Oct 10, 2026
entertainment

Harapan Jennifer Coppen di Balik Layar Final Piala ASEAN

Di sudut ruang keluarga yang hangat oleh cahaya lampu sore, Jennifer Coppen duduk menatap layar ponselnya. Bukan untuk urusan pekerjaan, bukan pula untuk sekadar menghibur diri. Ada satu hal yang memb...

Harapan Jennifer Coppen di Balik Layar Final Piala ASEAN

Di sudut ruang keluarga yang hangat oleh cahaya lampu sore, Jennifer Coppen duduk menatap layar ponselnya. Bukan untuk urusan pekerjaan, bukan pula untuk sekadar menghibur diri. Ada satu hal yang membuat hatinya berdebar beberapa hari terakhir ini: Timnas Indonesia akan melakoni laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Dari balik kesibukannya sebagai seorang ibu muda, ia menyempatkan diri untuk bicara panjang tentang harapan yang ia titipkan pada skuad Garuda.

"Jujur, saya ingin semua orang tetap optimis," ujar Jennifer dengan suara pelan namun mantap, mengisahkan bagaimana ia tumbuh dengan kecintaan pada sepak bola yang diwarisi dari keluarganya. Ia bercerita, sepak bola bukan sekadar pertandingan baginya. Ada kenangan masa kecil, ada keriuhan rumah ketika pertandingan besar digelar, dan ada air mata haru yang pernah ia sembunyikan saat Indonesia menang atau kalah. "Momen-momen seperti itu yang membuat saya percaya bahwa tim ini bukan hanya soal sebelas pemain di lapangan. Ada kita semua di dalamnya," ujarnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Perjalanan Panjang yang Tak Selalu Mudah

Mengisahkan perjalanan Timnas menuju final, Jennifer tak menampik bahwa jalan yang dilalui sangat berliku. Ada masa ketika kritik bertubi-tubi datang, ada pula masa ketika harapan seakan pupus di tengah laga. Namun bagi perempuan yang dikenal lewat karya-karya kreatifnya ini, justru dari masa-masa sulit itulah kekuatan sebuah tim tumbuh. Ia menilai, perjalanan skuad Garuda hingga titik ini adalah kisah tentang bangkit dan berjuang yang layak diapresiasi, bukan sekadar diukur dari hasil akhir.

"Saya pernah melihat sendiri bagaimana mereka berjuang. Bukan hanya di lapangan, tapi juga di ruang ganti, di latihan pagi yang dingin, di perjalanan panjang jauh dari keluarga," ungkapnya, mengutip pengalamannya mengamati timnas dari dekat beberapa waktu lalu. "Itu yang membuat saya ingin semua pihak—suporter, media, siapa saja—tetap memberi dukungan. Optimisme itu bukan sekadar omongan, tapi energi yang bisa sampai ke mereka," tambahnya dengan nada penuh harap.

Optimisme yang Menular dari Rumah

Di rumahnya sendiri, Jennifer mengaku mencoba menularkan semangat itu kepada orang-orang terdekat. Ia bercerita, momen menjelang laga final selalu ia jadikan ajang kebersamaan sederhana. Layar besar dinyalakan, makanan ringan disiapkan, dan seluruh keluarga duduk bersama meneriakkan nama pemain favorit mereka. Dari kebiasaan kecil inilah, ia percaya, tumbuh rasa memiliki terhadap Timnas yang sesungguhnya.

"Momen mengharukan itu bukan hanya saat gol tercipta, tapi ketika semua orang di ruangan ini kompak bersorak dan saling memeluk. Itu yang saya rasakan sebagai sesuatu yang menyentuh," ujarnya sembari tersenyum. Ia juga berpesan agar pendukung tidak mudah menyerah ketika tim tertinggal atau menghadapi tekanan. Bagi Jennifer, laga melawan Thailand nanti akan jadi ujian mental sekaligus panggung pembuktian bahwa Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Asia Tenggara.

"Saya hanya ingin mereka tahu, kami di sini percaya. Sepenuh hati, tanpa syarat, sampai peluit terakhir berbunyi."

Di Balik Layar, Ada Mimpi yang Sama

Jennifer mengaku pernah berbincang dengan beberapa orang di balik layar timnas—staf, ofisial, hingga keluarga pemain. Dari obrolan-obrolan tak resmi itu, ia menemukan satu benang merah: mimpi yang sama untuk membawa nama Indonesia berkibar. Kisah-kisah kecil itu, menurutnya, jarang tersorot kamera, tapi justru menjadi fondasi perjuangan tim.

"Ada ibu-ibu yang menunggu anaknya pulang dari pemusatan latihan, ada yang menahan rindu berbulan-bulan. Itu juga perjuangan, dan itu inspirasi buat saya pribadi," tuturnya. Ia berharap, jika Indonesia mampu meraih hasil terbaik, capaian itu menjadi kado bagi semua yang selama ini berkorban di belakang panggung.

Menutup perbincangan, Jennifer tak lupa menyampaikan pesan sederhana namun mengena. Ia ingin setiap pendukung merayakan laga ini dengan cara yang positif, menghargai proses, dan tetap menaruh kepercayaan kepada para pemain. "Apa pun hasilnya nanti, saya ingin kita tetap berdiri bersama. Karena kisah Timnas ini bukan cerita sehari, tapi cerita panjang yang kita tulis bersama," ujarnya. Di ruang keluarga yang kembali lengang, optimisme itu ia rawat perlahan—seperti api kecil yang ia yakini akan menerangi langkah Garuda menuju panggung juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User