PARIS — Gelombang unjuk rasa mahasiswa dan aksi mogok nasional kembali mengguncang Prancis. Aparat antihuru-hara diterjunkan ke sejumlah titik strategis, termasuk di Saint-Denis, pinggiran Paris, setelah ratusan pelajar dan mahasiswa memblokade sekolah serta mendirikan barikade di jalanan. Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026) waktu setempat, sebanyak 1.949 orang ditangkap di seluruh negeri, melonjak drastis dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 625 penangkapan.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengecam aksi yang ia sebut sebagai "kekerasan tanpa kendali". Kementerian Dalam Negeri melaporkan bahwa 305 personel polisi dan gendarmarie mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan massa. Sementara itu, gas air mata digunakan aparat untuk membubarkan kerumunan di depan kantor kepolisian setempat, memicu kepulan asap dan kepanikan di kawasan padat penduduk tersebut.
Kronologi Aksi Demo dan Bentrokan
- Pagi hari: Pelajar sekolah menengah dan mahasiswa mulai berkumpul di depan sekolah dan kampus masing-masing. Mereka menuntut penambahan guru pengganti serta perbaikan kondisi pembelajaran yang dinilai jauh dari layak.
- Siang hari: Aksi meluas. Petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, pekerja transportasi, dan pegawai negeri lainnya bergabung dalam gelombang mogok nasional.
- Sore hingga malam: Massa mendirikan barikade dadakan dari benda-benda di jalan, memblokade sejumlah sekolah dan universitas, serta membakar tong sampah. Polisi antihuru-hara merespons dengan tembakan gas air mata.
- Setelah bentrok: Hingga malam, otoritas mencatat 1.949 penangkapan di berbagai kota, naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
"Kami menghadapi kekerasan tanpa kendali. Negara tidak akan tinggal diam terhadap perusakan fasilitas publik dan serangan terhadap aparat."
— Laurent Nunez, Menteri Dalam Negeri Prancis
Tuntutan Utama dan Respons Pemerintah
Para pengunjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyentuh langsung sektor pendidikan dan layanan publik. Mereka menilai pemerintah belum serius menangani kekurangan tenaga pengajar pengganti, yang membuat proses belajar-mengajar sering terganggu.
- Pendidikan: Penambahan guru pengganti dan perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah serta kampus.
- Layanan publik: Pemenuhan hak pekerja sektor kesehatan, pemadam kebakaran, transportasi, dan pegawai negeri.
- Kebijakan sosial: Desakan agar anggaran publik dialihkan untuk memperkuat layanan dasar masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan terkait langkah lanjutan yang akan diambil. Situasi di beberapa kota dilaporkan masih tegang, dengan penjagaan ketat aparat di titik-titik rawan. Serikat pekerja mengisyaratkan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspons.
Dampak dan Situasi Terkini
Membanjirnya aksi demo dan mogok kerja berdampak pada terganggunya aktivitas harian warga, terutama di wilayah metropolitan Paris dan kota-kota besar lain. Sejumlah layanan transportasi dilaporkan tidak berjalan normal, sementara sekolah dan kampus terpaksa meliburkan kegiatan belajar tatap muka.
Pengamat menilai lonjakan jumlah penangkapan dalam sehari menjadi sinyal bahwa ketegangan antara pemerintah dan kelompok pekerja serta pelajar kian memanas. Dengan masih adanya kelompok yang bertahan di jalanan, situasi bisa berkembang cepat dalam 24 jam ke depan.
Comments (0)