Oct 15, 2026
entertainment

Ubi Ungu di Meja Sore, Camilan Sederhana Penuh Cerita

Di sudut dapur berukuran tak lebih dari 3x4 meter itu, aroma khas ubi ungu yang baru dikukus menyeruak pelan, bercampur dengan wangi kopi yang baru diseduh. Siti Rahmawati, 47 tahun, menguleni adonan ...

Ubi Ungu di Meja Sore, Camilan Sederhana Penuh Cerita

Di sudut dapur berukuran tak lebih dari 3x4 meter itu, aroma khas ubi ungu yang baru dikukus menyeruak pelan, bercampur dengan wangi kopi yang baru diseduh. Siti Rahmawati, 47 tahun, menguleni adonan berwarna ungu keunguan dengan tangan yang sudah terbiasa sejak dua dekade lalu. "Dulu saya cuma iseng bikin buat anak-anak," ujarnya sambil tersenyum tipis, mengisahkan perjalanan camilan sederhana yang kini selalu ditunggu tetangga setiap sore.

Ubi ungu, bahan yang kerap dianggap remeh, ternyata menyimpan pesona tersendiri. Warna alaminya yang menawan, rasanya yang manis lembut, dan teksturnya yang empuk membuatnya cocok diolah menjadi aneka camilan pendamping teh atau kopi. Bagi banyak keluarga, camilan dari ubi ungu bukan sekadar hidangan, melainkan jembatan hangat yang mempertemukan anggota keluarga di meja makan setelah lelah beraktivitas.

Dari Ladang ke Meja, Sentuhan Tangan yang Tak Tergantikan

Siti mengaku, ia selalu memilih ubi ungu yang baru dipanen dari kebun kecil di belakang rumahnya. Baginya, kualitas rasa lahir dari kesabaran memilih bahan. "Kalau ubi yang sudah lama disimpan, rasanya beda. Ada getir yang mengganggu," kisahnya. Ia biasa mengukus, lalu menghaluskan ubi selagi hangat agar adonannya mudah dibentuk. Momen mengharukan justru datang saat anak bungsunya, yang kini kuliah di kota lain, selalu menelepon hanya untuk menanyakan resep dan menitipkan rindu lewat camilan itu.

Beragam olahan bisa dibuat dari ubi ungu: bola-bola ubi isi gula merah, donat ungu yang lembut, hingga puding yang cantik saat disajikan dalam gelas kaca. Tak sedikit ibu-ibu di kampungnya yang belajar dari Siti, lalu menjualnya untuk menambah penghasilan keluarga. Di balik layar keuangan sederhana itu, ada mimpi kecil yang tumbuh: agar camilan khas daerah mereka dikenal lebih luas.

Warna yang Mengundang, Rasa yang Mengikat Kenangan

Psikologi warna kerap menyebut ungu sebagai nuansa yang menenangkan dan berkelas. Itulah mengapa camilan ini begitu menarik untuk sajian sore. Saat kopi panas dituang, uapnya menari di atas meja, sementara ubi ungu di piring kecil seakan mengajak siapa pun yang memandangnya untuk mencicipi. "Sore itu waktu paling tenang," ungkap Siti. "Anak-anak pulang, cerita-cerita kecil mereka keluar, dan camilan ini jadi saksi."

Bagi sebagian orang, camilan dari ubi ungu mengingatkan pada masa kecil di kampung, saat ibu atau nenek menyiapkan hidangan sederhana selepas salat Ashar. Ada air mata haru ketika camilan itu kembali hadir di meja, mengingatkan pada sosok yang mungkin sudah tiada. Inspirasi dari bahan lokal ini bukan hanya soal rasa, tetapi tentang bangkit dari kesederhanaan dan merayakan apa yang ada di sekitar kita.

Peluang Sederhana yang Berjuang Hidup di Tengah Camilan Modern

Di zaman ketika camilan kemasan mendominasi rak toko, camilan berbahan ubi ungu berjuang mempertahankan tempatnya. Namun Siti percaya, keaslian rasa dan cerita di baliknya adalah kekuatan tersendiri. "Orang lelah dengan yang instan. Mereka rindu yang buatan tangan," katanya dengan mata berbinar. Ia pun mulai menerima pesanan untuk acara arisan dan hajatan, menjadikan dapur kecilnya sebagai pusat kebahagiaan bagi banyak orang.

Kisah ubi ungu ini menyentuh banyak pihak. Seorang guru SMK di kotanya bahkan mengajak siswa belajar wirausaha dengan bahan pangan lokal. Perjalanan camilan ini mengajarkan bahwa kelezatan tak selalu mahal, dan kebahagiaan bisa lahir dari hal yang tumbuh di halaman sendiri. Saat sore perlahan berganti senja, Siti menutup wadah adonannya, siap menyambut tamu berikutnya. Di meja, sisa ubi ungu menjadi tanda bahwa cerita sederhana pun bisa meninggalkan jejak mendalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User