Di sudut ruangan kecil yang hanya berbau居酒屋 begini—maaf, di sudut ruang tamu sempit berlapis tikar绿色 itu—sepasang mata tergoda berhenti sejenak. Tv tua menyala biru, suara wasak tribun membanjir dari speaker penguat yang kecil. Dan di atas sofa yang koyak di bagian lengan kirinya, duduk dua pasang kaki yang berjajarRaster—duaperturbasi yang satu, satu menguap pelan, yang lain sudah menyedotStatusesmartphone dengan wajah datar.
){"placeholder":true}
Comments (0)