Tragedi memilukan menandai awal tahun ajaran baru di Sumatra Utara. Sebuah truk pengangkut tandan buah sawit terguling dan menimpa sekelompok siswi yang tengah berjalan pulang usai mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Satu pelajar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa nahas itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Desa Perkebunan Marpinggan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Berdasarkan keterangan saksi mata, truk bernomor polisi BK 8974 CE melaju dari arah Kisaran menuju Pematang Siantar dengan muatan penuh tandan sawit segar.
- Truk yang dikemudikan oleh Supriadi (43) tiba-tiba oleng saat melewati tikungan menurun.
- Roda belakang bagian kiri diduga patah pada bagian as, menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan.
- Mirza, salah satu saksi yang berada di lokasi, mengatakan truk sempat terseret sejauh 20 meter sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
- "Suara besi patah terdengar keras, lalu truk langsung miring dan jatuh menimpa anak-anak sekolah yang sedang berjalan di bahu jalan," ujarnya dengan nada masih shock.
Akibat tergulingnya truk, muatan tandan sawit yang beratnya diperkirakan mencapai 12 ton tumpah dan menimpa para siswi yang tidak sempat menyelamatkan diri. Korban meninggal dunia diketahui bernama Nurul Hasanah (15), siswi kelas X salah satu SMK swasta di wilayah itu. Ia terjepit di bawah badan truk dan muatan sawit, dan dinyatakan meninggal di tempat setelah tim medis yang datang tak mampu menyelamatkannya.
Korban Luka dan Evakuasi
Selain korban jiwa, tercatat 14 siswi lainnya mengalami luka ringan hingga berat. Mereka dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian yang tiba sekitar 15 menit setelah kejadian. Beberapa korban dengan luka serius langsung dilarikan ke RSUD Perdagangan dan RS Vita Insani Pematang Siantar. Hingga malam hari, tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif akibat patah tulang dan trauma kepala.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun, AKP Dhoraria Simanjuntak, dalam keterangan persnya menyampaikan duka mendalam dan memastikan pihaknya akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan. "Kami telah mengamankan sopir dan memeriksa kondisi truk. Dugaan awal, kelalaian perawatan kendaraan dan kelebihan muatan menjadi faktor utama. As roda yang patah sudah kami bawa ke labfor untuk uji material," jelasnya.
"Kami sangat terpukul. Anak-anak ini baru saja memulai sekolah. Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi perusahaan angkutan agar lebih peduli keselamatan," kata AKP Dhoraria.
Duka Mendalam Keluarga Korban
Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhumah Nurul Hasanah di Desa Naga Jaya I. Isak tangis keluarga dan teman-teman sekolahnya pecah saat jenazah tiba. Ayah korban, Ahmad Sanusi, buruh tani setempat, mengaku kehilangan putri semata wayangnya. "Dia anak baik, rajin sekolah. Tadi pagi masih sempat pamit salaman. Saya tidak menyangka ini terakhir kali," ucapnya terisak.
Pihak sekolah, melalui Kepala SMK Swasta tempat korban menimba ilmu, menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis bagi siswa-siswi yang menjadi saksi atau korban selamat. "Trauma ini perlu penanganan serius. Kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk konseling," ungkapnya.
Respons Pemerintah dan Tindak Lanjut
Bupati Simalungun menyampaikan belasungkawa dan instruksi agar Dinas Perhubungan setempat memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang yang melintas di jalan provinsi. Pemerintah juga menjanjikan santunan bagi keluarga korban meninggal dan biaya pengobatan bagi yang luka-luka melalui program jaminan kecelakaan daerah.
Organisasi keselamatan jalan setempat menyoroti maraknya truk sawit dengan kondisi tidak laik jalan yang beroperasi di kawasan perkebunan. Data komunitas peduli transportasi Sumatra mencatat, sepanjang 2026 saja telah terjadi 12 kecelakaan serius melibatkan truk muatan berat di jalur Kisaran–Siantar, menewaskan total 19 orang. Mereka mendesak evaluasi rute dan jam operasional truk, terutama di jam pulang sekolah.
[SOCIAL_TWEET]: Tragedi memilukan di Sumut: truk sawit terguling timpa rombongan siswi, 1 tewas 14 luka. As roda patah diduga penyebabnya. Doa untuk para korban, semoga keluarga diberi ketabahan. #KecelakaanLaluLintas #SumatraUtara #KeselamatanJalan[SOCIAL_TG]: 🚛💔 Truk pengangkut sawit terguling dan menimpa para pelajar di Simalungun, Sumut. Satu siswi tewas di tempat, belasan lainnya dilarikan ke rumah sakit. Sopir diamankan, polisi selidiki penyebabnya. Kirim doa untuk korban 🙏
Comments (0)