Aug 25, 2026
Nasional

Aliansi BEM Persatuan Se-DKI Dorong AMPB Kedepankan Dialog

Aliansi BEM Persatuan DKI Jakarta mendukung dialog konstruktif menjelang aksi AMPB di DPR. Mereka menekankan pentingnya etika demokrasi dan persatuan.]]>

Aliansi BEM Persatuan Se-DKI Dorong AMPB Kedepankan Dialog

Aliansi BEM Persatuan Se-DKI Dorong AMPB Kedepankan Dialog

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Persatuan se-DKI Jakarta mengajak Aliansi Masyarakat Peduli Banjir (AMPB) untuk lebih mendekatkan diri pada dialog. Mereka menilai solusi konstruktif merupakan kunci mengatasi masalah banjir yang sering melanda ibu kota.

Ketua Umum Aliansi BEM Persatuan se-DKI, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa aksi-aksi demonstrasi yang sering dilakukan AMPB belum memberikan solusi nyata untuk mengurangi banjir di Jakarta. Menurutnya, dialog antara pemerintah dengan masyarakat adalah langkah paling efektif untuk mencari solusi bersama.

"Kami mendukung semangat AMPB dalam memperjuangkan hak masyarakat terkait masalah banjir. Namun, kami berpendapat bahwa dialog lebih efektif daripada aksi-aksi yang hanya menimbulkan konflik," ujar Fauzi dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (15/11).

Kritikan Terhadap Aksi Demonstrasi

Fauzi menegaskan bahwa Aliansi BEM Persatuan se-DKI tidak bermaksud mengkritisi semangat AMPB. Namun, mereka khawatir aksi-aksi yang dilakukan justru menghambat proses penyelesaian masalah banjir.

"Kami melihat beberapa aksi dari AMPB yang berujung pada konfrontasi dengan aparat keamanan. Hal ini tidak membantu proses penyelesaian masalah. Sebaliknya, ini hanya menambah masalah baru," jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa aksi unjuk rasa yang dilakukan AMPB beberapa waktu lalu yang berujung pada bentrokan dengan aparat. Menurutnya, kondisi ini justru membuat perhatian pubot teralih dari isu utama yaitu solusi banjir.

Pendekatan Konstruktif

Aliansi BEM Persatuan se-DKI mengusulkan agar AMPB mengubah strategi dari aksi-aksi konfrontatif menjadi pendekatan konstruktif. Mereka menawarkan diri sebagai fasilitator antara AMPB dengan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami siap menjadi perantara dalam membuka dialog antara AMPB dengan pemerintah. Kami percaya melalui dialog yang terbuka dan transparan, kita bisa mencari solusi yang lebih baik untuk mengatasi banjir," kata Fauzi.

Ia menambahkan bahwa dialog yang dimaksud bukanlah sekadar pertemuan rutin, melainkan dialog substantif yang menghasilkan rencana aksi nyata. Rencana aksi tersebut harus melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah, ahli, tokoh masyarakat, dan organisasi perangkat daerah.

Isu Banjir Harus Jadi Prioritas

Fauzi menyoroti bahwa masalah banjir di Jakarta sudah menjadi masalah kronis yang membutuhkan solusi komprehensif. Menurutnya, solusi tersebut tidak bisa dicapai melalui aksi-aksi yang terpisah-pisah.

p>"Banjir di Jakarta bukan masalah yang bisa diatasi dengan satu atau dua program. Butuh sinergi antar pihak dan rencana jangka panjang. Itulah mengapa kami menekankan pentingnya dialog," ujarnya.

Ia mengakui bahwa pemerintah sudah memiliki beberapa program untuk mengatasi banjir, namun implementasinya masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, perlu adanya masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan program-program tersebut.

Reaksi AMPB

Sementara itu, Ketua AMPB, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap usulan dialog dari Aliansi BEM Persatuan se-DKI. Namun, ia menegaskan bahwa AMPB tidak akan berhenti melakukan aksi selama pemerintah belum memberikan respon yang memuaskan.

"Kami terbuka dialog, namun tidak berarti kami akan menghentikan aksi. Aksi kami adalah bentuk perlawanan terhadap kelambanan pemerintah dalam menyelesaikan masalah banjir," ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa AMPB telah melakukan berbagai upaya dialog dengan pemerintah namun hasilnya belum memuaskan. Oleh karena itu, aksi-aksi yang dilakukan merupakan langkah terakhir untuk memaksa pemerintah bertindak.

Tantangan ke Depan

Meski ada perbedaan pendekatan, baik Aliansi BEM Persatuan se-DKI maupun AMPB sepakat bahwa masalah banjir di Jakarta memerlukan solusi serius. Kedua belah pihak berharap bisa menemukan titik temu demi kebaikan bersama warga Jakarta.

"Kita semua tujuannya sama, yaitu mengatasi banjir di Jakarta. Perbedaan hanya pada metode. Karena itu, kami berharap ada saling pengertian antar pihak untuk mencapai tujuan bersama," tutup Fauzi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User