan menjalani interogasi resmi di hadapan majelis hakim pengadilan.

Pihak yang dipanggil untuk memberikan keterangan adalah Luis Antonio Martínez, sopir kendaraan yang menabrak mobil Uskup Ponce de León, serta Sergio Carlos Bottini, pemilik sah dari kendaraan penabrak tersebut. Kendati kedua terperiksa saat ini telah berusia lebih dari 80 tahun, Tim Forensik Medis Peradilan Federal mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan fisik dan mental mereka memenuhi syarat untuk menjalani proses hukum.

"Kami menyambut baik kemajuan proses hukum ini dan mengajak seluruh umat untuk memasuki masa doa bersama demi tegaknya kebenaran dan keadilan atas wafatnya Uskup Carlos Horacio Ponce de León," tulis pernyataan resmi Equipo de Sacerdotes de Villas y Barrios Populares.

Vokal Membela Korban Penghilangan Paksa

Tragedi yang merenggut nyawa Uskup Ponce de León terjadi pada 11 Juli 1977 di Jalur Nasional 9. Semasa hidupnya, sang uskup dikenal sebagai figur religius yang berani berdiri di garda terdepan untuk mendampingi keluarga tahanan politik serta korban penghilangan paksa yang dilakukan oleh rezim junta militer.

Sebelum peristiwa maut tersebut terjadi, Uskup Ponce de León dilaporkan sempat mengumpulkan bukti dokumen pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di wilayahnya untuk diserahkan langsung ke Vatikan. Fakta historis inilah yang memperkuat dugaan bahwa kecelakaan mobil tersebut merupakan aksi pembunuhan berencana yang dirancang rapi oleh aparatur intelijen demi membungkam suara kritis sang rohaniwan.

Penyelidikan kembali dibuka setelah Pengadilan Federal Rosario pada tahun 2023 memerintahkan peninjauan ulang perkara ini dengan klasifikasi dugaan tindak pidana kejahatan kemanusiaan dan pembunuhan terencana oleh aparat negara.

Poin Penting Pengungkapan Kasus

  • Perubahan Status Perkara: Dari kecelakaan lalu lintas biasa pada tahun 1977 menjadi dugaan pembunuhan berencana bermotif politik.
  • Keterlibatan Intelijen: Dua individu terafiliasi dengan intelijen militer resmi diperiksa pengadilan federal.
  • Advokasi HAM: Pengakuan atas keberanian mendiang Uskup Ponce de León yang vokal membela keluarga korban kediktatoran militer Argentina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User