Sep 19, 2026
Nasional

Anwar Ibrahim dan Vladimir Putin Bertemu di New Delhi Bahas BRICS

Halo Sobat Beritaseputar! Ada kabar penting nih dari panggung diplomasi internasional. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru saja menggelar pertemu

Anwar Ibrahim dan Vladimir Putin Bertemu di New Delhi Bahas BRICS

Halo Sobat Beritaseputar! Ada kabar penting nih dari panggung diplomasi internasional. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru saja menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pertemuan hangat tersebut berlangsung di New Delhi, India, pada Jumat (11/9/2026), tepat sebelum pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS.

Pertemuan ini menjadi sorotan dunia mengingat posisi strategis kedua negara dalam peta geopolitik global yang tengah bergerak dinamis. Malaysia, di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, terus menunjukkan komitmennya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai kekuatan ekonomi dunia tanpa memihak pada blok tertentu.

Memperkuat Hubungan Bilateral dan Kerjasama Ekonomi

Dalam pertemuan berdurasi sekitar satu jam tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan volume perdagangan hingga kerja sama di bidang teknologi dan ketahanan pangan. Malaysia dan Rusia sepakat untuk mempercepat pembentukan mekanisme pembayaran independen guna memfasilitasi transaksi perdagangan bilateral tanpa bergantung sepenuhnya pada mata uang Barat.

Beberapa poin kunci yang menjadi fokus pembahasan antara Anwar Ibrahim dan Vladimir Putin antara lain:

  • Sektor Perdagangan dan Investasi: Mendorong peningkatan ekspor produk pertanian dan kelapa sawit Malaysia ke pasar Rusia, serta impor pupuk dan produk energi dari Rusia.
  • Konektivitas dan Pariwisata: Rencana pembukaan rute penerbangan langsung antara Kuala Lumpur dan Moskow guna menggenjot sektor pariwisata kedua negara.
  • Kerja Sama Pendidikan dan Teknologi: Pertukaran pelajar, riset sains bersama, serta pengembangan teknologi informasi.
  • Ketahanan Pangan dan Energi: Memastikan pasokan komoditas vital tetap stabil di tengah ketidakpastian iklim global.
"Malaysia selalu berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Diskusi kami dengan Presiden Putin sangat produktif, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara," ujar PM Anwar Ibrahim dalam keterangannya pasca-pertemuan.

Langkah Strategis Malaysia Menuju Keanggotaan BRICS

Pertemuan di New Delhi ini juga dipandang sebagai langkah krusial bagi Malaysia yang tengah mengupayakan keanggotaan penuh di dalam blok BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). Sebagai salah satu pelopor pembentukan BRICS, dukungan dari Rusia memiliki bobot diplomasi yang sangat signifikan.

Langkah Malaysia ini mencerminkan dorongan kuat untuk berpartisipasi dalam pembentukan tatanan dunia yang multipolar. Dengan bergabung bersama BRICS, Malaysia berharap dapat memperluas akses pasar di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, sekaligus memperkuat daya tawar negara-negara berkembang dalam panggung ekonomi global.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Vladimir Putin menyampaikan apresiasinya atas sikap independen Malaysia dan menyambut baik keinginan Kuala Lumpur untuk lebih terintegrasi dengan BRICS.

"Rusia senantiasa menganggap Malaysia sebagai mitra yang andal dan tepercaya di Asia Tenggara. Kami menyambut hangat aspirasi Malaysia untuk mempererat hubungan dengan keluarga besar BRICS," ungkap Presiden Putin.

Prospek Diplomasi dan Dampaknya bagi Kawasan ASEAN

Pertemuan ini memberikan sinyal kuat bahwa negara-negara di Asia Tenggara semakin lincah menavigasi dinamika global. Keberanian Malaysia merapat ke Rusia dan BRICS dinilai banyak pengamat sebagai bentuk pragmatisme ekonomi yang realistis. Langkah Anwar Ibrahim diprediksi akan menginspirasi beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN untuk memperluas jangkauan diplomasinya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana menjelang KTT BRICS di India makin hangat dengan kehadiran para pemimpin dunia. Publik kini menanti hasil konkret dari kesepakatan bilateral antara Malaysia dan Rusia ini dalam beberapa bulan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User