Oct 16, 2026
entertainment

Ketika Kanvas Mengajak Kita Berhenti Sejenak dari Dunia yang Terburu-buru

Di sebuah ruang pameran yang tidak terlalu luas, seorang perempuan paruh baya berdiri terpaku di depan sebuah lukisan. Matanya menelusuri setiap goresan kuas yang menggambarkan seorang pedagang sayur ...

Ketika Kanvas Mengajak Kita Berhenti Sejenak dari Dunia yang Terburu-buru

Di sebuah ruang pameran yang tidak terlalu luas, seorang perempuan paruh baya berdiri terpaku di depan sebuah lukisan. Matanya menelusuri setiap goresan kuas yang menggambarkan seorang pedagang sayur di pinggir jalan. Ia tidak bergerak. Hanya diam, seolah sedang berbicara dengan kanvas di depannya. "Ini seperti melihat hidup saya sendiri," ujarnya lirih, hampir tak terdengar.

Momen sederhana semacam itu menjadi inti dari sebuah pameran lukisan yang tengah berlangsung di kota ini. Alih-alih menampilkan karya-karya megah bertema heroik atau pemandangan eksotis, pameran ini justru mengangkat keseharian masyarakat biasa โ€” dari penjual kopi keliling, ibu yang menidurkan anaknya, hingga tukang parkir yang tertidur di kursi lipatnya. Semuanya direkam dengan jujur, tanpa dilebih-lebihkan.

Menemukan Cerita di Hal-Hal yang Sering Terlewat

Kurator pameran, seorang seniman yang telah bertahun-tahun menggeluti dunia lukis, mengisahkan bahwa ide ini berawal dari kegelisahannya sendiri. "Saya merasa kita hidup di zaman yang selalu menuntut kita untuk cepat. Bahkan untuk menikmati secangkir kopi pun, kita sibuk memotret dulu. Padahal ada banyak kisah yang justru muncul ketika kita berhenti sejenak," tuturnya.

Ia kemudian mengajak sejumlah pelukis muda untuk turun ke jalan, mengamati, dan merekam apa yang mereka lihat. Bukan dengan kamera, melainkan dengan mata dan hati. Hasilnya adalah puluhan kanvas yang masing-masing menyimpan cerita personal. Ada lukisan tentang seorang ayah yang menggendong anak

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User