Oct 16, 2026
entertainment

NAZA, Potret Perjuangan Perempuan di Balik Layar Kehidupan

Di sebuah ruang kelas sekolah dasar di pinggiran kota, seorang perempuan paruh baya berdiri di depan papan tulis. Tangan keriputnya menggenggam kapur, sementara matanya menatap tajam ke arah murid-mur...

NAZA, Potret Perjuangan Perempuan di Balik Layar Kehidupan

Di sebuah ruang kelas sekolah dasar di pinggiran kota, seorang perempuan paruh baya berdiri di depan papan tulis. Tangan keriputnya menggenggam kapur, sementara matanya menatap tajam ke arah murid-murid yang tengah menulis. Ia bukan guru biasa. Namanya Naza, dan di balik senyum tipisnya tersimpan luka yang tak pernah ia ceritakan kepada siapa pun—termasuk suaminya sendiri.

Kisah itulah yang kini diangkat ke layar lebar. Setelah melalui perjalanan panjang produksi, film NAZA dipastikan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia pada 16 Oktober mendatang. Bagi tim produksi, momen ini bukan sekadar rilis komersial, melainkan titik kulminasi dari kerja keras yang penuh air mata.

Ketika Kehidupan Menjadi Naskah yang Tak Terduga

Film ini mengisahkan perjalanan seorang perempuan yang harus menanggung beban ganda: sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah utama. Di sudut dapur berukuran 2x3 meter, Naza biasa menangis tanpa suara usai menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Ia menyembunyikan luka batin yang menganga setelah kehilangan pekerjaan suaminya, sementara ia sendiri harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya tidak pernah membayangkan hidup saya akan menjadi cerita yang ditonton banyak orang. Tapi jika kisah ini bisa menguatkan perempuan lain, saya ikhlas," ujar Naza dalam wawancara terpisah dengan tim kreatif, suaranya bergetar.

Produser eksekutif film ini mengungkapkan bahwa proses penggarapan NAZA memakan waktu hampir dua tahun. Tantangan terbesarnya bukan soal teknis, melainkan menjaga keaslian emosi agar tidak terjebak dalam sensasionalisme. "Kami ingin penonton merasakan detak jantung Naza, bukan sekadar menonton penderitaannya," ujarnya.

Perjuangan di Balik Layar yang Mengharukan

Selama masa syuting, para pemain dan kru sering kali harus menahan haru. Ada satu adegan di mana Naza harus berlari menembus hujan demi mengejar utang yang membengkak. Adegan itu diambil sebanyak 17 kali. Sang aktris pemeran utama sampai jatuh sakit karena kelelahan, namun ia menolak menggunakan pengganti. "Saya ingin merasakan lelahnya Naza, meski hanya sepersekian dari yang beliau alami," katanya.

Di balik kamera, tim penulis naskah juga melakukan riset mendalam. Mereka mengunjungi kampung halaman Naza, mewawancarai tetangga, hingga membaca ulang surat-surat lama yang tersimpan di lemari kayu. Dari sanalah mereka menemukan detail kecil yang justru menyentuh: kebiasaan Naza menyisihkan sebagian nasi untuk burung pipit di depan rumah, sebagai bentuk syukur karena telah melewati hari yang berat.

"Detail seperti itu yang membuat NAZA terasa hidup. Kami tidak ingin membuat film tentang kesedihan, tapi tentang ketangguhan," tambah sutradara.

Sebuah Cermin bagi Perempuan Indonesia

Menjelang penayangan perdananya, NAZA sudah lebih dulu diputar di beberapa festival film regional. Respons penonton luar biasa. Banyak yang mengaku keluar dari ruang bioskop dengan mata sembab. Seorang penonton perempuan bahkan menulis pesan panjang kepada tim produksi, mengaku bahwa kisah Naza membuatnya kembali bangkit setelah hampir menyerah pada hidupnya sendiri.

"Saya melihat ibu saya di sosok Naza. Saya melihat diri saya sendiri," tulisnya.

Bagi Naza, kabar bahwa filmnya akan tayang di bioskop-bioskop besar seluruh Indonesia terasa seperti mimpi yang terlalu indah. Ia sempat ragu apakah kisah sederhananya layak untuk diangkat. Namun kini, ia sadar bahwa cerita tentang bertahan hidup dan bangkit kembali adalah cerita universal yang perlu didengar.

"Saya hanya perempuan biasa yang berusaha tidak menyerah. Kalau film ini bisa membuat satu orang saja merasa tidak sendirian, maka perjalanan panjang ini sudah cukup berarti," tuturnya lirih.

Pada 16 Oktober nanti, ketika lampu bioskop mulai meredup dan nama NAZA muncul di layar lebar, ribuan penonton akan diajak menyelami perjalanan seorang perempuan yang tak pernah menyerah. Sebuah kisah sederhana, namun menyentuh jantung kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User