Sep 18, 2026
Hukum

Ahli Nutrisi Sebut Gaya Hidup Tentukan 75 Persen Longevity Manusia

Pernahkah Anda berpikir, apa rahasia utama agar seseorang bisa hidup panjang umur hingga usia senja? Selama ini, banyak dari kita yang terburu-buru menyala

Ahli Nutrisi Sebut Gaya Hidup Tentukan 75 Persen Longevity Manusia

Pernahkah Anda berpikir, apa rahasia utama agar seseorang bisa hidup panjang umur hingga usia senja? Selama ini, banyak dari kita yang terburu-buru menyalahkan atau justru mengagumi faktor genetik keturunan keluarga. Namun, sebuah fakta medis yang cukup mengejutkan diungkap oleh pakar kesehatan. Ternyata, garis keturunan bukanlah penentu utama berapa lama dan seberapa sehat kita akan menghabiskan sisa hidup di dunia ini.

Dalam ajang Health Summit keenam yang diselenggarakan oleh media LA NACION, María Cecilia Ponce, seorang ahli gizi yang berspesialisasi dalam bidang nutrigenetika sekaligus penulis buku La Edad que Elegimos (Usia yang Kita Pilih), membeberkan fakta sains terkini mengenai penuaan seluler dan rahasia umur panjang manusia.

Genetik Hanya 25 Persen, Gaya Hidup Memegang Kendali Utama

Ponce menjelaskan bahwa persepsi masyarakat selama ini kerap keliru mengenai peran DNA. Banyak orang merasa berpasrah diri pada penyakit penuaan karena menganggap hal tersebut adalah warisan tak terelakkan dari orang tua. Padahal, riset medis terbaru menunjukkan hal yang jauh berbeda.

"Setiap hari, persentase tanggung jawab genetik dalam menularkan patologi atau penyakit monogenik terbukti semakin kecil," tegas Ponce.

Secara rincinya, Ponce memaparkan bahwa rahasia panjang umur manusia modern ditentukan oleh komposisi yang sangat kontras: 25 persen ditentukan oleh genetik, sementara 75 persen sisa rahasianya terletak pada gaya hidup. Artinya, kendali atas kesehatan dan masa tua sebenarnya berada penuh di tangan pilihan harian yang kita buat sendiri.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai perbandingan faktor penentu kesehatan jangka panjang ini, berikut adalah rincian perbandingannya:

Faktor Penentu Persentase Kontribusi Komponen Utama
Genetik / DNA 25% Bawaan lahir, riwayat penyakit keluarga, kecenderungan biologis awal.
Gaya Hidup & Lingkungan 75% Pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, manajemen stres, dan paparan zat harian.

Hidup Lebih Lama Belum Tentu Hidup Lebih Sehat

Ponce mengambil contoh data harapan hidup di Argentina yang mencapai angka rata-rata 77 tahun, salah satu yang tertinggi di kawasan Amerika Latin. Angka ini sekilas terlihat sangat menggembirakan. Namun, jika diteliti lebih mendalam, terdapat jarak yang cukup memprihatinkan antara harapan hidup total dan harapan hidup sehat.

"Ada perbedaan besar antara angka harapan hidup populasi dengan harapan hidup yang benar-benar sehat," ujar Maria Cecilia Ponce.

Dari rata-rata 77 tahun usia hidup tersebut, Ponce mengungkapkan fakta bahwa ada sekitar 11 tahun masa hidup yang dihabiskan dalam kondisi tidak sehat. Banyak lansia melewati dekade terakhir hidup mereka dengan ketergantungan pada obat-obatan, kehilangan otonomi diri, serta menderita berbagai penyakit kronis.

Ponce pun melemparkan pertanyaan reflektif yang sangat menohok bagi kita semua: "Kita memang hidup lebih lama, tetapi apakah kita benar-benar hidup lebih baik?"

Kekuatan Pola Makan dalam Memodulasi Penuaan Sel

Sebagai seorang pakar nutrigenetika, Ponce menyoroti bahwa makanan bukan sekadar pemuas rasa lapar atau sumber energi harian belaka. Pola makan adalah pengatur biologis utama yang sanggup memodulasi proses penuaan pada tingkat seluler.

Dalam kesempatan tersebut, Ponce memperkenalkan konsep "lingkungan" dalam arti yang sangat luas (epigenetik). Lingkungan yang dimaksud mencakup segala sesuatu yang masuk dan berinteraksi dengan tubuh kita sehari-hari, meliputi:

  • Asupan Nutrisi Harian: Makanan utuh (whole foods) yang kaya antioksidan mampu menekan peradangan sistemik seluler.
  • Pola Istirahat dan Tidur: Kualitas tidur yang cukup sangat krusial untuk proses perbaikan seluler secara alami.
  • Konsumsi Obat-obatan: Penggunaan obat kimia jangka panjang yang perlu dikelola secara bijak.
  • Aktivitas Fisik Teratur: Olahraga konsisten merangsang fungsi mitokondria dan menjaga massa otot tubuh.
  • Paparan Polutan: Menghindari paparan zat racun serta radikal bebas dari lingkungan sekitar.

Dengan memperbaiki pola makan dan mengontrol interaksi lingkungan ini sejak dini, kita sebenarnya sedang memberikan sinyal positif kepada gen tubuh untuk mengekspresikan kesehatan optimal, bukan memicu timbulnya penyakit di masa tua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User