Oct 10, 2026
entertainment

Di Balik Keputusan Vasektomi, Sebuah Kisah Cinta dan Prasangka

Di sudut ruang kelas akting yang sunyi, Krisjiana Baharudin menatap layar ponselnya. Ada ribuan komentar yang datang bertubi-tubi, sebagian memuji, tak sedikit pula yang menuduh. “Pikiran sempit,”...

Di Balik Keputusan Vasektomi, Sebuah Kisah Cinta dan Prasangka

Di sudut ruang kelas akting yang sunyi, Krisjiana Baharudin menatap layar ponselnya. Ada ribuan komentar yang datang bertubi-tubi, sebagian memuji, tak sedikit pula yang menuduh. “Pikiran sempit,” begitu kira-kira isi salah satu cibirian yang menyebut keputusannya melakukan vasektomi hanyalah alasan agar bisa berselingkuh dari Siti Badriah, istrinya. Krisjiana hanya tersenyum tipis. Ia tahu, di balik setiap pilihan besar, selalu ada cerita yang tak semua orang pahami.

Sebuah Pilihan yang Tak Biasa

Beberapa waktu lalu, pria yang akrab disapa Krisjiana itu mengumumkan keputusannya menjalani vasektomi. Sebuah prosedur medis yang membuatnya tidak bisa lagi memiliki anak secara biologis. Bagi sebagian orang, keputusan itu terdengar ekstrem. Namun bagi Krisjiana, ini adalah bentuk tanggung jawab dan cinta yang ia pilih dengan sadar. Ia mengisahkan bagaimana dirinya dan Siti Badriah, penyanyi dangdut yang karib disapa Sibad, telah melalui perjalanan panjang dalam membangun keluarga kecil mereka.

“Ini bukan keputusan yang diambil dalam semalam. Kami diskusi, kami menimbang, dan kami berdoa,” ujar Krisjiana dalam sebuah perbincangan hangat, seperti dikutip dari kanal YouTube. Ia menuturkan bahwa kesehatan dan kebahagiaan istrinya menjadi pertimbangan utama. Sibad pernah mengalami pengalaman kehamilan yang tidak mudah. Momen-momen itu rupanya menyentuh hati Krisjiana begitu dalam. Ia tak ingin istrinya kembali menanggung risiko yang sama.

“Aku lihat sendiri bagaimana perjuangan dia. Buat aku, keluarga kami sudah lengkap. Kebahagiaan kami nggak diukur dari jumlah anak,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Ketika Prasangka Menggantikan Empati

Namun, dunia maya sering kali kehilangan ruang untuk empati. Ketika kabar vasektomi itu mencuat, berbagai spekulasi liar bermunculan. Ada yang menyebut Krisjiana ingin bebas berselingkuh tanpa risiko hamil. Tuduhan itu jelas melukai hati. Ia pun angkat bicara dengan kepala dingin. “Pikiran sempit banget kalau ada yang bilang begitu. Justru dengan vasektomi, aku ingin menjaga komitmen dan setia. Ini bentuk tanggung jawab, bukan kebebasan untuk bermain-main,” tegasnya.

Krisjiana menyadari, menjadi figur publik berarti hidupnya selalu disorot. Setiap keputusan akan dikuliti, dipelintir, bahkan dihakimi. Tapi ia memilih untuk tidak larut dalam amarah. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana ia dan Sibad saling memahami. “Kami udah saling percaya. Nggak perlu pembuktian ke orang lain. Yang penting kami bahagia,” ucapnya lirih.

Ia mengisahkan, setelah prosedur itu, hubungan mereka justru semakin erat. Tak ada lagi kekhawatiran berlebih. Mereka bisa lebih fokus membangun karier, merencanakan masa depan, dan menikmati waktu berdua. Air mata haru sempat menetes saat Sibad menemaninya menjalani pemulihan. “Dia bilang, ‘Makasih ya udah lakuin ini buat kita.’ Itu momen yang bikin aku yakin, keputusan ini tepat,” kenangnya.

Inspirasi dari Sebuah Kesederhanaan

Kisah Krisjiana mungkin terdengar sederhana. Namun di baliknya, ada keberanian untuk melawan arus dan mengambil jalan yang tidak biasa. Ia tidak sedang mencari panggung atau sensasi. Ia hanya ingin menjadi suami yang baik, yang mendengarkan, dan yang berani mengambil tanggung jawab. Dalam wawancaranya, ia berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menilai pilihan orang lain. “Setiap keluarga punya cerita dan pertimbangannya sendiri. Jangan mudah menghakimi,” ujarnya.

Kisah ini bukan tentang vasektomi semata. Ini tentang bagaimana cinta kadang menuntut pengorbanan yang tak terucap. Tentang bagaimana sebuah keputusan yang tampak kontroversial bisa jadi wujud kasih sayang yang paling dalam. Krisjiana dan Siti Badriah telah menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang kita duga. Terkadang, ia hadir lewat keberanian untuk memilih jalan yang jarang dilalui orang.

Di penghujung perbincangan, Krisjiana tersenyum. Ia yakin, apa yang dilakukannya adalah yang terbaik. “Aku ingin jadi suami yang bisa diandalkan. Bukan yang sempurna, tapi yang selalu berusaha,” tutupnya. Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna. Sebuah kisah yang menghangatkan hati, dari seorang lelaki yang memilih untuk setia pada cintanya, dengan caranya sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User