Oct 16, 2026
entertainment

Jalan Pulang Ribuan Penggemar Usai Konser Avenged Sevenfold di JIS

Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi saksi momen besar pada Sabtu (10/10) malam. Ribuan penggemar Avenged Sevenfold memadati kawasan Jakarta Utara, larut dalam dentuman gitar dan jerita...

Jalan Pulang Ribuan Penggemar Usai Konser Avenged Sevenfold di JIS

Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi saksi momen besar pada Sabtu (10/10) malam. Ribuan penggemar Avenged Sevenfold memadati kawasan Jakarta Utara, larut dalam dentuman gitar dan jeritan vokal yang membelah langit. Namun begitu lampu panggung meredup, pertanyaan yang sama mulai muncul di kerumunan: bagaimana caranya pulang dengan selamat, cepat, dan sepelan mungkin godaan untuk sekadar memotret panggung sekali lagi.

Anggota keamanan setempat menuturkan bahwa alur keluar-masuk stadion tahun ini jauh lebih tertata dibandingkan konser-konser besar sebelumnya. Jalur pejalan kaki dipisahkan dari jalur kendaraan, dan petugas posko JIS memberikan arah yang jelas kepada setiap penggemar yang masih tersipu bahagia sambil menggenggam gelang tiket.

Pintu yang Boleh dan Tak Boleh Dilewati

Sistem keluar dari JIS menganut skema zonasi yang mirip dengan konser-konser internasional sebelumnya. Penonton dari tribune utara dan timur diarahkan menuju gerbang sisi timur, sementara pemilik tiket tribune selatan dan barat keluar lewat gerbang barat. Menariknya, gerbang besar utama hanya difungsikan untuk arus kendaraan operasional dan bus antarkota. Artinya, jika anda mencoba menerobos lewat pintu utama, kemungkinan besar anda akan diputar balik petugas.

Sejumlah penggemar mengisahkan bahwa mereka sempat bingung karena tidak ada penanda besar di beberapa sudut lorong. Karena itu, panitia menyarankan penonton mengenali jalur berdasarkan warna gelang tiket yang sudah dicocokkan dengan warna papan petunjuk. Jika ragu, mendekati petugas berompi hijau neon adalah langkah paling aman, karena tidak semua petugas memakai seragam yang sama malam itu.

Pilihan Transportasi Umum dan Titik Jemput

Bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan. Pertama, bus TransJakarta telah menyiapkan armada tambahan dengan headway lebih rapat menuju kawasan Kota Tua, Bundaran HI, dan Ancol. Kedua, kereta Commuter Line dari Stasiun Ancol menjadi favorit karena hanya berjarak sekitar 15 menit jalan kaki dari gerbang timur. Ketiga, taksi dan kendaraan daring sebaiknya dipesan dari titik jemput yang telah ditentukan panitia, bukan di depan gerbang utama yang biasanya penuh sesak.

Seorang penggemar asal Bandung, Rizal, mengaku sempat tertahan hampir satu jam hanya untuk mencari titik jemput ojek daring. Ia mengungkapkan bahwa rekan-rekannya yang mengikuti petunjuk petugas bisa pulang lebih dulu dan tiba di penginapan sekitar pukul satu dini hari. "Kuncinya jangan egois, ikuti arus, dan jangan berhenti di tengah jalur hanya untuk foto," pesannya sambil tersenyum lelah.

Hal Kecil yang Sering Terlupakan

Panduan pulang bukan sekadar soal rute. Petugas medis di posko JIS mengingatkan pentingnya mengecek kondisi tubuh sebelum keluar. Setelah tiga jam berdiri dan bernyanyi, banyak penonton mengalami dehidrasi ringan hingga pusing. Disarankan meminum air terlebih dahulu di pos kesehatan, buang air kecil, lalu barulah berjalan menuju transportasi. Bagi penonton perempuan yang membawa tas besar, sebaiknya memeriksa kembali barang bawaan sebelum keluar karena kehilangan dompet di tengah kerumunan malam hari sangat merepotkan.

Pengalaman para penonton yang sudah pernah menonton konser di JIS juga mengajarkan satu hal: jangan buru-buru menyalakan ponsel untuk merekam suasana keluar. Selain menghambat laju orang di belakang, baterai yang terkuras untuk merekam bisa membuat anda kesulitan memesan transportasi di saat paling dibutuhkan. Simpan sisa daya untuk hal yang benar-benar penting, seperti menelepon keluarga atau memesan tiket pulang.

Kisah di Balik Layar Posko Malam Itu

Di balik pengalaman menyenangkan itu, ada puluhan relawan dan petugas yang tidak sempat menonton konser sama sekali. Seorang koordinator lapangan mengisahkan bahwa timnya sudah berdiri sejak pukul lima sore dan baru bisa duduk setelah tengah malam. "Kami tidak dengar lagunya, tapi kami dengar rasa syukur penonton yang bisa pulang dengan tenang," ujarnya pelan. Mendengar cerita itu, sebagian penggemar yang lewat sempat mengucapkan terima kasih, dan momen sederhana itu terasa lebih menyentuh daripada dentuman drum penutup konser.

Pada akhirnya, pulang dari konser bukan sekadar perjalanan fisik dari stadion menuju rumah. Ia adalah bagian dari perjalanan malam itu sendiri, penuh cerita dan sedikit kelelahan yang justru membuat kenangan terasa utuh. Bagi anda yang baru akan menonton di waktu berikutnya, simpan panduan ini baik-baik, dan jangan lupa berterima kasih kepada orang-orang yang berjaga hingga akhir acara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User