Di sebuah ruangan yang dipenuhi dekorasi bunga dan balon bernuansa lembut, Shandy Purnamasari duduk dikelilingi orang-orang terdekatnya. Tawa dan obrolan hangat mengisi sudut ruangan. Namun, momen itu berubah haru ketika sang suami, Juragan 99, menyerahkan sebuah kotak berbalut pita emas. Bukan perhiasan, bukan tas mewah, melainkan sebuah kejutan yang membuat perempuan berusia 33 tahun itu tak mampu menahan air matanya.
Di dalam kotak itu tersimpan sebuah maket kecil berbentuk masjid. Di belakangnya, terpampang sebuah piagam bertuliskan komitmen pembangunan enam rumah ibadah di berbagai pelosok negeri. Shandy pun menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tangisnya pecah. Bukan karena sedih, melainkan karena rasa syukur yang begitu besar hingga dadanya terasa sesak.
"Aku nggak nyangka sama sekali. Selama ini aku cuma cerita kalau pengin punya warisan yang nggak cuma buat anak-anak, tapi juga buat orang banyak. Dan dia benar-benar mewujudkannya," ujar Shandy dengan suara bergetar, dikutip dari unggahan di akun media sosialnya.
Bukan Sekadar Hadiah, Tapi Doa yang Dikabulkan
Bagi Shandy, enam masjid itu bukanlah simbol kemewahan. Ia mengisahkan bahwa keinginan membangun rumah ibadah sudah lama ia simpan dalam hati. Berkali-kali ia menyampaikannya kepada sang suami dalam percakapan ringan sebelum tidur. Ia ingin kelak namanya tidak hanya dikenang sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai perempuan yang membantu orang lain menemukan tempat untuk beribadah dan berlindung.
Di balik layar, proses mewujudkan hadiah itu ternyata tidak sederhana. Sang suami diam-diam menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, mencari lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan, hingga memastikan pembangunan bisa segera dimulai. Semua dilakukan tanpa sepengetahuan Shandy. Ia baru tahu saat momen ulang tahun itu tiba.
"Aku tahu dia sibuk. Tapi dia masih sempat memikirkan hal seperti ini. Itu yang bikin aku makin cinta," tutur ibu tiga anak itu sambil tersenyum di antara sisa tangisnya.
Perjalanan Panjang Sebuah Mimpi Sederhana
Kisah Shandy dan suaminya memang kerap menjadi sorotan karena kesuksesan bisnis mereka. Namun, di balik gemerlap itu, pasangan ini dikenal kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Bagi Shandy, perjalanan hidupnya dari seorang perempuan biasa hingga menjadi pengusaha sukses tidak lepas dari doa dan dukungan orang-orang di sekitarnya.
Ia menyebut, hadiah enam masjid ini menjadi pengingat bahwa rezeki yang diperoleh tidak hanya untuk dinikmati sendiri. Ada tanggung jawab untuk berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan tempat ibadah yang layak. Ia pun berencana terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai dari peletakan batu pertama hingga peresmian nanti.
"Ini bukan soal bangunannya. Ini soal orang-orang yang nanti bisa sujud di sana, yang bisa tenang di saat hidupnya sedang berat. Itu yang bikin aku nggak bisa berhenti bersyukur," ungkapnya.
Inspirasi dari Sebuah Momen Mengharukan
Momen ulang tahun Shandy itu kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak warganet yang ikut terharu dan mengaku terinspirasi. Beberapa dari mereka berkomentar bahwa hadiah terbaik bukanlah yang paling mahal, melainkan yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Bagi Shandy, air mata yang ia tumpahkan malam itu adalah air mata kebahagiaan. Ia berharap kisah sederhana ini bisa menjadi pengingat bahwa cinta tidak selalu diwujudkan dengan cara yang megah. Kadang, cinta hadir lewat sesuatu yang jauh lebih abadi: tempat di mana orang bisa berdoa dan menemukan ketenangan.
Enam masjid itu mungkin masih akan berdiri kokoh bertahun-tahun kemudian. Namun bagi Shandy, yang paling ia kenang bukanlah bangunannya, melainkan momen ketika sang suami menatap matanya dan berkata, "Ini untukmu, karena aku tahu ini yang paling kamu inginkan." Sebuah momen mengharukan yang akan selalu ia simpan dalam hatinya.
Comments (0)