Oct 11, 2026
entertainment

Andovi Da Lopez Terpukau Poster Bapak Paling Jujur Bareng Soleh Solihun

Di sebuah ruangan studio yang lampunya temaram, Andovi Da Lopez sempat terdiam beberapa detik. Matanya menatap lekat sebuah teaser poster yang baru saja dipamerkan di hadapannya. Di poster itu, wajahn...

Andovi Da Lopez Terpukau Poster Bapak Paling Jujur Bareng Soleh Solihun

Di sebuah ruangan studio yang lampunya temaram, Andovi Da Lopez sempat terdiam beberapa detik. Matanya menatap lekat sebuah teaser poster yang baru saja dipamerkan di hadapannya. Di poster itu, wajahnya berdampingan dengan Soleh Solihun, dua sosok yang selama ini dikenal lewat gaya komedi masing-masing. Namun kali ini, ada nuansa berbeda yang terpancar—sebuah keseriusan yang justru memancarkan kejujuran.

"Aku kaget lihat posternya," ujar Andovi mengenang momen itu. "Ternyata chemistry kami sebagai bapak-bapak di poster ini terasa banget. Kayak sudah lama kenal, padahal ini proyek baru." Suaranya lirih, tetapi antusiasmenya tidak bisa disembunyikan.

Bagi pria yang tumbuh besar di dunia hiburan tanah air itu, proyek bertajuk Bapak Paling Jujur bukan sekadar pekerjaan biasa. Ada sesuatu yang personal—sebuah perjalanan untuk memahami sosok ayah dari sudut pandang yang lebih manusiawi.

Ketika Poster Berbicara Lebih dari Sekadar Gambar

Poster yang mempertemukan Andovi dan Soleh itu memang sederhana. Latar belakangnya tidak penuh warna mencolok. Namun ekspresi kedua aktor itulah yang justru menjadi magnet. Ada kerutan di dahi, pandangan mata yang lelah namun jujur, dan senyum tipis yang seolah menyimpan seribu cerita.

Di balik layar, proses pemotretan poster itu ternyata menyimpan momen mengharukan. Andovi mengisahkan bagaimana ia diminta membayangkan sosok bapak yang selama ini jarang ia tampilkan di depan kamera. "Aku diminta jadi diri sendiri aja. Nggak usah akting," kenangnya.

"Aku nggak nyangka, sisi bapak-bapak dalam diriku bisa keluar sejujur ini. Mungkin karena aku juga sudah jadi ayah, jadi ada rasa yang otomatis muncul."

Bagi Soleh Solihun, kolaborasi ini juga menjadi ruang baru. Komedian yang dikenal ceplas-ceplos itu mengaku menemukan sisi lain dari Andovi yang jarang terekspos. "Dia itu orangnya hangat. Di poster kelihatan serius, tapi di lokasi syuting dia yang paling sering bikin kami ketawa," ujar Soleh sambil tersenyum.

Perjalanan Dua Bapak yang Berjuang dengan Cara Berbeda

Dalam ceritanya, Bapak Paling Jujur menggambarkan dua figur ayah dengan latar belakang yang bertolak belakang. Satu tegas namun penuh keraguan, satu lagi santai tetapi menyimpan luka. Pertemuan keduanya menjadi titik balik yang mengubah cara mereka memandang keluarga.

Andovi mengaku sempat kesulitan menjiwai perannya. Bukan karena naskahnya rumit, melainkan karena ia harus menggali kembali memori pribadinya. "Ada adegan yang bikin aku ingat almarhum bapak. Aku harus keluar dari ruangan sebentar, ambil napas, baru bisa lanjut syuting," tuturnya dengan mata berkaca.

Momen itu menjadi salah satu adegan paling menyentuh di lokasi syuting. Kru yang melihat pun ikut terdiam. Bagi Andovi, film ini bukan hanya tontonan, tetapi cermin bagi banyak anak yang mungkin belum sempat memahami perjuangan ayahnya.

Harapan di Balik Keseriusan Sebuah Poster

Teaser poster yang sempat membuat Andovi terkejut itu kini menjadi pembicaraan. Banyak warganet menyebut keduanya serasi, bukan karena kemiripan fisik, melainkan karena aura kejujuran yang sama-sama mereka pancarkan. "Komentarnya lucu-lucu. Ada yang bilang kami kayak bapak dan om-om kompleks. Ya nggak apa-apa, yang penting pesannya sampai," kata Andovi tertawa.

Di balik tawa itu, ia berharap Bapak Paling Jujur bisa menjadi pengingat sederhana. Bahwa di setiap rumah, ada bapak yang berjuang tanpa banyak bicara. Ada mimpi yang ditahan demi anak-anaknya. Dan ada kejujuran yang hanya bisa terlihat lewat tatapan mata.

"Kalau nanti orang nonton dan langsung ingin menelepon bapaknya, berarti film ini berhasil," ujar Andovi pelan. "Itu yang paling aku tunggu."

Sebuah poster mungkin hanya selembar gambar. Tetapi bagi Andovi dan Soleh, ia adalah pintu masuk menuju cerita yang jauh lebih dalam—tentang cinta yang jarang diucapkan, tentang bangkit setelah jatuh, dan tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User