Oct 11, 2026
entertainment

Kilau Kecil Penuh Makna di Balik Bros Hijab

Di sebuah sudut kamar berukuran tak lebih dari 3x4 meter, Rania duduk bersimpuh di depan meja rias kayu yang sudah berusia belasan tahun. Tangannya cekatan memilih satu per satu bros dari kotak rotan ...

Kilau Kecil Penuh Makna di Balik Bros Hijab

Di sebuah sudut kamar berukuran tak lebih dari 3x4 meter, Rania duduk bersimpuh di depan meja rias kayu yang sudah berusia belasan tahun. Tangannya cekatan memilih satu per satu bros dari kotak rotan kecil. Ada yang berbentuk bunga mawar dari kain perca, ada pula yang berkilau dari manik-manik kaca bekas. Setiap bros, baginya, bukan sekadar aksesori penutup jarum pentul. Ia adalah penanda identitas, pengingat perjalanan, dan cara sederhana untuk menyatakan diri.

"Dulu, saya hanya pakai peniti biasa. Warnanya emas, bentuknya sama terus. Sampai suatu hari anak saya bilang, 'Bunda, kok brosnya itu-itu aja?' Sejak itu saya mulai mengoleksi," ujarnya sembari tersenyum tipis, mengisahkan awal mula kebiasaan yang kini menjelma kecintaan.

Kisah Rania mungkin terdengar sederhana, tetapi ia mewakili banyak perempuan yang menemukan cara mengekspresikan diri lewat aksesori kecil yang menempel di dada. Bros hijab, yang dulu dianggap pelengkap, kini menjelma bagian dari gaya hidup. Ia tak lagi hanya soal fungsi, melainkan soal rasa.

Dari Kebutuhan Menjadi Identitas

Di balik kilaunya, ada perjalanan panjang yang menyentuh. Di sebuah butik kecil di kawasan Bandung, Nisrina, perancang bros hijab, mengisahkan bagaimana ia memulai usaha dari nol. Modal awalnya hanya kain sisa jahitan dan lem tembak. Kini, hasil karyanya dikirim ke berbagai kota.

"Saya menangis saat bros pertama saya dibeli orang asing. Waktu itu saya cuma berani jual di bazar sekolah. Tapi momen itu mengubah hidup saya. Ternyata karya kecil bisa berarti besar," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Nisrina mengakui, perjalanannya tidak mulus. Ada masa ketika tak satu pun bros terjual selama berminggu-minggu. Ia hampir menyerah. Namun, dukungan ibunya yang selalu menyisihkan uang belanja untuk membeli bahan membuatnya bangkit. Kini, setiap bros yang ia buat selalu ia beri nama, seperti halnya seorang ibu memberi nama anaknya.

Pilihan yang Menyentuh Hati

Bagi Rania, memilih bros bukan soal tren semata. Ada kenangan yang melekat pada setiap benda mungil itu. Bros berbentuk burung merpati ia dapatkan dari sahabatnya yang kini telah tiada. Sementara bros berwarna biru laut ia beli saat menemani ibunya berobat di kota lain.

"Ini bukan sekadar bros. Ini cerita. Kalau saya pergi, mungkin anak saya akan tahu maknanya," tuturnya sambil menggenggam bros berbentuk kupu-kupu yang sudah sedikit pudar warnanya.

Hal serupa dirasakan oleh Sari, seorang guru taman kanak-kanak. Ia mengaku lebih percaya diri saat mengenakan bros hasil karya perajin lokal. "Rasanya seperti membawa energi baik. Saya tahu ada orang di baliknya yang berjuang, yang bekerja dengan hati," katanya.

Merawat Mimpi di Tengah Persaingan

Di pasar yang kian ramai, para perajin bros hijab harus berjuang lebih keras. Produk pabrikan dengan harga murah membanjiri pasaran. Namun, banyak dari mereka memilih bertahan dengan cara mereka sendiri: mengangkat kisah, bukan sekadar produk.

Nisrina kini melibatkan ibu-ibu di lingkungannya untuk membantu produksi. Ia ingin keahlian membuat bros menjadi warisan, bukan sekadar bisnis. "Saya ingin mereka punya penghasilan sendiri. Saya ingin mimpi mereka ikut menyala," ujarnya penuh haru.

Momen paling mengharukan baginya adalah ketika seorang pelanggan mengirim pesan bahwa bros buatannya dikenakan saat wawancara kerja dan ia diterima. "Air mata saya jatuh membaca pesan itu. Ternyata bros kecil saya jadi bagian dari perjalanan besar orang lain," ucapnya.

Bros hijab memang benda kecil. Namun, di tangan orang-orang seperti Rania, Nisrina, dan Sari, ia menjelma simbol ketekunan, kenangan, dan keberanian untuk tampil sebagai diri sendiri. Di tengah dunia yang bergerak cepat, sentuhan kecil yang menyentuh hati justru sering kali paling berkelas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User