Di sudut ruang kerjanya yang sederhana, tumpukan berkas tebal berserakan di atas meja kayu. Ari Bias menatap lembaran demi lembaran dokumen hukum yang telah menemaninya bertahun-tahun. Matanya menerawang, mengenang perjalanan panjang yang penuh liku. Lelaki yang telah malang melintang di industri musik tanah air sejak era 2000-an itu tak pernah menyangka bahwa sebuah lagu berjudul Bilang Saja akan membawanya ke medan pertempuran hukum yang begitu melelahkan.
Kali ini, untuk kelima kalinya, Ari kembali menggugat sejumlah pihak yang dianggapnya menggunakan karya ciptanya tanpa izin. Agnez Mo, penyanyi yang selama ini dikenal sebagai salah satu diva pop Indonesia, kembali masuk dalam daftar pihak yang digugat. Namun di balik jargon hak cipta dan gugatan hukum, ada kisah personal yang jarang tersentuh. Sebuah kisah tentang seorang pencipta lagu yang merasa suaranya kian tenggelam di tengah gemerlap industri hiburan.
Perjalanan Panjang Sebuah Mahakarya
Mengisahkan awal mula lagu itu lahir, Ari sempat terdiam beberapa saat. Ada keharuan yang sulit ia sembunyikan. Lagu Bilang Saja bukan sekadar rangkaian nada dan lirik bagi dirinya. Lagu itu adalah buah dari proses kreatif yang lahir dari pengalaman batin, dari malam-malam panjang yang ia lalui dengan segelas kopi dan selembar kertas lusuh di depannya.
"Setiap lagu yang saya ciptakan itu seperti anak sendiri. Ada air mata, ada pikiran yang tercurah. Melihat anak itu diperlakukan seolah tak bertuan, itu yang paling menyakitkan," ujarnya dengan suara bergetar.
Ia tak menampik bahwa perjalanan memperjuangkan hak cipta bukanlah hal yang mudah. Lima gugatan, lima kali harus berhadapan dengan meja hijau. Waktu, tenaga, dan biaya telah banyak ia keluarkan. Namun bagi Ari, mundur bukan pilihan. Apa yang ia lakukan hari ini seperti pesan bagi para pencipta lagu lain agar tidak tinggal diam ketika karyanya dipakai tanpa Hak Atas Royalti yang seharusnya.
Ketika Pencipta Lagu Merasa Suaranya Terpinggirkan
Di balik gemerlap dunia panggung, terdapat kenyataan getir yang sering tak terlihat. Seorang pencipta lagu bisa saja hidup sederhana, jauh dari sorotan kamera, sementara lagunya dinyanyikan di panggung megah dan diputar di mana-mana. Itulah yang dirasakan Ari. Ia melihat banyak rekan seprofesi yang akhirnya memilih diam karena lelah berjuang.
"Banyak teman-teman pencipta lagu yang memilih mengalah karena melihat biaya beracara yang begitu mahal. Tapi saya punya mimpi, industri musik kita harus dibangun di atas kesadaran menghargai karya orang lain," tuturnya penuh harap.
Momen mengharukan terjadi ketika ia mengenang dukungan keluarganya. Istri dan anak-anaknya selalu setia mendampingi, bahkan kerap menemani hingga ke ruang sidang. Baginya, itu adalah kekuatan paling besar. "Mereka tahu perjuangan ini bukan untuk kepentingan saya sendiri, tetapi untuk semua pencipta lagu di Indonesia," katanya sambil tersenyum tipis.
Sebuah Harapan untuk Ekosistem Musik yang Lebih Adil
Di balik layer kesuksesan industri musik Indonesia, Ari berharap sistem Hak Atas Royalti harus dibenahi dan diperjuangkan bersama-sama. Menurutnya, tanpa perlindungan yang jelas, regenerasi pencipta lagu ke depannya bisa terancam. Siapa yang mau menjadi pencipta lagu kalau hasil karyanya bisa diambil seenaknya oleh pihak lain?
Ia tak ingin dikenang sebagai orang yang hanya menuntut. Ia ingin dikenang sebagai orang yang berjuang untuk keadilan bagi para pencipta lagu. "Saya tidak menuntut lebih. Saya hanya ingin apa yang menjadi hak saya dan kawan-kawan pencipta lagu dihargai. Itu saja," ujarnya mengakhiri perbincangan.
Perjuangan Ari Bias mungkin tak semeriah konser-konser musik besar di negeri ini. Tetapi di baliknya ada nilai yang jauh lebih berharga. Yakni soal keberanian seorang pencipta lagu memperjuangkan karya dan menghargai proses kreatif yang telah ia jalani dengan air mata dan segenap jiwanya.
Kisah ini menjadi cermin bahwa industri musik tidak hanya tentang mereka yang bersinar di atas panggung. Tetapi juga tentang mereka yang menuliskan lirik di belakang layar. Mereka berhak berjuang, dan mereka berhak bahagia. Perjuangan Ari Bias barangkali bukan perkara kalah atau menang. Ia adalah tentang tekad seorang pencipta lagu yang tak mau karyanya dilupakan begitu saja.
Comments (0)