Sep 21, 2026
Nasional

Hangzhou — Pesta Asian Games 2022 Berakhir, Indonesia Gagal Capai Target

Stadion Hangzhou Olympic Sports Centre malam itu dipenuhi gemerlap cahaya digital dan tepuk tangan riuh puluhan ribu penonton. Upacara penutupan Asian Game

Hangzhou — Pesta Asian Games 2022 Berakhir, Indonesia Gagal Capai Target

Stadion Hangzhou Olympic Sports Centre malam itu dipenuhi gemerlap cahaya digital dan tepuk tangan riuh puluhan ribu penonton. Upacara penutupan Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok, pada Minggu (8/10/2023) menjadi momen memukau yang memadukan keindahan seni visual modern dengan kehangatan persahabatan antarnegara Asia. Selama dua pekan penuh persaingan ketat, panggung olahraga terbesar se-Asia ini akhirnya resmi ditutup dengan penyerahan estafet tuan rumah kepada Jepang untuk edisi 2026 mendatang.

Suasana haru dan megah menyelimuti momen penyerahan obor utama di akhir acara. Pemimpin Prefektur Aichi, Gubernur Ohmura Hideaki, bersama Wakil Wali Kota Nagoya, Nakata Hideo, tampil di tengah lapangan untuk menerima bendera Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan obor simbolis. Penyerahan ini menandai dimulainya persiapan resmi bagi kawasan Aichi-Nagoya yang siap menyambut ajang Asian Games ke-20 pada tahun 2026 mendatang. Tampilan seni khas Jepang yang dihadirkan di penghujung acara memberikan bayangan betapa meriahnya pesta olahraga Asia empat tahun lagi.

Sorotan Performa: Target Indonesia yang Belum Terpenuhi

Di balik kemegahan perayaan penutupan tersebut, ada catatan evaluasi mendalam yang harus dibawa pulang oleh kontingen Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Tim Review sebelumnya menetapkan target ambisius untuk membawa pulang setidaknya 12 medali emas dan menembus posisi 10 besar klasemen akhir. Namun, dinamika persaingan di Hangzhou terbukti sangat sengit dan penuh kejutan.

Indonesia akhirnya harus puas mengakhiri perjuangan di peringkat ke-13 dengan torehan 7 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi dunia olahraga nasional, mengingat beberapa cabang olahraga andalan gagal menyumbang emas sesuai perkiraan awal.

Kategori Target Awal Capaian Riil
Peringkat Klasemen 10 Besar Peringkat 13
Medali Emas 12 Emas 7 Emas
Total Medali - 36 Medali (7E, 11P, 18Pr)

Evaluasi Total dan Pelajaran Penting Bagi Olahraga Nasional

Kegagalan mencapai target ini terutama dipicu oleh menurunnya performa di beberapa cabang olahraga lumbung emas tradisional, seperti bulu tangkis yang sama sekali tidak membawa pulang medali untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Asian Games. Meski begitu, cabang-cabang lain seperti menembak, panjat tebing, dan perahu naga berhasil memberikan kejutan manis dengan menyumbang emas bagi Merah Putih.

"Hasil ini adalah alarm keras bagi sistem pembinaan olahraga kita. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan dominasi masa lalu tanpa memperbarui strategi pemusatan latihan dan pembinaan usia dini secara masif," tegas salah satu pengamat olahraga nasional saat menanggapi capaian kontingen Merah Putih.

Para pengamat menilai bahwa pemetaan kekuatan lawan di tingkat Asia kini makin merata dan berbasis teknologi tinggi. Negara-negara papan atas seperti Tiongkok, Korea Selatan, serta Jepang kian mendominasi berkat penerapan sport science yang matang. Jika Indonesia tidak segera membenahi infrastruktur riset olahraga dan sistem seleksi atlet, ketertinggalan ini dikhawatirkan akan makin melebar pada ajang berikutnya.

Menatap Masa Depan: Menuju Aichi-Nagoya 2026

Upacara penutupan di Stadion Hangzhou Olympic Sports Centre memang telah menutup tirai kompetisi, tetapi sekaligus membuka lembaran baru bagi persiapan seluruh atlet Asia. Bagi Indonesia, empat tahun ke depan menuju Aichi-Nagoya 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk pembenahan total. Poin-poin penting yang harus segera diprioritaskan meliputi:

  • Penerapan Sport Science: Mengintegrasikan analisis data dan riset fisik modern dalam setiap pemusatan latihan nasional (pelatnas).
  • Regenerasi Atlet: Mempercepat transisi atlet senior ke atlet muda berbakat di seluruh cabang prioritas.
  • Evaluasi Tata Kelola: Memastikan manajemen induk organisasi olahraga berjalan profesional dan fokus pada peningkatan prestasi.

Pesta di Hangzhou telah usai dengan meninggalkan kenangan berharga bagi Indonesia. Kini, panggung utama mulai bergeser ke Negeri Sakura. Publik olahraga nasional tentu berharap catatan di Hangzhou ini dapat dijadikan titik balik untuk bangkit dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih lebih tinggi di Aichi-Nagoya 2026.

Pesta olahraga Asia di Hangzhou resmi berakhir pada Minggu (8/10/2023). Bendera OCA telah diserahkan kepada Jepang sebagai tuan rumah 2026. Raihan Akhir Indonesia: 🥇 7 Medali Emas 🥈 11 Medali Perak 🥉 18 Medali Perunggu 📊 Peringkat 13 (Meleset dari target 10 besar) Baca analisis selengkapnya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User