Oct 10, 2026
entertainment

Panggung Mode di Sudut Jakarta: Ketika Tas Berbicara Lebih dari Sekadar Gaya

Di salah satu sudut Central Park Mall, Jakarta, sebuah ruangan berdiri berbeda dari gerai tas kebanyakan. Dindingnya bukan rak kaca berisi barang dagangan, melainkan permainan cahaya yang bergerak men...

Panggung Mode di Sudut Jakarta: Ketika Tas Berbicara Lebih dari Sekadar Gaya

Di salah satu sudut Central Park Mall, Jakarta, sebuah ruangan berdiri berbeda dari gerai tas kebanyakan. Dindingnya bukan rak kaca berisi barang dagangan, melainkan permainan cahaya yang bergerak mengikuti irama musik. Pengunjung yang melangkah masuk tak langsung melihat etalase, tetapi sebuah lorong yang seolah mengajak mereka masuk ke dalam dunia lain — dunia yang memadukan mode, bunyi, dan sentuhan.

Di situlah The Coach Tabby Shop kembali dibuka, menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih dari sekadar transaksi. Sejak dibuka pada 8 Oktober 2026, ruang ini menjadi semacam panggung kecil bagi para pencinta mode Jakarta untuk menyentuh langsung, mencoba, dan merasakan apa yang selama ini hanya mereka lihat di layar ponsel.

Ruang yang Mengajak Berbicara

Yang membuat ruang ini terasa hidup adalah cara ia dirancang. Instalasi imersif di beberapa titik memadukan proyeksi visual dengan musik yang mengalun pelan, menciptakan suasana yang membuat orang betah berlama-lama. Ada area interaktif tempat pengunjung bisa memilih tali dan bandana Tabby sesuai selera, lalu menyaksikan tas mereka dirangkai di depan mata.

"Awalnya saya cuma iseng mampir," ujar seorang pengunjung, Rani, sambil tersenyum. "Tapi begitu masuk, saya jadi ikut duduk, memilih warna, dan tiba-tiba saja saya merasa tas ini jadi milik saya. Ada rasa personal yang saya tidak temukan di tempat lain."

Kalimat itu mungkin mewakili banyak orang. Di balik kilau lampu dan alunan musik, ada sesuatu yang lebih sederhana: keinginan untuk merasa terhubung dengan benda yang dibawa setiap hari.

"Tas bukan cuma soal gaya. Ia ikut menemani perjalanan kita — ke kantor, ke kafe, ke tempat-tempat yang kita cintai. Kami ingin orang merasakan itu saat masuk ke sini."

Ketika Mode Bertemu Musik

Perpaduan fashion dan musik menjadi denyut utama ruang ini. Setiap sudut punya ritme sendiri, dan pengunjung diajak berpindah dari satu suasana ke suasana lain. Di satu sisi, warna-warna lembut mendominasi; di sisi lain, nada-nada lebih tegas membangun energi berbeda.

Bagi sebagian pengunjung, pengalaman ini mengingatkan bahwa mode bukan sekadar soal penampilan luar. Ada cerita, ada kenangan, ada momen mengharukan yang sering luput dari perhatian. Seorang ibu muda, Dita, mengisahkan bagaimana ia membeli tas pertamanya dari hasil menabung setahun. "Saat itu saya menangis di dalam bus," kenangnya. "Bukan karena tasnya mahal, tapi karena saya berhasil membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa."

Cerita semacam itu jarang terdengar di ruang pamer. Namun di The Coach Tabby Shop, sentuhan personal justru jadi bagian dari pengalaman. Ada meja kecil tempat pengunjung bisa menuliskan nama atau inisial pada tali tas pilihan mereka — sentuhan sederhana yang membuat benda itu terasa lebih dari sekadar produk.

Merawat Mimpi di Tengah Kota

Jakarta adalah kota yang bergerak cepat. Orang berlalu-lalang, waktu terasa sempit, dan ruang untuk sekadar berhenti semakin jarang. Di tengah ritme itu, kehadiran ruang seperti ini menjadi semacam jeda — tempat orang bisa melambat, melihat, dan merasa.

"Kami ingin orang tidak hanya membeli, tapi juga mengingat," ujar salah satu perwakilan penyelenggara. "Pengalaman yang menyentuh hati biasanya yang paling lama tinggal di ingatan."

Bagi banyak pengunjung, apa yang mereka bawa pulang mungkin bukan hanya sebuah tas. Ada rasa bangga karena bisa memilih sendiri, ada tawa saat mencoba berbagai model, ada cerita yang mereka bagikan kepada teman. Semua itu bagian dari perjalanan kecil yang berlangsung di sebuah sudut mal, di antara gemerlap kota yang tak pernah tidur.

The Coach Tabby Shop akan tetap membuka pintunya hingga beberapa waktu ke depan. Bagi yang datang, ruang itu mungkin cuma tempat singgah. Tapi bagi sebagian orang, ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap benda yang kita bawa, selalu ada cerita yang berjuang untuk dikenang — tentang mimpi, tentang bangkit, dan tentang keberanian sederhana untuk merayakan diri sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User