BEKASI — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggelar program pengabdian masyarakat dengan mendampingi 60 pelaku UMKM warung tradisional di Kelurahan Kotabaru, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat sektor usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian warga sehari-hari.
Program pendampingan tersebut menyasar para pemilik warung tradisional yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, lemahnya pencatatan keuangan, hingga minimnya pemahaman digitalisasi. FIA UI hadir bukan sekadar memberikan teori, tetapi turun langsung mendampingi pelaku usaha agar mampu mengelola warung secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Latar Belakang Program Pendampingan
Warung tradisional merupakan unit usaha yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Hampir di setiap sudut Kelurahan Kotabaru, warung menjadi tempat warga memenuhi kebutuhan pokok. Namun, banyak pelaku usaha masih mengelola warung secara konvensional tanpa pencatatan yang rapi sehingga sulit berkembang dan rentan tergilas persaingan modern.
Menurut tim pelaksana dari FIA UI, pendampingan ini dirancang untuk menjawab persoalan tersebut secara bertahap. Para peserta dibekali materi tentang manajemen usaha, pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pembeli.
"Kami ingin memastikan warung tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing. Pendampingan ini kami fokuskan pada praktik nyata yang bisa langsung diterapkan," ujar perwakilan tim FIA UI.
Rangkaian Kegiatan yang Dilakukan
- Identifikasi kebutuhan peserta — tim melakukan pemetaan terhadap kondisi usaha masing-masing pelaku warung untuk menentukan materi yang paling relevan.
- Pelatihan manajemen usaha — peserta dibimbing menyusun pembukuan sederhana, menghitung margin keuntungan, dan mengatur stok barang agar tidak terjadi penumpukan maupun kekurangan.
- Pendampingan literasi digital — pelaku UMKM dikenalkan pada pemanfaatan aplikasi pencatatan, media sosial, dan layanan pesan-antar untuk memperluas pasar.
- Pendampingan berkelanjutan — setelah pelatihan, tim tetap mendampingi peserta secara berkala untuk memastikan ilmu yang diberikan benar-benar diterapkan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak pemilik warung mengaku baru pertama kali mendapatkan pendampingan langsung dari akademisi. Mereka berharap program semacam ini dapat berlanjut agar usaha mereka semakin maju dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Harapan bagi Pelaku UMKM dan Masyarakat
Melalui program ini, FIA UI berharap muncul dampak berkelanjutan bagi perekonomian warga Kelurahan Kotabaru. Warung tradisional yang dikelola dengan baik dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan UMKM. Ke depan, model pendampingan seperti ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Program pengabdian masyarakat FIA UI ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu yang dikembangkan di kampus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang menjadi fondasi ekonomi Indonesia.
Program pengabdian masyarakat FIA UI menyasar pelaku warung tradisional di Kelurahan Kotabaru, Kota Bekasi. Peserta dibekali manajemen usaha, pencatatan keuangan, dan literasi digital agar warung mereka mampu berkembang dan bersaing di era modern. Kolaborasi kampus dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal! 🛒📈
Comments (0)