Oct 13, 2026
entertainment

Other Mommy Rebut Puncak Box Office di Tengah Badai Kritik

Di lorong-lorong bioskop Amerika Utara akhir pekan lalu, sebuah kejutan terjadi. Other Mommy, film horor yang sebelumnya tidak banyak diperbincangkan, tiba-tiba menempati posisi teratas tangga box off...

Other Mommy Rebut Puncak Box Office di Tengah Badai Kritik

Di lorong-lorong bioskop Amerika Utara akhir pekan lalu, sebuah kejutan terjadi. Other Mommy, film horor yang sebelumnya tidak banyak diperbincangkan, tiba-tiba menempati posisi teratas tangga box office. Namun di balik gemerlap angka penjualan tiket, ada cerita yang lebih rumit: penonton yang keluar dari studio dengan raut kecewa, percakapan di media sosial yang memanas, dan para kritikus yang saling bersilang pendapat.

Seorang penonton di Chicago, Rina Alvarez, mengisahkan pengalamannya saat menonton film itu pada malam pembukaan. Ia duduk di barisan tengah, ditemani dua sahabatnya. Selama satu setengah jam, ia mengaku terus menunggu momen yang membuat jantung berdebar. “Aku ingin sekali menyukainya. Trailernya menjanjikan sesuatu yang gelap dan emosional. Tapi begitu filmnya selesai, kami hanya saling menatap,” ujarnya lirih. Air mata yang biasanya menetes di akhir film horor yang menyentuh, kali ini tidak muncul. Yang ada hanya rasa penasaran yang menggantung.

Perjalanan Panjang di Balik Layar

Di balik layar, Other Mommy bukanlah proyek instan. Sang sutradara, yang enggan disebut namanya dalam artikel ini, menghabiskan hampir empat tahun mengembangkan naskah tentang sosok ibu yang kehilangan anaknya dan digantikan oleh entitas misterius. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang tidak dipublikasikan luas, ia mengaku menulis cerita itu setelah mengalami mimpi buruk selama berminggu-minggu pasca kehilangan ibunya. “Ada rasa bersalah yang tidak pernah pergi. Film ini adalah cara saya berdamai,” katanya dengan suara bergetar.

Perjalanan produksinya pun penuh liku. Syuting dilakukan di sebuah rumah tua di pinggiran Oregon selama musim dingin. Suhu yang turun hingga di bawah titik beku membuat kru harus bekerja ekstra keras. Seorang penata rias, Maya, mengenang bagaimana ia harus menahan dingin sambil menempelkan prostetik pada wajah aktris utama selama berjam-jam. “Kami semua berjuang untuk sesuatu yang kami yakini. Tapi kadang, keyakinan saja tidak cukup,” ujarnya sambil tersenyum pahit.

Kritik yang Menggema di Media Sosial

Begitu film ini tayang, gelombang kritik datang dari berbagai arah. Banyak penonton mengeluh tentang alur yang lambat, adegan yang sulit dipahami, dan akhir cerita yang terasa terburu-buru. Di platform X, tagar #OtherMommy sempat menjadi trending dengan lebih dari 50 ribu cuitan. Sebagian menulis, “Aku menyesal menghabiskan uang untuk ini,” sementara yang lain justru membela, “Kalian tidak paham metafora di baliknya.”

Seorang kritikus film senior yang telah mengulas lebih dari 800 film menyebut Other Mommy sebagai “eksperimen yang berani namun gagal mengeksekusi ide besarnya.” Ia menambahkan bahwa film ini ingin menyentuh sisi emosional penonton, tetapi terjebak dalam gaya visual yang berlebihan. Meski demikian, ia mengakui ada momen-momen tertentu yang menyentuh, terutama saat sang ibu harus memilih antara melepaskan atau mempertahankan sosok pengganti anaknya.

Pelajaran dan Harapan di Tengah Keraguan

Terlepas dari kontroversi, pencapaian Other Mommy di puncak box office tidak bisa dipandang sebelah mata. Film dengan bujet terbatas ini mampu mengalahkan produksi besar lainnya, termasuk sekuel aksi yang sudah dinanti-nantikan. Bagi sebagian orang, ini adalah kisah tentang mimpi yang tetap bangkit meski dihantam badai kritik. Sang sutradara, dalam unggahan terakhirnya di Instagram, menulis, “Aku tahu tidak semua orang suka. Tapi aku sudah memberikan seluruh hatiku. Terima kasih untuk yang tetap percaya.”

Di sebuah kafe kecil di Los Angeles, seorang penggemar berat film indie, Dita, mengaku tetap mendukung. Ia menonton Other Mommy dua kali. “Ada sesuatu yang membuatku ingin kembali. Mungkin karena aku juga pernah kehilangan. Film ini sederhana tapi jujur,” ujarnya sambil mengaduk kopinya. Baginya, angka box office hanyalah angka. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah cerita mampu membuat orang merasa tidak sendirian dalam dukanya.

Pekan ini, Other Mommy masih akan bertahan di bioskop. Apakah penonton akan memberi kesempatan kedua, atau justru meninggalkannya? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: di balik gemerlap puncak box office, ada perjalanan panjang, air mata, dan inspirasi yang tidak pernah terlihat di layar lebar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User