Sep 25, 2026
Hukum

Gusnawati Silaturahi Kejaksaan Bengkalis Jaga Lingkungan Selat Malaka

Bengkalis — Silaturahmi hangat dan konstruktif berlangsung di ruang kerja Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis. Ketua Komunitas Pemerhati Ma

Gusnawati Silaturahi Kejaksaan Bengkalis Jaga Lingkungan Selat Malaka

Bengkalis — Silaturahmi hangat dan konstruktif berlangsung di ruang kerja Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis. Ketua Komunitas Pemerhati Mangrove dan Lingkungan, Ibu Gusnawati, S.Hum., M.Hum., berkunjung untuk mempererat sinergi antara masyarakat sipil dengan lembaga penegak hukum di Kabupaten Bengkalis — wilayah yang menjadi garis depan penjagaan ekosistem Selat Malaka dan Selat Bengkalis.

Ibu Gusnawati diterima langsung oleh Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkalis, Marthalius, S.H., M.H., dan turut didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum Radiah. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam menyelaraskan pengawasan lingkungan hidup dengan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Laporan Lapangan Soal Kerusakan Pesisir

Dalam pertemuan tersebut, Ibu Gusnawati menyampaikan catatan mendesak dari lapangan: kerusakan dan pencemaran lingkungan yang tidak hanya merusak daratan, tetapi berdampak serius terhadap kualitas air laut Selat Malaka dan Selat Bengkalis — dua jalur perairan strategis yang menjadi tumpuan kehidupan ribuan warga pesisir. Beliau menegaskan bahwa komunitas hadir bukan untuk menuduh, melainkan untuk mengawal proses hukum agar berjalan adil dan transparan.

Kami datang bukan untuk menuduh siapa pun. Kami ingin memastikan bahwa laporan masyarakat tentang kerusakan lingkungan benar-benar ditindaklanjuti secara hukum, ujar Ibu Gusnawati dalam pertemuan itu.

Kerusakan yang dimaksud mencakup berbagai persoalan yang telah lama dikeluhkan warga pesisir, mulai dari penyempitan jalur pesisir, gangguan terhadap ekosistem mangrove, hingga dugaan pencemaran yang mengganggu hasil tangkapan nelayan. Mangrove sendiri berperan krusial sebagai pelindung garis pantai sekaligus habitat biota laut.

Kejaksaan Siap Dampingi Proses Hukum

Kasi Pidum Marthalius menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Bengkalis untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang memiliki dasar hukum yang kuat. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan komunitas pemerhati lingkungan menjadi langkah strategis dalam mengumpulkan bukti dan memperkuat konstruksi perkara.

  • Pengawasan bersama antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum
  • Perlindungan ekosistem Selat Malaka dan Selat Bengkalis dari kerusakan
  • Tindak lanjut laporan warga pesisir secara profesional dan berkeadilan
  • Sinergi data lapangan untuk memperkuat proses hukum

Jaksa Penuntut Umum Radiah yang mendampingi juga menambahkan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari komunitas selama disertai data dan bukti yang dapat diverifikasi. Pendekatan semacam ini, menurutnya, penting agar penegakan hukum lingkungan tidak berhenti pada level administratif semata.

Menuju Kolaborasi Jangka Panjang

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara Komunitas Pemerhati Mangrove dan Kejaksaan Negeri Bengkalis. Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga komunikasi rutin dan membuka kanal pelaporan yang lebih terstruktur, sehingga setiap indikasi pelanggaran lingkungan di kawasan pesisir dapat ditangani lebih cepat.

Bagi ribuan warga pesisir yang bergantung pada laut, kepastian hukum atas kerusakan lingkungan bukan sekadar isu administratif. Ia adalah soal kelangsungan mata pencaharian, kualitas air, dan masa depan anak-cucu di tepi Selat Malaka dan Selat Bengkalis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User