Sep 25, 2026
entertainment

Kembalinya Hellboy ke Layar Kaca Trans TV Malam Ini

Sebuah malam di depan layar kaca, seorang anak kecil menonton sosok bertangan raksasa dan tanduk merah tanpa rasa takut. Ia justru kagum—pada makhluk yang berbeda, tapi punya hati. Keesokan harinya,...

Kembalinya Hellboy ke Layar Kaca Trans TV Malam Ini

Sebuah malam di depan layar kaca, seorang anak kecil menonton sosok bertangan raksasa dan tanduk merah tanpa rasa takut. Ia justru kagum—pada makhluk yang berbeda, tapi punya hati. Keesokan harinya, ia menggambar ulang sosok itu di buku sekolahnya, lengkap dengan sapu tangan dan senyum tipis. Momen kecil itu, entah mengapa, tinggal lama. Hingga bertahun-tahun kemudian, ketika sosok yang sama kembali muncul di televisi, ia tersenyum sendiri. Inspirasi kadang datang dari tempat yang tak terduga—bahkan dari film pahlawan supernatural yang penuh ledakan dan monster.

Hari ini, 22 September 2026, Bioskop Trans TV menghadirkan Hellboy versi 2019. Film yang dibintangi David Harbour dan Milla Jovovich ini mengajak penonton menelusuri kembali perjalanan makhluk setengah iblis yang memilih berjuang di sisi kemanusiaan. Bukan sekadar tontonan penuh efek, di balik adegan-adegan epik itu tersimpan kisah tentang identitas, pilihan, dan mimpi tentang tempat di mana seseorang—atau sesuatu—bisa diterima apa adanya.

Ketika Monstrum Memilih Jadi Pahlawan

Di sebuah ruangan bawah tanah yang redup dan dipenuhi benda-benda kuno, seorang pria bertubuh kekar berdiri membelakangi cahaya. Tanduknya yang merah menyala samar di kegelapan. Hellboy—nama yang bukan nama aslinya, melainkan julukan yang diberikan manusia untuk makhluk yang datang dari gerbang neraka. Namun, seiring perjalanan, julukan itu justru menjadi jati dirinya.

David Harbour membawa Hellboy dengan cara yang berbeda dari pendahulunya. Ia menampilkan sosok yang lebih kasar, lebih gelap, sekaligus lebih rentan. Ada luka di matanya—bukan hanya bekas pertempuran, tapi juga beban menjadi makhluk yang selalu dianggap aneh. Kutipan yang paling menggugah dari karakter ini mungkin sederhana: ia hanya ingin tahu dari mana ia berasal, dan apakah ia bisa memilih jalannya sendiri.

Perjalanan Hellboy bukan tentang mengalahkan monster, melainkan tentang menolak takdir yang sudah dituliskan untuknya. Ia dibesarkan oleh manusia, dilatih untuk melindungi mereka, namun dunia sering kali menatapnya dengan curiga. Di sinilah sisi manusiawi film ini muncul: ketika pahlawan pun butuh tempat untuk pulang.

Wanita yang Menjadi Bayangan di Balik Kekacauan

Di sisi lain, Milla Jovovich berperan sebagai Nimue, sang Ratu Darah. Bukan sekadar penjahat yang ingin menguasai dunia—ia adalah sosok yang paham rasanya diusir dan dikhianati. Kekuatan yang dimilikinya bukan hanya soal sihir kuno, tapi juga tentang dendam yang tumbuh dari luka. Ketika dua kekuatan besar—Hellboy dan Nimue—akhirnya berhadapan, penonton disuguhkan pertarungan yang bukan hanya fisik, tapi juga ideologis.

Menariknya, film ini menampilkan sisi rapuh dari karakter yang tampak kuat. Nimue percaya bahwa dunia manusia layak dihancurkan, sementara Hellboy, yang secara teknis bukan manusia, justru memilih melindungi mereka. Kontras itu menjadi jantung cerita: bahwa asal-usul tidak menentukan pilihan seseorang di akhir hari.

Dunia yang Penuh Makhluk dan Rahasia

Latar cerita membawa penonton ke dunia yang berbeda dari kebiasaan film superhero. Ada organisasi rahasia yang menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan makhluk supernatural, ada artefak kuno yang bisa mengubah sejarah, dan ada sekutu-sekutu aneh yang datang silih berganti. Setiap adegan terasa seperti membuka lapisan baru dari kisah yang lebih besar.

Di balik layar, Hellboy (2019) menawarkan visual yang berani—warna gelap, desain monster yang detail, serta pertempuran yang terasa berat dan nyata. Film ini bukan untuk yang mencari kisah ringan tanpa beban; ia menawarkan dunia yang kompleks, penuh pertanyaan tentang baik dan buruk yang tidak selalu hitam putih.

Namun, yang paling menyentuh justru momen-momen kecil di sela kekacauan: tawa sesaat di antara pertempuran, pengorbanan yang dilakukan tanpa diminta, atau tatapan yang mengatakan lebih banyak dari kata-kata. Kisah yang paling menghangatkan hati sering kali muncul di tengah kegelapan.

Malam yang Tepat untuk Menonton Ulang

Bagi yang pernah menonton Hellboy di bioskop beberapa tahun lalu, tayangan malam ini bisa menjadi nostalgia—mengingat sensasi pertama kali melihat sang pahlawan bertempur di layar lebar. Bagi yang belum pernah, ini kesempatan mengenal karakter yang sudah lama hidup di komik dan hati para penggemarnya.

Bioskop Trans TV hadir pukul normalnya di malam hari, memberi ruang bagi penonton bersantai setelah aktivitas seharian. Tanpa perlu bioskop mahal, cerita tentang makhluk yang berjuang menemukan tempatnya di dunia bisa dinikmati dari kenyamanan rumah. Sederhana, tapi kadang itulah yang dibutuhkan: sebuah kisah yang mengingatkan kita bahwa berbeda bukan berarti sendirian.

Jadi, siapkan camilan, redupkan lampu, dan biarkan Hellboy membawa Anda ke dunia di mana monstum bisa menjadi pahlawan—dan mimpi tentang penerimaan masih layak diperjuangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User