Oct 16, 2026
entertainment

Ketika Diplo Terpukau oleh DJ Koplo dari Kendari

Di atas panggung yang bermandikan cahaya senja Bali, dentuman bass koplo berpadu dengan irama elektronik menggema hingga ke sudut-sudut pantai. Di balik meja DJ, seorang pemuda asal Kendari, Sulawesi ...

Ketika Diplo Terpukau oleh DJ Koplo dari Kendari

Di atas panggung yang bermandikan cahaya senja Bali, dentuman bass koplo berpadu dengan irama elektronik menggema hingga ke sudut-sudut pantai. Di balik meja DJ, seorang pemuda asal Kendari, Sulawesi Tenggara, menggerakkan tangannya dengan penuh keyakinan. Namanya Habib Gunjat. Malam itu, ia tidak hanya tampil di hadapan ribuan penonton, tetapi juga di hadapan salah satu nama terbesar dalam industri musik elektronik dunia: Diplo.

Momen itu mengisahkan perjalanan panjang seorang anak daerah yang tumbuh besar dengan alunan musik koplo di kampung halamannya. Di balik gemerlap panggung internasional, ada cerita sederhana tentang mimpi yang tak pernah padam.

Dari Panggung Kampung ke Sorotan Dunia

Habib bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di peta musik nasional. Bertahun-tahun lamanya, ia menggeluti dunia DJ dengan peralatan sederhana. Di sudut ruangan berukuran 4x5 meter di rumahnya, ia meracik musik hingga larut malam, bereksperimen memadukan irama koplo khas Jawa Timur dengan sentuhan elektronik modern.

Kisah perjalanan itu tidak selalu mulus. Ada masa ketika ia harus menerima bayaran kecil di acara-acara hajatan, bahkan sempat diragukan karena dianggap membawa genre yang kurang bergengsi. "Waktu itu saya cuma punya satu keyakinan: musik koplo itu punya jiwa. Kalau kita bawa dengan bangga, orang akan merasakannya," tutur Habib dengan mata berkaca-kaca mengenang masa-masa awal kariernya.

Perlahan tapi pasti, gaya bermusiknya mulai mendapat tempat. Video penampilannya menyebar, mengundang decak kagum dari banyak penikmat musik. Hingga akhirnya, undangan tampil di pesta musik bergengsi di Bali menjadi titik balik yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Momen Mengharukan di Balik Kolaborasi

Ketika Diplo naik ke panggung dan mulai menyandingkan dirinya di sisi Habib, suasana malam itu seakan berubah. Sang DJ internasional terlihat menikmati setiap transisi lagu, sesekali mengangkat tangan mengikuti irama koplo yang dimainkan. Sorot matanya menyiratkan kekaguman yang tulus.

"Saya tidak menyangka orang sebesar Diplo bisa menikmati musik kami. Ini seperti mimpi yang akhirnya berbicara," ujar Habib sambil tersenyum getir antara haru dan bangga.

Momen tersebut bukan sekadar pertunjukan biasa. Baginya, itu adalah pengakuan bahwa musik daerah mampu berdiri sejajar dengan genre global. Penonton yang hadir larut dalam euforia, menyatukan teriakan dan tepuk tangan menyambut kolaborasi yang tak terduga itu.

Di belakang panggung, Habib mengaku sempat gemetar hebat. Namun, ia mengingat semua perjuangan yang telah dilaluinya. Air mata pun tak terbendung saat ia menyadari bahwa malam itu adalah bukti nyata dari kerja keras dan kesetiaan terhadap akar budayanya.

Inspirasi bagi Generasi Muda Daerah

Kisah Habib Gunjat menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di Kendari dan daerah lainnya. Ia membuktikan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk menembus panggung dunia, asalkan mau berjuang dan tetap setia pada identitas diri.

"Saya ingin adik-adik di Kendari tahu bahwa mimpi itu tidak mengenal peta. Kalau kita berani, musik kita bisa didengar siapa saja, bahkan orang seperti Diplo," pungkasnya dengan penuh semangat.

Melalui kolaborasi tersebut, Habib berharap musik koplo semakin dihargai sebagai warisan budaya yang hidup. Lebih dari itu, ia ingin menjadi saksi bahwa dari sudut kecil kota di Sulawesi Tenggara, sebuah mimpi besar bisa tumbuh dan menyentuh hati dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User