Washington, AS — Sejumlah pengembang pusat data (datacenter) di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena ekspansi bisnis kecerdasan buatan mereka yang masif, melainkan karena dugaan manipulasi proses perizinan polusi udara yang diatur oleh Environmental Protection Agency (EPA). Kelompok pegiat lingkungan menuduh perusahaan-perusahaan raksasa teknologi sengaja memecah sumber emisi mereka agar lolos dari pengawasan ketat.
Dalam laporan yang beredar, para advokat lingkungan menyebut bahwa perusahaan membutuhkan izin federal untuk membuang berbagai jenis polutan. Namun, dalam aplikasi perizinan mereka, sejumlah perusahaan besar menghindari tinjauan "mayor" dengan cara membagi sumber emisi menjadi beberapa sumber "minor" terpisah yang memerlukan pengawasan regulasi jauh lebih ringan.
Kronologi Tuduhan dan Modus yang Diduga Dilakukan
- Penyusunan Aplikasi Izin: Perusahaan datacenter mengajukan permohonan izin emisi ke EPA untuk operasional fasilitas mereka yang berukuran besar.
- Pemecahan Sumber Emisi: Alih-alih melaporkan seluruh generator dan peralatan pendingin sebagai satu kesatuan, mereka memecahnya menjadi unit-unit kecil yang masing-masing di bawah ambang batas "mayor".
- Klasifikasi "Minor Source": Dengan status minor, proyek hanya memerlukan tinjauan regulasi ringan, tanpa kontrol emisi ketat dan tanpa evaluasi dampak lingkungan menyeluruh.
- Eskalasi Kritik: Pegiat lingkungan menilai praktik ini sebagai celah yang sengaja dieksploitasi untuk menghindari skrutini publik dan kewajiban pengendalian polusi.
Modus ini bukan hal baru dalam dunia regulasi lingkungan. Namun skala datacenter yang terus membengkak—didorong ledakan kebutuhan komputasi AI—membuat dampaknya jauh lebih besar dibandingkan fasilitas industri konvensional. Setiap pusat data raksasa menyerap daya listrik puluhan hingga ratusan megawatt, yang berarti emisi dari pembangkit cadangan dan sistem pendinginnya juga signifikan.
"Membagi emisi menjadi potongan-potongan kecil agar terlihat tidak signifikan adalah permainan angka yang merugikan masyarakat dan lingkungan," ujar salah satu advokat lingkungan yang menolak disebutkan namanya.
Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jika tuduhan ini benar, maka warga di sekitar lokasi pembangunan datacenter berpotensi terpapar polutan udara tanpa perlindungan hukum yang semestinya. Izin "minor" umumnya tidak mewajibkan pemasangan teknologi pengendali emisi canggih, tidak memerlukan analisis dampak kesehatan, dan minim peluang partisipasi publik.
- Emisi tak terkendali: Generator diesel cadangan dan sistem pendingin dapat melepaskan nitrogen oksida, partikulat halus, serta karbon monoksida.
- Pengawasan lemah: Status minor membuat inspeksi dan pelaporan berkala jauh lebih longgar.
- Ketimpangan regulasi: Industri lain dengan emisi serupa justru diwajibkan memenuhi standar ketat.
EPA sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini. Namun tekanan publik diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah datacenter yang dibangun di berbagai wilayah AS. Para pegiat mendesak agar regulasi diperbarui untuk menutup celah pemecahan sumber emisi, sekaligus memastikan transparansi penuh dalam setiap proses perizinan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan teknologi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat atas udara bersih. Tanpa penegakan aturan yang tegas, ekspansi datacenter berisiko menjadi bom waktu lingkungan yang dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian.
Comments (0)