Oct 10, 2026
entertainment

Misteri Warisan Terkutuk di Layar Lebar Jakarta

Di sebuah bioskop kota Bangkok yang temaram, seorang pria duduk termenung di barisan kursi paling belakang. Matanya masih sembab. Baru saja ia menyaksikan Inherit, film horor terbaru Thailand yang mem...

Misteri Warisan Terkutuk di Layar Lebar Jakarta

Di sebuah bioskop kota Bangkok yang temaram, seorang pria duduk termenung di barisan kursi paling belakang. Matanya masih sembab. Baru saja ia menyaksikan Inherit, film horor terbaru Thailand yang membuat seluruh ruangan hening selama dua jam penuh. "Saya datang mencari sensasi, tapi pulang membawa luka lama," bisiknya lirih kepada teman di sebelahnya, seperti dikisahkan seorang penonton yang hadir di pemutaran perdana.

Kabar baiknya kini sampai ke Jakarta. Film horor yang digarap sutradara Banjong Pisanthanakun itu dipastikan tayang dalam perhelatan Jakarta World Cinema 2026. Bagi pencinta film tanah air, ini adalah kesempatan langka menyaksikan langsung karya sutradara yang sebelumnya dikenal lewat Shutter, film yang membuat banyak orang takut menyalakan lampu kamar selama berminggu-minggu.

Perjalanan Sang Maestro Horor Thailand

Nama Banjong Pisanthanakun bukan lagi asing di kancah perfilman Asia Tenggara. Ia adalah sosok di balik layar yang berjuang keras mengangkat horor Thailand ke panggung dunia. Dari film pertamanya yang sederhana hingga karya-karya besar yang menyedot perhatian festival internasional, perjalanan kreatifnya tidak selalu mulus.

Ada momen-momen ketika ia harus mempertahankan visi artistiknya di tengah tekanan pasar. "Banyak yang bilang horor hanya soal jump scare, tapi saya percaya rasa takut sejati lahir dari sesuatu yang lebih dalam," ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari berbagai pemberitaan. Prinsip itulah yang ia pegang teguh ketika menggarap Inherit.

Keputusan Jakarta World Cinema untuk menayangkan film ini menjadi sinyal bahwa festival tersebut serius menghadirkan karya berkualitas. Bukan sekadar hiburan sesaat, melainkan sebuah pengalaman yang mengajak penonton merenung di balik ketakutan yang disajikan.

Kisah yang Menyentuh di Balik Teror

Yang membuat Inherit berbeda dari film horor kebanyakan adalah lapisan emosionalnya. Di balik adegan-adegan mencekam, tersimpan kisah tentang kehilangan, keluarga, dan beban yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seorang pengamat film menggambarkan karya ini sebagai "horor yang membuat air mata mengalir, bukan hanya keringat dingin".

"Film ini bukan cuma menakut-nakuti. Ia bicara tentang luka yang kita bawa dari orang tua, dari masa lalu, dari rumah yang kita tinggalkan," tutur seorang penonton yang enggan disebut namanya usai pemutaran.

Pendekatan humanis inilah yang membuat Inherit menyentuh banyak orang. Penonton tidak hanya diajak menjerit, tetapi juga dibawa masuk ke dalam pergulatan batin tokoh-tokohnya. Momen-momen mengharukan justru muncul di sela-sela ketegangan, membuat film ini terasa hidup dan dekat dengan keseharian.

Mimpi yang Menembus Batas Negara

Kehadiran Inherit di Jakarta World Cinema 2026 bukan sekadar jadwal tayang biasa. Di baliknya ada mimpi besar: memperkenalkan kekayaan cerita Asia Tenggara ke panggung yang lebih luas. Bagi Banjong, ini adalah babak baru dalam perjalanan panjangnya.

Ia mengisahkan bagaimana timnya berjuang menyelesaikan film ini dengan sumber daya terbatas, namun tetap mengedepankan kualitas. "Setiap detik di ruang editing adalah perjuangan. Kami bangkit dari rasa lelah karena kami percaya cerita ini layak diceritakan," kenangnya.

Insipirasi itu kini menular ke penonton Indonesia. Banyak sineas muda tanah air yang melihat sosok Banjong sebagai bukti bahwa karya dari negara kecil bisa mendunia jika digarap dengan hati. Inspirasi semacam ini jarang datang dari sekadar tontonan; ia lahir dari kisah yang benar-benar menyentuh jiwa.

Bagi Anda yang berencana menyaksikan Inherit di Jakarta World Cinema 2026, bersiaplah untuk pengalaman yang tak biasa. Bukan hanya adrenalin yang dipacu, tetapi juga empati yang diuji. Sebab di balik setiap teror di film ini, tersimpan kisah sederhana tentang manusia yang berjuang menghadapi masa lalunya sendiri — sebuah perjalanan yang mungkin juga kita alami.

Di sudut gedung pertunjukan tempat film ini akan diputar, calon penonton nanti mungkin akan duduk dengan gelisah, sama seperti pria di Bangkok itu. Namun siapa sangka, setelah lampu menyala kembali, mereka akan membawa pulang sesuatu yang lebih besar dari rasa takut: sebuah inspirasi untuk berdamai dengan warisan hidup masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User