Oct 10, 2026
entertainment

Jirayut Berharap Bisa Saksikan Final Indonesia vs Thailand

Di sebuah ruangan yang dipenuhi pernak-pernik kecil dari Tanah Air, Jirayut duduk dengan mata berbinar. Pria asal Thailand yang kini menjadi salah satu bintang hiburan Indonesia itu menyimpan satu kei...

Jirayut Berharap Bisa Saksikan Final Indonesia vs Thailand

Di sebuah ruangan yang dipenuhi pernak-pernik kecil dari Tanah Air, Jirayut duduk dengan mata berbinar. Pria asal Thailand yang kini menjadi salah satu bintang hiburan Indonesia itu menyimpan satu keinginan sederhana yang belum sempat terwujud: menyaksikan langsung pertandingan Indonesia melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10).

Keinginan itu bukan sekadar hasrat menonton sepak bola biasa. Bagi Jirayut, laga itu menyimpan makna yang jauh lebih personal. Ia tumbuh di Thailand, tapi kini hatinya terbagi antara dua negeri yang sama-sama ia cintai. "Saya ingin nonton langsung," ujarnya dengan nada polos, seperti mengisahkan mimpi kecil yang tersimpan lama.

Ketika Hati Terbelah Dua Negara

Jirayut mengisahkan bahwa ia telah lama menonton Timnas Indonesia berjuang, bahkan sebelum namanya dikenal publik. Ia mengaku kagum dengan semangat para pemain yang tak pernah lelah mengejar bola di lapangan. "Kalau lihat Indonesia main, saya selalu ikut tegang," tuturnya. "Tapi kalau Thailand, itu kampung saya. Jadi rasanya campur aduk."

Perjalanan Jirayut dari anak desa di Thailand yang mencoba peruntungan di Indonesia hingga akhirnya diterima sebagai bagian dari keluarga besar hiburan Tanah Air adalah kisah yang menyentuh. Ia pernah merasakan masa sulit, jauh dari keluarga, dan harus berjuang keras demi bertahan hidup. Sepak bola menjadi salah satu pelariannya di tengah kesepian itu.

"Sepak bola itu bukan cuma soal menang atau kalah. Di situ saya belajar arti perjuangan dan cara bangkit setelah jatuh," kata Jirayut dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Di balik layar kehidupannya yang kini gemerlap, Jirayut menyimpan kenangan sederhana. Ia mengenang saat-saat menonton pertandingan bersama teman-temannya di sebuah warung kecil di pinggir jalan. "Dulu kami cuma bisa nonton di layar kecil, sambil teriak-teriak kalau gol. Itu momen paling bahagia," kenangnya.

Mimpi Kecil di Balik Panggung Hiburan

Kesibukan di dunia hiburan tak membuat Jirayut melupakan kecintaannya pada sepak bola. Namun, jadwal padat sering kali membuatnya harus merelakan keinginan menonton langsung. "Kadang ada job yang nggak bisa ditinggal. Jadi cuma bisa nonton dari sini," ujarnya sambil menunjuk layar ponselnya.

Meski begitu, Jirayut tetap berusaha menyempatkan waktu. Ia mengaku ingin merasakan atmosfer stadion, mendengar sorak penonton, dan melihat langsung perjuangan para pemain di lapangan. "Kalau ada kesempatan, saya mau sekali datang. Meskipun harus duduk di tribun paling atas," ucapnya sambil tersenyum lebar.

Bagi Jirayut, laga Indonesia versus Thailand di final bukan hanya ajang adu gengsi dua negara, melainkan panggung emosional yang menyatukan banyak orang. Ia berharap pertandingan nanti berjalan seru, penuh sportivitas, dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar.

"Siapa pun yang menang, yang penting sepak bola Indonesia dan Thailand makin maju," katanya. "Saya cinta dua-duanya. Jadi menang atau kalah, saya tetap bangga."

"Saya cuma ingin nonton bareng orang-orang Indonesia yang sudah jadi keluarga buat saya. Itu mimpi kecil saya," tambahnya.

Sepak Bola, Cinta, dan Rasa Rumah

Kisah Jirayut menjadi cermin betapa olahraga bisa menjadi jembatan yang menghubungkan banyak hati. Di tengah perbedaan bahasa dan budaya, bola yang sama membuat orang tertawa dan menangis bersama. "Di lapangan, kita semua sama. Cuma ingin menang dan bikin bangga orang-orang yang mendukung," ujarnya.

Jirayut berharap, apa pun hasil akhir pertandingan, para penggemar tetap saling menghormati. Ia mengajak semua orang untuk menikmati setiap momen mengharukan yang hadir di lapangan. "Sepak bola itu hiburan yang bikin kita lupa sejenak masalah sehari-hari. Jangan sampai kita rusak dengan saling benci," pesannya dengan nada tulus.

Keinginan Jirayut untuk menyaksikan langsung laga Indonesia melawan Thailand mungkin belum terwujud tahun ini. Namun, semangat dan cintanya terhadap kedua negara tak pernah surut. Ia akan tetap menonton, entah dari stadion megah atau layar kecil di sudut kamar, dengan doa yang sama: sepak bola yang indah dan persaudaraan yang tetap terjaga.

"Saya tunggu momen itu. Siapa tahu nanti saya bisa duduk di stadion, teriak bareng teman-teman Indonesia," tuturnya menutup perbincangan dengan senyum yang hangat. Sebuah mimpi sederhana dari seorang anak Thailand yang telah menemukan rumah keduanya di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User