Sep 25, 2026
entertainment

Kisah Meong! yang Mengantar Kucing ITB ke Panggung Dunia

Di sudut ruangan berukuran tiga kali empat meter di gedung Lembaga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, sekelompok mahasiswa duduk melingkar mengelilingi satu proyektor kecil. Layarnya tak lebih...

Kisah Meong! yang Mengantar Kucing ITB ke Panggung Dunia

Di sudut ruangan berukuran tiga kali empat meter di gedung Lembaga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, sekelompok mahasiswa duduk melingkar mengelilingi satu proyektor kecil. Layarnya tak lebih besar dari selembar kertas A3, namun di situlah seekor kucing pertama kali berjalan di antara barisan kode dan cahaya. Adegan itu begitu sederhana—hanya siluet bertelinga tajam yang melompat di antara bayangan—hingga tak seorang pun berpikir bahwa kucing bernama Meong! itu akan melangkah sejauh ini.

Sebuah Mimpi yang Tumbuh di Ruang Kecil

Perjalanan Meong! berawal dari kegelisahan yang sering dialami para pembuat film kampus: bagaimana bercerita dengan apa yang ada di sekitar. Kucing-kucing yang berkelihan di lorong kampus ITB, yang tertidur di atas kap mesin motor mahasiswa, atau yang mengintip dari balik rak buku perpustakaan, menjadi inspirasi yang tak terduga. Tim produksi mengisahkan bahwa mereka ingin menangkap momen-momen kecil itu—kesunyian, kehangatan, dan sedikit misteri—ke dalam kisah pendek yang manusiawi.

Proses kreatifnya tidak selalu mulus. Ada malam-malam panjang di mana adegan harus diambil ulang karena kucing utama tiba-tiba kabur ke atap gedung. Ada pula momen mengharukan ketika seluruh tim harus duduk diam selama berjam-jam hanya demi satu gerakan mata yang tepat. Di balik layar, mereka belajar bahwa kesabaran bukan hanya soal sinematografi, tetapi juga soal memahami makhluk yang tak bisa diajak berunding.

Perjuangan Menuju Panggung Internasional

Ketika nama Meong! akhirnya diumumkan sebagai pemenang di NextScene Kids dan Youth Film Festival 2026, ruang kecil itu kembali dipenuhi suara. Kali ini bukan suara kucing, melainkan sorakan dan air mata yang tertahan. Kemenangan di festival internasional bukan sekadar piala bagi mereka; ia adalah bukti bahwa kisah sederhana dari sudut kampus bisa menjangkau penonton di negara-negara yang bahasanya belum tentu mereka pahami.

“Kami tidak pernah bercita-cita menang festival besar. Kami hanya ingin bercerita tentang kucing yang selalu kami lihat setiap hari,” ujar salah satu anggota tim produksi dengan suara bergetar.

Kisah ini menjadi inspirasi tersendiri bagi mahasiswa film di berbagai kampus. Banyak yang bertanya-tanya, apa rahasia di balik kesuksesan sebuah film pendek yang dibuat dengan anggaran terbatas dan peralatan seadanya. Jawabannya tampaknya terletak pada kejujuran emosional: film yang lahir dari pengalaman nyata cenderung menyentuh hati penonton tanpa perlu efek spektakuler.

Makna yang Melampaui Piala

Sejak pengumuman festival itu, kucing-kucing di kampus ITB seolah-olah mendapat perlakuan istimewa. Mahasiswa yang dulu hanya melempar ekor senyum kini berhenti sejenak untuk memberi makan. Tim produksi mengisahkan bahwa mereka berharap film ini mengingatkan orang untuk memperhatikan hal-hal kecil yang sering terlupakan—entah itu kucing di trotoar, secangkir kopi yang menyejukkan pagi, atau teman yang selalu mendengarkan.

Kemenangan Meong! juga membuka pintu diskusi tentang pentingnya ruang bagi sineas muda untuk bereksperimen. LFM ITB selama ini dikenal sebagai tempat di mana gagasan gila diuji tanpa takut gagal. Dari ruang itulah lahir karya-karya yang kemudian menembus batas geografis, membawa nama kampus dan kota Bandung ke hadapan audiens global.

Di penghujung cerita, tak ada yang berubah secara drastis di ruang kerja kecil itu. Proyektor masih sama, kursi-kursi masih berderit, dan aroma kopi instan masih menempel di dinding. Namun, ada satu hal yang berbeda: keyakinan bahwa mimpi—sekecil apa pun asalnya—bisa tumbuh menjadi perjalanan yang menyentuh banyak orang. Meong! telah membuktikan bahwa kadang-kadang, kisah paling mengharukan dimulai dari suara kecil yang tak pernah berhenti berharap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User