Anggota DPRD Kota Medan, dr. Dimas Sofani Lubis, kembali menyoroti dua persoalan klasik yang hingga kini masih menjadi keluhan utama warga: penyaluran bantuan sosial yang belum tepat sasaran serta lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang belum berfungsi optimal. Persoalan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sapa Warga bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Sari Rejo, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (3/10/2026) pagi.
Dalam forum tatap muka itu, dr. Dimas menegaskan bahwa persoalan bantuan sosial bukan sekadar soal administrasi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia secara khusus menyoroti Program Keluarga Harapan (PKH), program Medan Makmur, serta pendataan desil yang dinilai masih menimbulkan kebingungan di tingkat warga.
Bansos Jadi Sorotan Utama
Menurut politisi yang duduk di Komisi 3 DPRD Medan ini, persoalan pendataan dan penyaluran bantuan harus benar-benar disisir agar masyarakat yang berhak memperoleh haknya sesuai ketentuan. Ia menilai, kesalahan data berpotensi membuat warga miskin justru tidak tersentuh bantuan, sementara pihak yang seharusnya tidak layak malah menerima.
"Masalah bantuan sosial ini mudah-mudahan dari Dinas Sosial bisa mencarikan solusi-solusi untuk permasalahan PKH, Medan Makmur dan desil bagi warga yang kurang mampu," ujar dr. Dimas.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan serupa tidak hanya terjadi di Kecamatan Medan Selayang, tetapi berpotensi ditemukan di berbagai kecamatan lain di Kota Medan. Karena itu, ia mendorong Dinas Sosial Kota Medan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, bukan sekadar merespons aduan yang masuk.
Keluhan Warga yang Berulang
Selain bansos, dr. Dimas menyoroti kondisi LPJU yang dinilai belum berfungsi optimal. Lampu jalan yang mati atau redup bukan hanya soal kenyamanan, tetapi berkaitan langsung dengan keamanan warga, terutama di ruas jalan yang ramai dilewati pada malam hari. Kegelapan di sejumlah titik rawan berpotensi memicu tindak kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan segera melakukan pemetaan dan perbaikan terhadap titik-titik lampu jalan yang bermasalah. Menurutnya, persoalan penerangan jalan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan publik secara langsung.
Dorongan Agar Ditindaklanjuti Segera
Melalui kegiatan Sapa Warga ini, dr. Dimas berharap keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan semata. Ia mendesak agar Dinas Sosial dan Dishub Medan bergerak cepat, transparan, dan tepat sasaran dalam menangani setiap laporan warga.
Kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dinilai kunci untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Dua isu utama — bansos dan lampu jalan — kini menjadi ujian nyata bagi pemerintah kota dalam merespons kebutuhan dasar warganya.
Bagi warga Medan, terutama di kawasan Medan Selayang, harapan itu sederhana: bantuan tepat sasaran dan jalan yang terang saat malam. Dua hal kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup sehari-hari.
Comments (0)