Oct 10, 2026
Nasional

Fajar/Fikri Kalah, All Indonesian Final Asian Games 2026 Batal

Harapan Indonesia untuk menyaksikan partai puncak sesama wakil Merah Putih di nomor ganda putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya pupus. Pasangan Faja

Fajar/Fikri Kalah, All Indonesian Final Asian Games 2026 Batal

Harapan Indonesia untuk menyaksikan partai puncak sesama wakil Merah Putih di nomor ganda putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya pupus. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan lawannya di babak semifinal, Minggu (20/9/2026), sehingga mimpi all Indonesian final yang sempat membuncah resmi sirna.

Bertanding di Gimnasium Aichi Prefectural, Fajar/Fikri tampil ngotot sejak gim pertama. Namun tekanan di poin-poin kritis membuat mereka harus menyerah melalui pertarungan ketat yang berlangsung lebih dari satu jam. Kekalahan ini menjadi pukulan telak, mengingat pasangan gado-gado tersebut sebelumnya tampil impresif dengan menumbangkan unggulan-unggulan utama.

Jalannya Pertandingan yang Menegangkan

Sejak bola pertama, Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif serangan. Smash keras Fajar Alfian dari sisi kanan lapangan kerap merepotkan pertahanan lawan. Sayangnya, konsistensi menjadi masalah utama. Sejumlah kesalahan sendiri di momen genting membuat keunggulan yang sempat mereka genggam justru lepas begitu saja.

Pada gim kedua, semangat pantang menyerah sempat ditunjukkan Fikri lewat permainan depan net yang agresif. Beberapa kali ia memaksa lawan angkat bola, membuka ruang bagi Fajar untuk menghantam. Namun, pertahanan rapat dan variasi serangan lawan terbukti lebih matang dalam situasi tertekan.

"Kami sudah berusaha maksimal, tapi memang ada beberapa momen di mana kami kurang tenang. Lawan bermain lebih sabar dan memanfaatkan kesalahan kami. Ini jadi pelajaran besar buat kami ke depan," ujar Fajar Alfian usai pertandingan.

Senada dengan Fajar, Fikri mengakui bahwa faktor mental menjadi pembeda di laga tersebut. Ia menyebut tekanan untuk mewujudkan all Indonesian final justru membuat mereka bermain kurang lepas pada poin-poin krusial.

Peluang Emas yang Harus Sirna

Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena Indonesia sebenarnya sudah menempatkan wakil lain di final. Artinya, andai Fajar/Fikri mampu melewati ambang semifinal, sejarah baru akan tercipta: dua pasangan Merah Putih bertarung memperebutkan medali emas di panggung Asian Games.

  • All Indonesian final batal untuk pertama kalinya di nomor ganda putra Asian Games 2026.
  • Fajar/Fikri sebelumnya menumbangkan dua unggulan teratas di babak awal.
  • Kekalahan terjadi akibat kesalahan sendiri di poin-poin kritis, bukan karena dominasi mutlak lawan.
  • Indonesia masih menyisakan satu wakil di final dan berpeluang menyumbang medali emas.

Meski demikian, perjalanan Fajar/Fikri tetap layak diapresiasi. Duet yang baru dipasangkan dalam beberapa turnamen ini menunjukkan sinyal positif bahwa regenerasi ganda putra Indonesia berjalan sesuai harapan. Kolaborasi mereka menjadi angin segar di tengah persaingan ketat bulu tangkis dunia.

Fokus Berikutnya: Final dan Olimpiade

Kini perhatian beralih ke wakil Indonesia yang masih bertahan di final. Pelatih kepala ganda putra menegaskan timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama soal mentalitas bertanding di ajang besar.

"Kami tidak mau larut dalam kekecewaan. Ini momentum untuk pembenahan. Target kami berikutnya jelas, yaitu menyiapkan pasangan-pasangan ini menghadapi kualifikasi Olimpiade," tegas pelatih.

Bagi Fajar/Fikri, laga ini menjadi cermin bahwa kualitas saja tidak cukup. Ketajaman mengambil keputusan di detik-detik penentu adalah harga mati jika ingin bersaing di level tertinggi. Pengalaman pahit di Aichi-Nagoya diharapkan menjadi bahan bakar untuk bangkit.

Publik bulu tangkis Tanah Air tentu berharap kegagalan ini tidak berlarut. Sebab, jalan masih panjang, dan mimpi all Indonesian final bisa saja terwujud di turnamen bergengsi berikutnya, termasuk Olimpiade mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User